Tapi kan Thailand tidak menyatakan bahwa dia adalah pemimpin di Asia
Tenggara :-) Apalagi meng atas namakan.
Tapi PDIP suka sekali menyatakan : Atas nama rakyat dlsb. :-)
Soe
-----Original Message-----
From: Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, August 27, 1999 8:34 AM
Subject: Re: Humor dari AM Fatwa
>Pada SEA Games yang lalu Thailand dinobatkan sebagai Juara Umum dengan
>menyabet 64 medali emas. Urutan kedua dan ketiga adalah Malaysia dan
>Indonesia dengan 54 dan 44 medali emas. Kalau Malaysia dan Indonesia
>berkoalisi menggabungkan medali emasnya apakah bisa mendongkel Thailand
>sebagai Juara Umum?
>
>Memang ini agak berbeda dengan pemilu. Namun jiwa tak ksatria pada politisi
>Indonesia mencitrakan kebodohan politisi itu. Bolehlah menjadi oposisi.
>Oposisi bukanlah langkah destruktif untuk melakukan kudeta. Bagi saya AR
>sudah menjadi bangkai yang tak tahu malu dengan menciptakan "poros halang".
>
>Wassalam,
>Efron
>
>-----Original Message-----
>From: Suhendri [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent: Friday, 27 August, 1999 6:20 AM
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Humor dari AM Fatwa
>
>Kalau menurut saya :
>
>Jawaban nya C.
>Yaitu salah satu pernyataan itu ada yang salah. Dan yang pasti benar adalah
>65% rakyat Indonesia tidak memilih PDIP :-)
>
>Soe.
>
>
>-----Original Message-----
>From: Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Thursday, August 26, 1999 4:27 PM
>Subject: Re: Humor dari AM Fatwa
>
>
>>AR juga pernah bilang kalau Mega (PDIP) memenangi pemilu tapi Mega disuruh
>>mengingat kalau 65% rakyat Indonesia tak memilih Mega (PDIP).
>>
>>Mendengar pernyataan ini saya jadi ingat ulangan umum waktu smp-sma.
>>Pilihlah "A" jika pernyataan benar dan alasan benar dan keduanya
>berhubungan
>>sebab-akibat. Pilihlah "B" jika pernyataaan benar dan alasan benar tapi
>>keduanya tak berhubungan sebab-akibat dst-nya. Maka jawaban saya soal
>>pernyataan AR itu adalah "B".
>>
>>Wassalam,
>>Efron
>>
>>-----Original Message-----
>>From: Irwan Ariston Napitupulu [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>>Sent: Wednesday, 25 August, 1999 20:25 PM
>>To: [EMAIL PROTECTED]
>>Subject: Humor dari AM Fatwa
>>
>>Mumpung masih pagi, mendingan kita baca humor dari
>>AM Fatwa...:)
>>
>>Silahkan baca humor lengkapnya di:
>>http://www.detik.com/berita/199908/19990825-1758.htm
>>Di bawah judul:
>>Alasan PAN Tolak Mega Presiden
>>Fatwa: Mega Disetir Sekelilingnya
>>
>>Irwan:
>>Humor pertama, omongan/pendapat pribadi dianggap
>>sebagai kebijakan partai. Khan PAN belum pernah membuat
>>kebijakan menolak Mega sebagai presiden. Omongan
>>atau komentar2 masih dalam tahap pribadi. Contohnya,
>>Faisal Basri yg sekjen PAN malah mendukung Mega
>>dengan alasan mendukung capres pemenang pemilu.
>>Tidak salah memang kalau kemarin2 saya memasukkan
>>Faisal Basri ke dalam list orang hebat karena semangat
>>reformasi murni, menegakkan demokrasi secara penuh
>>dan konsekuen.
>>
>>Humor kedua:
>>Menurut Fatwa, karena Mega disetir, maka kapabilitas Mega
>>dipertanyakan. "Buktinya sebagian besar orag tidak memilih
>>Mega sebagai presiden. Hanya 30 persen saja yang memilih,"
>>jelas Fatwa sesuai menjadi pembicara sebuah seminar di Hotel
>>Acacia, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat.
>>
>>Irwan:
>>Saya tertawa ngakak waktu baca komentar seperti ini.
