Saya jawab : Capres pemenang pemilu langsung, akan menang dan berhak jadi
presiden, walau mendapat suara absolut kecil. Tapi itu hanya mewakili
rakyat yang 29%, bukan rakyat banyak. Karena itulah resiko dari voting.
Tapi realistis lah, itu susah terjadi bila dilakukan lewat pemilu langsung,
karena buat yang mendapat suara sedikit, buat apa capek-capek berlaga,
mendingan digabungkan kepada capres yang masih seaspiratif.
Saya tahu arah pertanyaan anda bahwa anda ingin menyamakan dengan kondisi
pemilu yang memilih wakil-wakil rakyat. Jujur sajalah, kalau sistem yang
dipakai masih sistem perwakilan, pemenang pemilu yang tidak mutlak (51%)
jangan dulu bermimpi untuk bisa menggolkan calonnya menjadi presiden. Tapi
yang harus dilakukan adalah :
- Melakukan lobi terus-menerus kepada partai lain
- Tidak bersikap arogan
- Bersikap terbuka dan transparan
Simple saja, bukan ?
YMT
>Yang saya tanyakan kepada anda apakah capres
>pemenang hasil pemilihan langsung pada
>pemilu tahun 2004 nantinya bisa dikatakan mewakili rakyat
>walau hanya memperoleh 29% suara?
>
>Mudah2an pertanyaan saya kali ini sudah cukup jelas dan
>anda bersedia menjawabnya.....:)
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu