Tolong unsubscribe me from permias. Thanks.

Sinta

-----Original Message-----
From: Mahendra Siregar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, September 23, 1999 11:12 AM
Subject: Re: CAMPAIGN ETAN-UNFAIR


>Mbak Ida,
>
>Saya tidak heran sedikitpun dengan posisi ETAN itu. Dari dulu mereka memang
>seperti itu. Saya justru heran kenapa banyak mahasiswa Indonesia yang
simpati
>kepada mereka hanya dengan membaca selebaran mereka tanpa pernah
menyelidiki
>dulu latar belakang organisasi itu dan paa anggotanya.
>
>Oleh karena itulah, komposisi UNAMET yang sekitar 60-70%-nya terdiri dari
>orang-orang ETAN dan simpatisannya oleh kelompok pro-otonomi dianggap tidak
fair
>dan akan menjadi sumber masalah dalam proses jajak pendapat. Dan memang
benar,
>pada waktu kelompok pro-otonomi protes mengenai kecurangan-kecurangan dalam
>jajak pendapat, UNAMET cuek saja malah mempercepat pengumuman hasil jajak
>pendapat dari rencana semula 7 hari menjadi 4 hari setelah jajak pendapat
>dilakukan, tanpa konsultasi dengan Pemerintah Indonesia. Saya tidak pernah
>meragukan bahwa mayoritas penduduk Timtim memang menginginkan kemerdekaan.
Namun
>hal itu bukan menjadi alasan bagi orang-orang asing itu maupun siapapun
untuk
>berbuat kecurangan dan membodohi orang-orang Timtim dan bangsa Indonesia.
Saya
>juga tidak dapat menerima alasan kecurangan itu sebagai dasar dilakukannya
>berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi di Timtim. Namun demikian, kita
harus
>tahu dulu duduk perkara suatu persoalan sebelum dapat menyelesaikannya.
>Kecurangan-kecurangan itu serta dicuekkannya protes dari kelompok
pro-otonomi
>itulah yang membuat mereka ngamuk. Namun di pers barat kan tidak tercermin
>demikian. Pers menggambarakannya seakan-akan sebagai ketidak-relaan
pro-otonomi
>menerima kekalahan. Loosing is one thing...being betrayed is another thing.
>
>Sekedar tambahan informasi, Allan Nairn dan Amy Goodman adalah anggota
dewan
>kehormatannya ETAN. Makanya saya sampaikan berkali-kali bahwa bangsa
Indonesia
>tidak memerlukan orang-orang seperti itu datang ke Indonesia karena cuma
bikin
>rusuh. Sedangkan Noam Chomsky yang sering dikutip oleh beberapa teman dalam
>milis ini adalah semacam mahaguru spiritual-nya ETAN. Saya kembali lagi
>terheran-heran kalau orang-orang seperti mereka  ini dianggap sebagai
pahlawan
>oleh teman-teman. ETAN inilah yang menjadi sponsor utama Ramos Horta cs
dalam
>kegiatan mereka di mancanegara.
>
>Disamping isu Timtim, orang-orang ETAN cs itu sebenarnya sudah lama sangat
sakit
>hati kepada Pemerintah Indonesia, terutama ABRI, karena dianggap
>bertanggungjawab membunuh teman-teman mereka tokoh dan anggota PKI pada
saat
>G-30S tahun 1965. Silakan baca puluhan buku dan tulisan Chomsky dan Nairn,
>saudara-saudara nanti dapat melihat kira-kira ideologi mereka itu apa.
>
>Kalau ada pertemuan seperti itu lagi di kampus anda, saya dengan senang
hati
>bersedia menghadirinya. Apabila dimungkinkan, saya juga bersedia kalau
dapat
>menjadi anggota panel, sehingga mudah-mudahan bangsa kita tidak terus
dibodohi
>dan ditertawakan oleh orang-orang Amerika yang kurang mengerti persoalan
Timtim
