>Pro dan kontra adalah hal yg biasa.
>Bagi yg kontra terlebih lagi yg mempermasalahkan
>walau Megawati capres pemenang pemilu tapi hanya
>mendapatkan 35% suara rakyat pada pemilu lalu ,
>silahkan tanyakan pada diri anda sendiri apakah anda
>setuju bila pemilihan presiden pada pemilu
>tahun 2004 dilakukan secara langsung.
>Kalau anda setuju untuk pemilihan secara langsung,
>tolong ceritakan ke saya apa jaminan anda presiden
>pemenang pemilu kelak bisa mendapatkan suara lebih
>dari 50%.
>
>Terima kasih.
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>
Ini yang bung Irwan tidak pahami, bahwa nuansa dan situasi pemilu (memilih
wakil-wakil rakyat di dewan) saat ini dengan pemilu langsung memilih
presiden (bila ini nanti disetujui) akan berbeda. Bila pemilu dilakukan
dengan memilih presiden, maka partai-partai yang berasas sama dan sepaham,
tentu hanya akan menjagokan capres yang sama pula. Mereka tidak akan ngotot
dengan capresnya sendiri-sendiri, karena bagaimanapun juga bila
masing-masing pihak mengajukan capresnya sendiri-sendiri, maka kemungkinan
untuk menang menjadi tipis.
Jadi, meskipun taroklah nanti pemilu diadakan langsung untuk memilih
presiden, maka peluang Mega-pun akan kecil, karena lawannya adalah calon
presiden yang didukung oleh partai-partai yang tidak mendukung Mega.
YMT
catatan : bila pemilu dilakukan langsung untuk memilih presiden, maka
kontestannyapun tidak akan sebanyak 48 orang, mungkin paling banyak 3
kontestan. Jadi apakah dengan angka 34% masih merasa optimis untuk menang ?