Maraknya berita pembagian senjata oleh Interfet, dan dulu oleh UNAMET kepada
pasukan Falintil menunjukkan bahwa Aussie dan NZ, serta AS
bersungguh-sungguh dalam menciptakan negara boneka TImtim. Sebagaimana
layaknya negara boneka, mereka harus selalu siap menjadi pelayan majikannya.
Untuk melihat bagaimana (bekas) negara boneka, silakan lihat Panama yang
berdiri karena AS berkepentingan atas Panama Canal. Untuk informasi, Panama
adalah bagian dari Columbia. Pada saat pemerintahan Columbia berkehendak
menasionalisasi terusan Panama, maka AS melakukan aksi-aksi, yaitu
mendalangi kelompok-kelompok tertentu untuk melawan pemerintahan Columbia,
dan akhirnya mendirikan negara tersendiri. Baru beberapa tahun yang lalu
pemerintahan Panama relatif mampu bebas dari pengaruh AS di segala aspek
kehidupannya. Walaupun begitu, kehadiran pasukan AS masih tetap ada di
terusan tsb, relatif thd jaman dulu (yang buanyak sekalee). Sejarah tentang
Panama dibicarakan secara terbuka, bahkan oleh masy. AS sendiri (Kok nggak
malu ya?).
Untuk Bung Moko, pertanyaan saya tentang yg mana yg betul dari pernyataan
Menhan Aussie Mur-baut, ternyata semuanya adalah benar. Kejadiannya adalah
berturutan di mana harian SMH terlambat meng-update relatif thd Kompas. Hari
ini bahkan SMH menuliskan pertentangan antara Howard Coward dengan Menhan
Mur mengenai issue boleh tidaknya tentara Aussie melintasi perbatasan.
Menhan Mur dibela oleh media massa atas kritikan Howard Coward tersebut. Di
lapangan, walaupun Mayjen Cockroach menyatakan bahwa pasukannya tidak
berpikir untuk melintasi perbatasan, nyatanya dia hanya berdiplomasi saja.
Terjadinya penyusupan helikopter ke Maluku Tenggara adalah bukti
ke-dasamuka-an Cockroach dan para petinggi Aussie.
Lalu bagaimana modus operandi pembagian senjata kepada Falintil? Jawabannya
sangat mudah! Mula-mula Interfet mengklaim bahwa mereka menemukan gudang
senjata yang ditinggal pergi oleh TNI (sangat ramai di SMH 2 hari yg lalu,
dan di CNN juga ada). Lalu kemarin pasukan Falintil turun gunung dengan
membawa segerobak senjata, yg diklaim sbg penemuan mereka atas gudang
tersembunyi TNI. Berita penemuan gudang senjata meliputi ribuan pucuk
senapan M16, ratusan ribu peluru, mortar ukuran 60mm buatan perancis,
sehingga lebih dari cukup untuk mempersenjatai pasukan se-divisi! Secara
akal sehat, dengan minimnya persenjataan dari TNI sendiri, mereka tidak akan
meninggalkan persenjataannya begitu saja. Skenario lain misalnya biar
ditemukan oleh Milisi pro-integrasi juga dengan mudah dapat ditolak. Ngapain
capek-capek menyimpan dengan resiko? Mending dibagi di Atambua (itu kalau
mau).
Dengan klaim penemuan persenjataan oleh Interfet serta pasukan Falintil,
maka di masa yang akan datang tidak akan ada pihak yang dapat menyalahkan
Interfet (dan AS) bila tiba-tiba pasukan Falintil bersenjata lengkap. Mereka
akan mengklaim bahwa Falintil menemukan persenjataan TNI yang ditinggalkan!
Sungguh pintar kelakuan mereka ini.
+jeffrey anjasmara
Catatan: Buat yg ingin menengok SMH silakan di www.smh.com.au
-------------------
Jumat, 1 Oktober 1999, 11:40 WIB
Interfet Bagi Senjata Kepada Falintil, Tidak Mengejutkan
Atambua, NTT, Antara
Pembagian senjata kepada Falintil (sayap militer pro-kemerdekaan -
red) yang dilakukan Pasukan PBB di Timor Timur bukan sebagai
informasi yang mengejutkan, kata Penanggung Jawab Forum
Bersama Kelompok Mahasiswa (Forbes Kemah) Timtim untuk
Otonomi Octavio AJO Soares. Lengkapnya di:
http://www.kompas.com/kompas-cetak/berita-terbaru/4082.html
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com