Yang ini juga nggak perlu terlalu dirisaukan. Interfet mau bagi-bagi permen
kek, bagi-bagi sate kek, atau bagi-bagi apapun untuk Falintil biarin saja.
Ngapain dipusingin.....?! Toh secara hukum Tim-tim telah lepas dari RI.
Jadi, mau nungging kek, mau telentang di atas pohon kek, biarin saja mereka
kerjain.
Cuman, buat mereka-mereka yang masih pingin bergabung dengan Indonesia, ya
dibantu setelah mereka berada di luar Tim-tim. Anggap saja mereka yang
masih tertinggal di Tim-tim memang sedang bernasib jelek. Bagusnya sih,
yang pro-integrasi bisa menyadari posisinya seperti halnya juga yang
pro-kemerdekaan untuk bisa saling berdamai dan kembali bersama-sama
membangun Tim-tim yang merdeka dengan damai. Khan mungkin saja yang
pro-kemerdekaan pegang pimpinan pemerintahan, sedangkan yang pro-integrasi
sebagai oposannya. Bukankah mereka itu masih sebangsa dan sesaudara...?!
Salam,
Budi
At 09:34 AM 10/1/99 -0400, you wrote:
>Maraknya berita pembagian senjata oleh Interfet, dan dulu oleh UNAMET kepada
>pasukan Falintil menunjukkan bahwa Aussie dan NZ, serta AS
>bersungguh-sungguh dalam menciptakan negara boneka TImtim. Sebagaimana
>layaknya negara boneka, mereka harus selalu siap menjadi pelayan majikannya.
>
........dihapus.......