Tidak ada resep yang paling mujarab itu permasalahan antar pemerintahan
ini. Sikap yang paling jitu adalah mengajak dialog (seandainya ada pertanyaan
secara langsung dari pihak "mereka"). Dengan menjelaskan bahwa:
1. Masalah Indonesia dan Aussie adalah masalah Pemerintahan (antar
beberapa gelintir orang Penguasa) dan "bukan" masalah Kebangsaan (yang melibatkan
204 Juta rakyat Indonesia).
2. Langkah berikutnya, mengajak rekan, atasan, Professor untuk menganalisa
sebab dan akibat pertikaian yang akan terjadi, dan mencetuskan hasilnya
dalam bentuk Aksi bersama untuk menentang segala bentuk Profokasi dan segala
Tindak Kekerasan yang akan terjadi, yang dapat menjerumuskan rakyat 2 Bangsa
yang bertikai.
Kalau itu bisa terlaksana, maka mahasiswa/i atau masyarakat Indonesia di
Aussie akan hidup tenang dan banyak teman.
Selamat bekerja!
Isman
> Rekan-rakan yth.,
>
> Dalam situasi hubungan antar negara dan antar bangsa yang semakin
meruncing
> antara Indonesia dan Australia saat ini, saya kok membayangkan betapa
> sulitnya posisi rekan-rekan kita yang sedang sekolah di sana. Dimanapun
> mereka berada (di kelas, di halaman kampus, di library, di mall, dll.),
> tentu akan berhadapan dengan tatapan benci, menghina, dan mencemooh yang
> dilontarkan oleh orang-orang Aussie. Belum lagi kalau professor atau
> advisornya ikut-ikutan benci Indonesia. Wih....., betapa nggak enaknya
> hidup dikelilingi situasi seperti itu, sementara di satu sisi harus
> menuntut ilmu dan bahkan sebagian (yang bayar sendiri) sudah ngabisin
duit
> yang nggak sedikit.
>
> Lalu, bagaimana sikap terbaik yang harus dipunyai mereka dalam situasi
> seperti ini?
>
> Kasian ya....?!
>
> Salam,
> Budi
>
--
Sent through Global Message Exchange - http://www.gmx.net