> Yw: Lha, ini apa ruginya? Situs Antara itu (dan harian-harian nasional/
>     internasional) isinya cuma berita. Ibarat koran, hari ini hangat,
>     selang nggak lama, akan jadi koran bekas. Jadi si hacker itu cuma
>     berhasil menghack koran bekas, jadi apa hebatnya? For obvious reason,
>     situs-situs yg isinya cuma gituan doang, nggak perlu capek-capek
>     diamankan seketat fort knox, lah yau. Biar nggak boros. Sebagaimana
>     koran bekas pun tidak perlu disimpan di safe deposit box... ;-)

kalau saya sih lebih melihat bahwa idenya bukan 'koran bekas yang diambil
maling', tapi lebih tepat kalau dianalogikan sebagai semacam 'mengganti
taplak meja/mengganti seprai tempat tidur' di rumah orang lain. coba
bayangkan jika anda mengalami seperti ini, pasti gusar kan ? padahal apa sih
sebenarnya buat mereka esensinya mengganti taplak meja di rumah orang lain ?
tentunya adalah menunjukkan bahwa dia bisa masuk rumah kita seenaknya,
mengganti2 barang2 kita semaunya, dan pergi lagi, tanpa kita bisa apa2.
mungkin memang tidak ada kerugian material, paling tidak, tidak terlalu
signifikan-lah, tapi apakah ini berarti rumah kita tetap tidak usah dikunci
kalau pergi kemana2 ?

>     Coba aja bayangin, kalo ada server yg isinya macam detik.com itu,
>     lalu didesain utk nggak tembus hacker dari segala raja hacker,
>     lebih tahan hacker dari pada situs FBI,... yang tentunya biaya
>     pengamanannya juga setara (atau lebih) dari FBI (dalam mengamankan
>     informasi/datanya),... lha, manajemennya detik.com apa nggak
>     diketawain anak-anak kecil (dan digoblok-goblokin orang tua)?

saya rasa sih tidak seheboh itu kok, asalkan administrator-nya rajin baca
berita security terakhir dan melakukan update pada servernya, dan tentunya
melakukan hal2 yang memang standar dalam security server, saya rasa tidak
akan banyak makan biaya. dan jelas lebih punya 'harga diri' dibandingkan
dengan diam saja saat 'seprai tempat tidur' kita diganti2 orang lain
seenaknya.

one more thing : detik.com tidak dicrack (bukan hack), justru detik.com yang
memberitakan cracking massal di website2 indonesia

>     Anyway, server-server kritikal, yg misalnya menyimpan data
>     rekening nasabah bank, etc. di Indonesia hampir-hampir nggak
>     ada yg terhubung ke (global) internet, bukan? Jadi apa yg mau
>     dihack? Jadi para hackers itu emang dasarnya udah gagal
>     total dari awalnya. Lalu cari-cari... Seolah ngincer janda
>     kembang, gagal,... kambing betinanyalah yg diembat... Ha, ha...

saya rasa para cracker itu juga tidak tertarik untuk tembus bank kok, ya
kalau ada kesempatan pasti mereka nggak akan lewatkan, tapi tujuan utamanya
bukan cari duit supaya kaya, melainkan mereka memang hanya kepingin
'mengganti seprai' kita, menuliskan di 'seprai' tersebut apa2 saja sifat2
jelek kita dan mengumumkan ke seluruh tetangga bahwa rumah kita mudah
dimasuki dan diobrak-abrik, serta mengumumkan apa2 saja yang mereka tuliskan
di seprai tersebut..

>     Kata pepatah: Ingin hati memeluk gunung, apa daya, mereka
>     nggak tahu, gunung itu sebenernya apa, dan ada ato enggak... ;-)

ini adalah bagian dari perang dingin, jadi mereka tidak akan perduli ada
gunung atau tidak, apakah gunung atau bukit, seprai atau taplak meja, yang
penting buat mereka adalah memberi tahu dunia internasional bahwa mereka
punya point, dan mereka bisa tulis itu di dahi kita sendiri, umumkan ke
seluruh dunia, tanpa kita bisa berbuat apa2.... and will you now still think
that it is unnecessary to protect indonesian websites ?

just my two cents,


emilr

Kirim email ke