saya setuju dengan bung Jeffrey,
kalau kedaulatan negara kita telah diinjak-injak oleh negara lain maka
seharusnya TNI bersikap, mempertahankan kedaulatan negara. Kalau betul
interfet telah melewati batas teritorial Indonesia mestinya Wiranto
menyatakan sikapnya dong sampai saat ini kok dikoran-koran tidak ada
beritanya.Ada satu pertanyaan dalam benak saya, ' APAKAH TNI TAKUT DENGAN
INTERFET ?'  kenapa saya berpendapat seperti ini, hal ini disebabkan oleh
tayangan TV pada bulan yang lalu pada waktu interfet pertama kali masuk ke
timtim , pada waktu itu interfet mencari milisi bersenjata yang
diperkirakan ada di kodim timor-timur ternyata yang ada disana hanya TNI
interfet masuk secara paksa saat itu, kenapa TNI tidak mengambil sikap.
Apakah TNI hanya berani dengan rakyatnya seperti kejadian di ACEH, MALUKU,
IRIAN, DAN TIMTIM dulu.
Saya juga setuju bila komisi HAM dunia akan memeriksa setiap
kejahatan-kejahatan perang di TIMTIM sebab dengan memeriksa kejahatan
perang yang dilakukan oleh TNI mungkin TNI akan mengubah sikapnya yang
arogan terhadap bangsanya sendiri.

From
Denny G. L


On Fri, 1 Oct 1999, Jeffrey Anjasmara wrote:

using "# "#Saya merasa kecewa dengan ketidaksiapan TNI dalam menghadapi kemungkinan
using "# "#penyusupan pasukan Interfet ke wilayah Indonesia.
using "# "#Mungkin Wiranto sudah tidak kapabel lagi untuk duduk di kursi
using "# "#Pangab, sehingga perlu lengser keprabon.
using "# "#
using "# "#Seorang pangab seharus merupakan pribadi yg teguh, tidak plintat-
using "# "#plintut. Kelakuan busuk yang merendahkan kedaulatan RI seperti ini saya rasa
using "# "#akan terus dilanjutkan sebelum ada tindakan nyata dari TNI.
using "# "#
using "# "#+anjas
using "# "#
using "# "#
using "# "#-------------------------------------------------
using "# "#Jumat, 1 Oktober 1999, 15:45 WIB
using "# "#
using "# "#Helikopter Interfet Kejar Milisi Sampai ke P. Kisar
           Kupang

Kirim email ke