Saya merasa kecewa dengan ketidaksiapan TNI dalam menghadapi kemungkinan
penyusupan pasukan Interfet ke wilayah Indonesia.
Mungkin Wiranto sudah tidak kapabel lagi untuk duduk di kursi
Pangab, sehingga perlu lengser keprabon.
Seorang pangab seharus merupakan pribadi yg teguh, tidak plintat-
plintut. Kelakuan busuk yang merendahkan kedaulatan RI seperti ini saya rasa
akan terus dilanjutkan sebelum ada tindakan nyata dari TNI.
+anjas
-------------------------------------------------
Jumat, 1 Oktober 1999, 15:45 WIB
Helikopter Interfet Kejar Milisi Sampai ke P. Kisar
Kupang, Antara
Helikopter milik pasukan
multinasional PBB untuk Timtim (Interfet)
pekan lalu dilaporkan terbang
ke Pulau Kisar, Maluku Tenggara,
untuk mengejar milisia
pro-Jakarta yang melarikan diri dari Dili, Timor
Timur.
"Kami sudah melaporkan
masalah ini ke aparat keamanan di Kupang
dan Ambon, namun sampai
sejauh ini belum ada tanggapan," kata
saksi mata yang juga
Penasihat Yayasan "Keliwedo" Kisar, Aleks
Frans di Kupang, Jumat.
"Saya baru pulang dari Kisar
dan saya tahu ada helikopter asing
yang terbang malam hari dan
sempat mendarat beberapa kali di
Bandara JJ Backer di Wonreli,
Kisar. Mereka ke sana untuk mencari
para milisi," katanya. Hal
itu dibenarkan Ketua Yayasan "Keliwedo"
Kisar, Almeida LL Petrus.
"Ada helikopter asing yang
terbang ke Pulau Kisar pekan lalu pada
malam hari. Kami menduga itu
helikopter milik Interfet yang tengah
mengejar para milisi yang
lari menyelamatkan diri ke Pulau Kisar,"
tambah Almeida.
Sejumlah milisia pro-Jakarta,
pekan lalu, dilaporkan berlayar ke
Pulau Kisar dengan perahu
untuk menyelamatkan diri dari kejaran
Interfet. Di pulau yang
terlelak di tenggara Maluku itu telah
tertampung sekitar 3.000
pengungsi Timtim.
Pengungsi dari Timtim itu
umumnya berasal dari Kabupaten Lautem
dan Lospalos. Mereka memilih
mengungsi ke Pulau Kisar karena
jaraknya lebih dekat
ketimbang harus ke Kupang (NTT).
Menurut Aleks Frans,
kehadiran helikopter "siluman" milik Interfet
pada malam hari itu, cukup
membuat panik para pengungsi di pulau
itu. Mereka sangat cemas dan
penuh ketakutan.
"Karena keadaan ini, kami
laporkan ke aparat keamanan di Kupang
dan Ambon serta pemerintah
Indonesia untuk segera melayangkan
aksi protes ke PBB atas ulah
Interfet yang telah memasuki wilayah
hukum Indonesia tanpa izin,"
katanya.
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com