Nggak usah kecewa mas. Simpan dululah semangat, harga diri, dan rasa
kebangsaan anda itu saat ini. Apalah yang bisa diharapkan dari seorang
Wiranto dan seorang Habibie? Bukankah bangsa ini sudah tidak punya
kehormatan lagi ditangan mereka.....?!
Berdoa sajalah agar bangsa ini tidak sampai hancur sampai mereka-mereka dan
konco-konconya itu tersingkir dari elit pimpinan negara kita, sehingga kita
masih bisa bahu-membahu memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara kita,
Indonesia.
Salam,
Budi
At 08:50 AM 10/1/99 -0400, you wrote:
>Saya merasa kecewa dengan ketidaksiapan TNI dalam menghadapi kemungkinan
>penyusupan pasukan Interfet ke wilayah Indonesia.
>Mungkin Wiranto sudah tidak kapabel lagi untuk duduk di kursi
>Pangab, sehingga perlu lengser keprabon.
>
>Seorang pangab seharus merupakan pribadi yg teguh, tidak plintat-
>plintut. Kelakuan busuk yang merendahkan kedaulatan RI seperti ini saya rasa
>akan terus dilanjutkan sebelum ada tindakan nyata dari TNI.
>
>+anjas
>
>
>-------------------------------------------------
>Jumat, 1 Oktober 1999, 15:45 WIB
>
>Helikopter Interfet Kejar Milisi Sampai ke P. Kisar
>
> Kupang, Antara
>
> Helikopter milik pasukan
>multinasional PBB untuk Timtim (Interfet)
> pekan lalu dilaporkan terbang
>ke Pulau Kisar, Maluku Tenggara,
> untuk mengejar milisia
>pro-Jakarta yang melarikan diri dari Dili, Timor
> Timur.
>
> "Kami sudah melaporkan
>masalah ini ke aparat keamanan di Kupang
> dan Ambon, namun sampai
>sejauh ini belum ada tanggapan," kata
> saksi mata yang juga
>Penasihat Yayasan "Keliwedo" Kisar, Aleks
> Frans di Kupang, Jumat.
>
> "Saya baru pulang dari Kisar
>dan saya tahu ada helikopter asing
> yang terbang malam hari dan
>sempat mendarat beberapa kali di
> Bandara JJ Backer di Wonreli,
>Kisar. Mereka ke sana untuk mencari
> para milisi," katanya. Hal
>itu dibenarkan Ketua Yayasan "Keliwedo"
> Kisar, Almeida LL Petrus.
>
> "Ada helikopter asing yang
>terbang ke Pulau Kisar pekan lalu pada
> malam hari. Kami menduga itu
>helikopter milik Interfet yang tengah
> mengejar para milisi yang
>lari menyelamatkan diri ke Pulau Kisar,"
> tambah Almeida.
>
> Sejumlah milisia pro-Jakarta,
>pekan lalu, dilaporkan berlayar ke
> Pulau Kisar dengan perahu
>untuk menyelamatkan diri dari kejaran
> Interfet. Di pulau yang
>terlelak di tenggara Maluku itu telah
> tertampung sekitar 3.000
>pengungsi Timtim.
>
> Pengungsi dari Timtim itu
>umumnya berasal dari Kabupaten Lautem
> dan Lospalos. Mereka memilih
>mengungsi ke Pulau Kisar karena
> jaraknya lebih dekat
>ketimbang harus ke Kupang (NTT).
>
> Menurut Aleks Frans,
>kehadiran helikopter "siluman" milik Interfet
> pada malam hari itu, cukup
>membuat panik para pengungsi di pulau
> itu. Mereka sangat cemas dan
>penuh ketakutan.
>
> "Karena keadaan ini, kami
>laporkan ke aparat keamanan di Kupang
> dan Ambon serta pemerintah
>Indonesia untuk segera melayangkan
> aksi protes ke PBB atas ulah
>Interfet yang telah memasuki wilayah
> hukum Indonesia tanpa izin,"
>katanya.
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>