>>Ini tipikal komentar orang yg udah panik ngga tahu lagi harus
>>ngasih alasan apa untuk ngejegal demokrasi dengan cara
>>ngejegal capres pemenang pemilu untuk menggolkan keinginan
>>pribadi. Terlambat, seharusnya berjuangnya sebelum pencoblosan
>>pemilu dan bukan setelah pemilu selesai. Sebelum pencoblosan
>>mesra2an, pencoblosan kelar dan ternyata kalah malah ngambek
>>dan parahnya malah mau ngejegal demokrasi. Tipikal loser yg
>>seperti inilah...:)
>>
>>Kita lihat kembali pernyataan di atas.
>>Alasan: Megawati diperkirakan disetir orang sekelilingnya.
>>Akibat: Kapabilitasnya dipertanyakan.
>>Bukti: Yang milih hanya 30% (irwan: koreksi pak, sekitar 35%)
>>Coba kita lihat antara alasan vs akibat vs bukti, ini khan bikin
>>sakit perut aja bacanya saking lucunya.
>>
>>Coba kita lihat calon lainnya.
>>Amien Rais? Yang milih kurang dari 10%. Busyet dah, karena
>>yg milih kurang dari 10%, kalau kita ngikutin cara berpikirnya
>>AM Fatwa maka bisa diartikan kapabilitasnya Amien Rais
>>untuk menjabat presiden jauh lebih rendah dari Megawati.
>>Juga bisa diartikan Amien Rais sangat disetir oleh orang
>>sekelilingnya dong?.....:)
>>Nyetir Pak Amien nih ye? hehehe.....
>>
>>
>>Habibie? Yang milih sekitar 20% saja. Karena yg dukung
>>hanya 20% saja maka kapabilitasnya untuk jadi presiden
>>lebih rendah dari Megawati. Selain itu dukungan yg
>>rendah tersebut bukti nyata akibat dari terlalu disetirnya
>>Habibie oleh orang sekitarnya.
>>
>>Hahahaha....apa ngga edan tuh logika yg diajukan oleh AM Fatwa?
>>Sayang sekali, koq tokoh seperti AM Fatwa sampai ngeluarin pernyataan
>>yg sangat memalukan dan seperti tidak berpendidikan begitu
>>ya? Apa jangan2 AM Fatwa secara ngga sadar atau sadar udah
>>disetir sama orang tertentu? Who knows.....:(
>>
>>Ngomong2, elit politik di Indonesia itu pada tahu ngga ya kalau
>>Clinton (dan juga presiden dan capres2 AS sebelumnya)
>>dikelilingi oleh orang2 hebat dan punya tim yg kompak.
>>Clinton ngga berjuang sendirian, ngga merasa paling hebat sehingga
>>ngga perlu bantuan orang lain, ngga perlu ada tim penasehat.
>>Seorang pemimpin yg hebat adalah seorang yg mampu memanfaatkan
>>potensi yg ada disekelilingnya untuk mencapai hasil yg optimum.
>>Saya lihat Megawati memiliki hal tersebut.
>>
>>Kembali soal logika pernyataan AM Fatwa. Kalau kita ikutin, maka
>>tidak seorang pun yg akan menjabat presiden periode mendatang....:)
>>
>>Ngomong2 apa perlu saya cari lagi link yg memuat perolehan suara
>>kandidat2 presiden AS dimana yg terpilih menjadi presiden beberapa
>>diantaranya mendapat dukungan "hanya" 35%?
>>
>>Ya, susah juga memang menghadapi orang2 bertipe loser tersebut yg
>>sering cari2 celah dan segala macam alasan untuk merebut sesuatu
>>dari pihak yg sebenarnya berhak akan hal tersebut.
>>
>>Tapi saya masih punya keyakinan, suatu saat nanti orang2
>>seperti Amien Rais, AM Fatwa, akan menyadari kekeliruannya
>>selama ini karena mencoba membawa sebagian masyarakat
>>untuk tidak menghargai demokrasi dengan cara menolak
>>konsekuensi dari demokrasi. Salut untuk PKB yg secara
>>konsisten tetap teguh pada reformasi dan menjunjung tinggi
>>demokrasi dengan cara menerima konsekuensi dari
>>demokrasi itu sendiri demi kepentingan bangsa dalam
>>jangka panjang.
>>
>>jabat erat,
>>Irwan Ariston Napitupulu