Mbak Ida,
Saya tidak heran sedikitpun dengan posisi ETAN itu. Dari dulu mereka memang
seperti itu. Saya justru heran kenapa banyak mahasiswa Indonesia yang simpati
kepada mereka hanya dengan membaca selebaran mereka tanpa pernah menyelidiki
dulu latar belakang organisasi itu dan paa anggotanya.
Oleh karena itulah, komposisi UNAMET yang sekitar 60-70%-nya terdiri dari
orang-orang ETAN dan simpatisannya oleh kelompok pro-otonomi dianggap tidak fair
dan akan menjadi sumber masalah dalam proses jajak pendapat. Dan memang benar,
pada waktu kelompok pro-otonomi protes mengenai kecurangan-kecurangan dalam
jajak pendapat, UNAMET cuek saja malah mempercepat pengumuman hasil jajak
pendapat dari rencana semula 7 hari menjadi 4 hari setelah jajak pendapat
dilakukan, tanpa konsultasi dengan Pemerintah Indonesia. Saya tidak pernah
meragukan bahwa mayoritas penduduk Timtim memang menginginkan kemerdekaan. Namun
hal itu bukan menjadi alasan bagi orang-orang asing itu maupun siapapun untuk
berbuat kecurangan dan membodohi orang-orang Timtim dan bangsa Indonesia. Saya
juga tidak dapat menerima alasan kecurangan itu sebagai dasar dilakukannya
berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi di Timtim. Namun demikian, kita harus
tahu dulu duduk perkara suatu persoalan sebelum dapat menyelesaikannya.
Kecurangan-kecurangan itu serta dicuekkannya protes dari kelompok pro-otonomi
itulah yang membuat mereka ngamuk. Namun di pers barat kan tidak tercermin
demikian. Pers menggambarakannya seakan-akan sebagai ketidak-relaan pro-otonomi
menerima kekalahan. Loosing is one thing...being betrayed is another thing.
Sekedar tambahan informasi, Allan Nairn dan Amy Goodman adalah anggota dewan
kehormatannya ETAN. Makanya saya sampaikan berkali-kali bahwa bangsa Indonesia
tidak memerlukan orang-orang seperti itu datang ke Indonesia karena cuma bikin
rusuh. Sedangkan Noam Chomsky yang sering dikutip oleh beberapa teman dalam
milis ini adalah semacam mahaguru spiritual-nya ETAN. Saya kembali lagi
terheran-heran kalau orang-orang seperti mereka ini dianggap sebagai pahlawan
oleh teman-teman. ETAN inilah yang menjadi sponsor utama Ramos Horta cs dalam
kegiatan mereka di mancanegara.
Disamping isu Timtim, orang-orang ETAN cs itu sebenarnya sudah lama sangat sakit
hati kepada Pemerintah Indonesia, terutama ABRI, karena dianggap
bertanggungjawab membunuh teman-teman mereka tokoh dan anggota PKI pada saat
G-30S tahun 1965. Silakan baca puluhan buku dan tulisan Chomsky dan Nairn,
saudara-saudara nanti dapat melihat kira-kira ideologi mereka itu apa.
Kalau ada pertemuan seperti itu lagi di kampus anda, saya dengan senang hati
bersedia menghadirinya. Apabila dimungkinkan, saya juga bersedia kalau dapat
menjadi anggota panel, sehingga mudah-mudahan bangsa kita tidak terus dibodohi
dan ditertawakan oleh orang-orang Amerika yang kurang mengerti persoalan Timtim
dan ETAN, sehingga menerima saja bulat-bulat penjelasan mereka. Atau, kalau
melihat kemampuan anda yang begitu tajam menganalisis permasalahan
berat-sebelahnya ETAN, kenapa anda tidak ikut bicara dalam acara itu. Kalau hal
itu tidak mungkin, anda dan teman-teman mungkin dapat membuat forum tandingan.
Saya setuju dengan anda bahwa kalau orang-orang seperti itu dibiarkan mengoceh
tanpa tandingan, yang rugi bukan cuma Pemerintah atau TNI, tapi seluruh bangsa
Indonesia.
Salam
Mahendra
Notrida Mandica wrote:
> Dear Permias,
>
> Kemarin malam, ETAN representative mengunjungi Northern Illinois University
> untuk mencari dukungan bagi East Timor. Sebagai mahasiswa yang mendukung
> independence for East Timor, saya sangat kecewa bahwa ETAN menyiarkan video
> tape tentang Indonesia and menjelaskan posisi Indonesia yang beberapa
> faktanya tidak akurat.
>
> Pertama:
> Video tape yang dibuat oleh wartawan Australia itu menyebutkan bahwa
> Penajajahan Jepang masih lebih baik dari Militer Indonesia di East Timor.
> This is factually and morally wrong. Tak ada colonial yang baik apapun
> alasannya. Nampaknya representative ETAN, Kristen, tidak mengetahui bahwa
> kebiadaban colonial Jepang di Indonesia.
> Kelihatan sekali bahwa mereka menghalalkan jenis kebiadaban yang dilalukan
> oleh negara lain untuk menghantam Indonesia.
>
> Kedua:
> Masih di video tersebut, Ramos Horta menyatakan bahwa Portugis adalah
> penjajah yang baik dan tidak mengganggu orang-orang di East Timor.
> Pernyataan ini totally wrong sebab pada masa itu, tahun 1970an Portugis
> dipimpin oleh pemerintahan militer otoriter. East Timor telah diperas dan
> jarah oleh Bangsa Portugis selama 450 tahun.
>
> Ketiga:
> ETAN menyebarkan selebaran yang meminta peserta untuk mendukung Economic
> Sanction and Pemutusan Bantuan untuk Militer. Nampaknya ETAN tidak berfikir
> bahwa mereka hendak menyelamatkan 400.000 orang East Timor tapi tidak peduli
> jika mereka menghabiskan nyawa 180 juta bangsa Indonesia yang lebih dari
> setengahnya saat ini telah hidup dalam keminiskinan. Saya sangat setuju
> jika bantuan militer dihapuskan.
>
> Keempat:
> ETAN dan video presentasinya menyatakan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa
> Muslim terbesar di dunia dan mereka membunuh Chatolic di East Timor. Ini
> totally wrong sebab konflik East Timor bukan konflik agama. LB. Murdani
> adalah Chatolic dan beliau yang menyetujui pengiriman Pasukan Komando di
> East Timor. Penduduk Indonesia 85 % beragama Islam dan pemerintahnya
> membunuh Rakyat Aceh yang beragama Islam.
>
> Kelima:
> ETAN tidak menjelaskan bahwa kalangan universitas dan intellectual dan
> sebagian penduduk Indonesia mendukung kemerdekaan East Timor dan sebagian
> besar Rakyat East Timor sekarang mengungsi ke negara Indonesia.
>
> Kita mengutuk penindasan TNI di East Timor, tapi kita harus berdiri tegak
> menjelaskan situasi Indonesia kepada orang-orang yang tidak mengetahui
> posisi Rakyat Indonesia!
>
> salam,
>
> ida
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com