Bila Permias Portland hendak berdemo silakan tulis dengan
besar-besar sebagai Permias LOKAL PORTLAND. Dengan demikian Permias lokal
yang lain yang hendak memakai bentuk lain untuk menolong rakyat Timtim tidak
perlu ikut kena getah.

Yang mesti mendapat garis bawah adalah BJH mengakui referendum,
semua kandidat presiden juga mengakui referendum. Yang sekarang
menjadi masalah berat bagi Indonesia adalah bagaimana keluar
dari Timtim tanpa kehilangan muka baik ke luar maupun ke dalam.

Indonesia ingin menjaga martabat untuk dinilai mampu menangani
masalah dalam negeri. Bila anda meminta UN Troops masuk ke
Timtim maka langsung akan berhadapan dengan pemerintah RI.
AS sendiri bahkan sudah menyebutkan untuk tidak mengirim pasukan.
Sidney Morning Herald yang biasanya demikian getol melakukan
agitasi, bahkan hendak memusuhi Jakarta, sudah mengubah warna
pemberitaannya. Silakan baca deh.

Kita harus cukup bijak dan mampu memahami bahwa kekuatan seperti
Australia dan AS - pun tidak akan mampu masuk ke Timtim tanpa
ijin Jakarta. Australia getol untuk masuk dan menyiapkan sebuah fregate
modern (dan satu fregate modern dari Inggris), kedua fregate ini diklaim
berklasifikasi jauh di atas unit kapal Indonesia manapun. Bagaimanapun juga
kata kunci ada di Jakarta. Dibilang 'No UN Troops', berarti tidak ada kapal
asing yang akan mendarat di bagian manapun di bumi pertiwi. Tidak ada negara
bahkan Australia yg punya concern cukup besar untuk mengirim pasukan tanpa
ijin Jakarta. Ada lebih dari 4 artikel di SMH yang membahas hal ini hari
ini.

Satu hal yang paling penting, dan tidak pernah ditulis oleh media
manapun adalah potensi militer memegang kendali pemerintahan lagi
bila sampai terjadi konflik internasional di Timtim. Dengan
demikian perjuangan dan harapan kita dengan munculnya pemerintahan
sipil yang berwibawa tidak akan pernah kesampaian. Ingat, seburuk-
buruknya pemerintahan BJH, itu merepresentasikan pemerintahan
sipil pertama setelah 32 tahun. Bila BJH turun sebelum waktunya
baik dikudeta atau dengan cara baik-baik, saya rasa hasil akhirnya adalah
pemerintahan militer.

Perlu diingat bahwa CNN-pun menulis bahwa situasi di Timtim sudah mereda.

Untuk itu rekan-rekan lebih baik mengevaluasi kembali serpihan- serpihan
berita baik DN dan LN, dan menimbang implikasi-implikasi
jika UN nekad memasukkan pasukan tanpa ijin. Sebetulnya saya rasa demo-demo
oleh Permias lokal juga akan sayup-sayup basah sampai ke telinga yg dituju.
Tapi silakan deh ditimbang-timbang, kalau memang dirasa perlu silakan
ditindaklanjuti. Siapa tahu manjur.

+anjas

--------------------
>From: Donald Saluling <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Sikap PERMIAS terhadap perkara Tim-Tim  apa?
>Date: Thu, 9 Sep 1999 03:07:41 EDT
>
>Sehubungan dengan adanya kekacauan di Timor Timur, apakah sikap PERMIAS
>saat
>ini?
>
>Saya baru saja berdiskusi dengan salah satu aktivis dari ETAN (East Timor
>Action Network) yang baru saja puland dari Dili setelah berada disana
>selama
>kurang lebih 2 bulan sebagai Peace keeper and IFET (International
>Federation
>fo East Timor ... kunjungi websitenya di  www.etan.org/ifet)  member yang
>memantau jalannya proses voting baru2 ini mulai dari registrasi sampai
>pengambilan suara. Ada kira2 lebih dari 200 orang Indonesia dan Asing yang
>mempertaruhkan nyawa mereka di Tim2 karena kepercayaan mereka akan sistem
>demokrasi dan keinginan melihat rakyat Tim2 meraih kemerdekaan yang selam
>ini
>mereka damba2kan. Selain itu pejuang2 yang sangat alot untuk Timor Timur
>seperti Alan Nairn dari NYTimes, Amy Goodman, seorang dokter yang membantu
>di
>rumah sakit2 di Dili dan daerah sedang juga mempertaruhkan nyawanya di
>sana.
>
>Beliau menghimbau kita semua sebagai mahasiswa Indonesia di luar negeri
>supaya melobby US Govt., Kofi Annan, Wakil rakyat di Senat/kongress alias
>senator2 lokal dan  Ambassador Indonesia di US dalam rangka menolong
>masuknya
>UN peacekeeper troops kedalam Tim Tim. Saya sendiri membaca dari koran
>bahwa
>US Sec. of Defense tidak akan memasukkna pasukannya ke INdonesia bila tidak
>ada dukungan public yang luas .... siapa public itu ? Ya kita-kita ini lah.
>Jadi itulah inti "forward" an e-mail yang selama ini saya dan mBak Juliana
>dari New York sudah masukkan ke milis ini.
>
>Selanjutnya, saya ingin mengajak segenap Permias2 lokal untuk membuat surat
>pernyatan diri bersama seperti PPI Jerman yang akan kita e-mail/fax ke
>KBRI,
>pemerintah Indonesia, Mabes TNI di Jakarta, ke UN office di NY, ke Amnesty
>International, dll a.s.a.p. Disela-sela kesibukan saya bersama teman2
>disini
>yang akan memulai suatu demonstrasi di Portland's Federal Building Jumat
>ini
>dan penunjukan slides/photographs yang wakil ETAN kita di Tim-Tim sempat
>liput dll pada hari Sabtu mendatang, saya menghimbau kita semua untuk
>merancang suatu surat pernyataan sikap secepat-cepatnya. Satu hari bisa
>equal
>10 nyawa di Timor Timur saat ini. Suara kita sangat diperlukan dan inilah
>waktu yang tepat untuk membuktikan hasil kongres PERMIAS baru2 ini ... ya
>nggak ??
>
>Saya aka merancang suatu surat pernyataan ... semoga teman2 mau membantu
>merumuskannya.  Seyogyanya akan saya posting disini selambat-lambatnya
>besok
>pagi.
>
>Mari Berjuang.
>Donald Saluling
>PS : SEKALI LAGI  CHECK OUT: www.etan.org/ifet untuk berita2 dan keterangan
>yang penting tentang gerakan international dlm memperjuangkan nasib rakyat
>timor timur.
>PS #2: Perlu kita buka jalur telpon juga untuk memperlancar hubungan antar
>PERMIAS ? (503) 243-6111 <-- PERMIAS Portland

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke