Budi:
<<... Dimanapun mereka berada (di kelas, di halaman kampus, di library, di
mall, dll.), tentu akan berhadapan dengan tatapan benci, menghina, dan
mencemooh yang dilontarkan oleh orang-orang Aussie. Belum lagi kalau
professor atau advisornya ikut-ikutan benci Indonesia. Wih....., betapa nggak
enaknya hidup dikelilingi situasi seperti itu, sementara di satu sisi harus
menuntut ilmu dan bahkan sebagian (yang bayar sendiri) sudah ngabisin duit
yang nggak sedikit. ... >>
saya:
pengen ikutan komentar juga ah cerita tentang asutralia ini.
dimanapun, entah di australia atau di amerika atau di jerman bahkan mungkin
juga di indonesia, situasi terasa manis atau pahit, getir atau menyenangkan
akan selalu bisa terasa.
tergantung bagaimana melihat situasinya.
kadang di dc yang katanya banyak orang indonesia (dibandingkan di charlotte,
nc), bisa terasa pahit dalam situasi seperti sekarang. tapi bisa juga menjadi
tempat yang penuh support system, kalau memang kita pandang dan rasakan
demikian.
tatapan benci dan menghina?
sudah sering juga dirasakan oleh masyarakat di sini juga (terutama yang lagi
apes ketemu 'orang-oran jelek' dan yang mempunyai rasa pd dan nyali agak
kecil)
kalau profesor dan teman dikampus ikut-ikutan membenci? kenapa tidak kita
demo balik. kita kerahkan kawan-kawan senasib, kawan-kawan sebangsa. kita
tunjukkan bahwa kita-kita tidak sama dengan kaum militer pada umumnya yang
mereka benci.
tapi sayangnya, kita bisa mendemo balik atau bersikap balik kalau kita merasa
cukup kuat dan punya nyali. kita punya nyali dan cukup kuat kalau kita-kita
bersatu. susahlah mau bersikap kalau kita tak mau menyatukan langkah (cieee
gaya bahasa prd nih, tapi memang bener kok :-)).
kita bisa bersikap setara (equal, buat yang lupa :-)) kalau kita punya sikap,
punya moral, punya modal dengan kebenaran yang dijadikan landasan berpijak.
diberi beasiswa oleh negara 'maju'?
tak akan membuat kita merasa tak nyaman. yang mereka berikan bukanlah
bantuan. tak ada yang bisa kaya kalau tak ada yang miskin. tak ada yang
memberi kalau tak ada yang menerima. dua-duanya setara.
(catatan: kalo ada teman-teman yang berhenti dapat beasiswa karena worldbank
atau lembaga yang lain memberi sanksi, kita demo aja rame-rame, setuju nggak)
mengenai agus di australia yang mengundurkan diri, seperti yang diucapkannya,
dia punya alasan sendiri. mudah-mudahan pilihan terbaik dan paling memuaskan
buat diri dan situasinya. mudah-mudahan balik ke indonesia memberikan
kesempatan lebih banyak untuk berbuat buat dia.
gitu aja ah.. capek gue!
salam,
ver