>dan ETAN, sehingga menerima saja bulat-bulat penjelasan mereka. Atau, kalau
>melihat kemampuan anda yang begitu tajam menganalisis permasalahan
>berat-sebelahnya ETAN, kenapa anda tidak ikut bicara dalam acara itu. Kalau
hal
>itu tidak mungkin, anda dan teman-teman mungkin dapat membuat forum
tandingan.
>Saya setuju dengan anda bahwa kalau orang-orang seperti itu dibiarkan
mengoceh
>tanpa tandingan, yang rugi bukan cuma Pemerintah atau TNI, tapi seluruh
bangsa
>Indonesia.
>
>Salam
>Mahendra
>
>Notrida Mandica wrote:
>
>> Dear Permias,
>>
>> Kemarin malam,  ETAN representative mengunjungi Northern Illinois
University
>> untuk mencari dukungan bagi East Timor.  Sebagai mahasiswa yang mendukung
>> independence for East Timor,  saya sangat kecewa bahwa ETAN menyiarkan
video
>> tape tentang Indonesia and menjelaskan posisi Indonesia yang beberapa
>> faktanya tidak akurat.
>>
>> Pertama:
>> Video tape yang dibuat oleh wartawan Australia itu menyebutkan bahwa
>> Penajajahan Jepang masih lebih baik dari Militer Indonesia di East Timor.
>> This is factually and morally wrong.  Tak ada colonial yang baik apapun
>> alasannya.  Nampaknya representative ETAN, Kristen, tidak mengetahui
bahwa
>> kebiadaban colonial Jepang di Indonesia.
>> Kelihatan sekali bahwa mereka menghalalkan jenis kebiadaban yang
dilalukan
>> oleh negara lain untuk menghantam Indonesia.
>>
>> Kedua:
>> Masih di video tersebut, Ramos Horta menyatakan bahwa Portugis adalah
>> penjajah yang baik dan tidak mengganggu orang-orang di East Timor.
>> Pernyataan ini totally wrong sebab pada masa itu, tahun 1970an Portugis
>> dipimpin oleh pemerintahan militer otoriter.  East Timor telah diperas
dan
>> jarah oleh Bangsa Portugis selama 450 tahun.
>>
>> Ketiga:
>> ETAN menyebarkan selebaran yang meminta peserta untuk mendukung Economic
>> Sanction and Pemutusan Bantuan untuk Militer.  Nampaknya ETAN tidak
berfikir
>> bahwa mereka hendak menyelamatkan 400.000 orang East Timor tapi tidak
peduli
>> jika mereka menghabiskan nyawa 180 juta bangsa Indonesia yang lebih dari
>> setengahnya saat ini telah hidup dalam keminiskinan.  Saya sangat setuju
>> jika bantuan militer dihapuskan.
>>
>> Keempat:
>> ETAN dan video presentasinya menyatakan bahwa Bangsa Indonesia adalah
bangsa
>> Muslim terbesar di dunia dan mereka membunuh Chatolic di East Timor.  Ini
>> totally wrong sebab konflik East Timor bukan konflik agama. LB. Murdani
>> adalah Chatolic dan beliau yang menyetujui pengiriman Pasukan Komando di
>> East Timor.  Penduduk Indonesia 85 % beragama Islam dan pemerintahnya
>> membunuh Rakyat Aceh yang beragama Islam.
>>
>> Kelima:
>> ETAN tidak menjelaskan bahwa kalangan universitas dan intellectual dan
>> sebagian penduduk Indonesia mendukung kemerdekaan East Timor dan sebagian
>> besar Rakyat East Timor sekarang mengungsi ke negara Indonesia.
>>
>> Kita mengutuk penindasan TNI di East Timor, tapi kita harus berdiri tegak
>> menjelaskan situasi Indonesia kepada orang-orang yang tidak mengetahui
>> posisi Rakyat Indonesia!
>>
>> salam,
>>
>> ida
>>
>> ______________________________________________________
>> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke