Maaf Bung Kamil, saya maksudkan agar mahasiswa tidak usah berdemo-demo kayak
yg dilakukan oleh FAMRED dan FORKOT saat ini. Kan sampai hari terakhir
mereka masih mengancam akan turun demo bila hasilnya tidak memuaskan mereka.
Masalahnya kata 'puas' sangat kualitatif, bisa-bisa nggak ada
habis-habisnya. Jadi kalau berdemo untuk urusan lain sih masih bisa lah.
Mengenai SU MPR sendiri saya cukup puas, karena sudah mencerminkan sifat
reformasi itu sendiri. Justru itu saya bilang mahasiswa tidak usah demo
(untuk masalah arus reformasi ini).
Mengenai skenario siapa yg bakal jadi presiden, saya melihat terlalu banyak
kemungkinannya. Makanya saya kurang tertarik membahasnya. Saya juga heran
bin bingung bila melihat keakraban Akbar dengan Megawati akhir-akhir ini.
Hanya saya tidak melihat relevansi langkah kerjasama antara Golkar dengan
Poros tengah (dalam pemilihan Ketua MPR), dengan kerjasama antara Golkar
dengan PDIP+PKB (untuk pemilihan presiden). Kesan yang saya tangkap justru
Akbar hendak mensejajarkan dirinya dengan Mega, alias membuka kemungkinan
dia jadi presiden vs. Megawati. Alias, Habibie mundur diganti oleh Akbar.
Bila Akbar naik, poros tengah makin kuat mendukung Golkar (bila mereka masih
tidak punya calon kuat).
Ada masalah dengan TNI, karena Akbar pernah ribut dengan orang militer
masalah jabatan ketua Golkar. Alhasil TNI bisa-bisa beralih ke PDIP+PKB.
Bila Megawati menang jadi presiden, besar kemungkinan Akbar jadi wapres
seperti anda bilang. Mengapa? Seperti saya tulis sebelumnya, siapapun
pemenangnya tidak ingin ada oposisi yg terlalu kuat. Oya, ini asumsi bila
wapres masih merupakan hak presiden untuk ikut campur tangan. Tidak tahu
juga kalau wapres ditentukan oleh:
- mekanisme penyandingan dari awal, atau
- mekanisme siapa yg kalah jadi wapres, atau
- mekanisme pemilihan presiden dan wapres yg benar-benar terpisah
(ada list calon presiden dan list calon wapres).
Ada yg tahu? Semoga saja tebakan saya salah, karena saya tidak ingin ada
power sharing. Mengenai Megawati mesti jadi presiden, wah ini yang kurang
sreg. Pemilu kemarin lebih merupakan lomba besar-besaran nilai tawar partai
untuk menge-gol-kan calonnya. Kalau partainya menang 70% pun, bila dalam
pemilihan presiden tidak solid, sang calon bisa juga tersungkur. Itulah
aturan main dari sistem kita kan? Makanya Suharto alergi dengan calon ganda
biarpun Golkar menang telak.
Saya sih lebih memandang bahwa ini masalah persaingan antara PDIP+PKB vs
Golkar+Poros Tengah+TNI, sejak dari pemilihan Ka MPR, Ka DPR, dan presiden.
Alasannya? PKB saja sudah bilang tidak akan menerima pertanggungjwaban
Presiden, bagaimana mereka mau kerjasama dengan Golkar? Yah, bagaimanapun
kemungkinan lain terbuka lebar. Kompromi dan bagi-bagi jatah kekuasaan dapat
membalik semua analisis kita. Kan masih ada 2 minggu lebih untuk
kasak-kusuk.
Salam,
Jeffrey Anjasmara.
---------------------------
>From: kamil abu <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: "Indonesian Development Studies --
>http://web.syr.edu/~suisa/ids/" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Bagaimana sikap mahasiswa?
>Date: Mon, 4 Oct 1999 19:45:24 +0100
>
>Bung Jeff,
>Kemenangan Mas Amien itu karena memang dibutuhkan pemimpin
>untuk amandemen UUD 45, juga dibutuhkan pemimpin yang
>kritis meminta petanggungjawaban presiden di mana
>direncanakan dilakukan tiap tahun dibandingkan tiap lima
>tahun. Jadi posisi ketua MPR untuk saat ini adalah salah
>satu kunci keberhasilan reformasi itu sendiri.
>
>Ketua DPR yang akan dipilih besok diprediksi yang menang
>adalah Akbar Tanjung, tapi benarkah belaiu hanya sementara
>yang selanjutnya akan menjadi wapres di mana saya duga
>kalau scenario itu benar maka presidennya adalah Mbak Mega,
>makanya kita sering melihat Bung Tanjung dan Mbak Mega
>duduk bersandingan. Lalu kemana Gus Dur, menurut saya Gus
>Dur akan dijadikan kuda hitam kalau ternyata Oom Rudi tetap
>dicalonkan Golkar. Jadi Gus Dur akan diadu dengan Oom Rudi,
>tapi kalau Oom Rudi ditarik dari capres dan ternyata
>dimunculkan Bung Tanjung maka yang akan bersaing adalah
>Mbak Mega dimana Gus Dur akan duduk sebagai penasehat.
>
>Hanya saya masih menebak bahwa presiden adalah Gus Dur tapi
>agak ragu juga kalau ternyata Mbak Mega tak dapat posisi
>penting atau hanya mentri saja padahal partai beliau adalah
>pemenag pemilu, makanya dugaan saya calon presiden paling
>kuat adalah Mbak Mega.
>
>Bung Jeff anda minta mahasiswa agar lebih konsentrasi untuk
>meningkatkan lab di uni (meninggalkan demo politik
>dalam negeri) tapi juga minta untuk demo menentang hubungan
>dengan Aussie dan NZ. Yang mana yang bener?? urusan lab
>sich urusan dalam kampus, bahwa mahasiswa punya kegiatan di
>luar kampus itu kapanpun diperlukan karena kepedulian
>sospol itu harus dipupuk oleh siapapun terutama yang ingin
>jadi pemimpin.
>
>salam,
>
>----------------------
>kamil abu
>[EMAIL PROTECTED]
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com