(Sorry nih, gue udah seminggu nggak buka e-mail:)...
Krisnadi & teman-temin Permias@, ane bilang juga ape?
Alirahman (jangan sebut dia alumni IPB deh, malu gue:)
ini memang orangnya korup/greedy banget!
Gua tahunya waktu dia masih jadi Karo Pertanian &
Irigasi BAPPENAS. Gile nggak kalo tiap tahun, dia
minta UPETI ke Pimpro2 di Departemen gue (DEPTAN)
sampai 20% dari dana DIP. Dia ini juga minta disediain
cewek, tapi maunya biasanya cewek bule, hahahaaa. Kali
aja waktu belajar di CSU (Colorado State) kebanyakan
nonton BF kali...:p). Kalau menurut informasi elo, die
sebelum jadi Mensesneg ini pura-pura rajin Dzikir sama
deketin orang2 NU, ya emang sejak dulu gayanya ya
begini-ini, si KUTU LONCAT. Gue yakin, die juga pakai
jaringan HMI buat 'meloncat' ke atas (denger2 die
mantan Ketua HMI Bogor seangkatan sama Akbar Tanjung).
Yah, disini mungkin kesalahannye Gus Dur. GD kirain
kalau udah bawaan-nye Akbar, orang HMI, pasti orangnya
jujur. Padahal yah, orang Deptan (denger2 juga Dirjen
Pengairan Dep. PU) siapa yang nggak kenal kotornya Ali
Rahman ini minta jatah anggaran + cewek. Udah bukan
rahasia lagi deh, kenapa die dulu sampai "dilempar"
ame Ginanjar ke Biro Diklat (OTO) Bappenas.

Emang sangat tidak pantas dia menjabat jabatan Ses Neg
yang strategis itu.
Tapi, kalo soal "pembubaran" BAPPENAS, gua nggak
sependapat ama Krisnadi, gue sih setuju-setuju aje,
heheee... Abis, gue keki banget sama orang2 Bappenas
yang kerjaannye cume coret2 proyek. Kalau kite2 ngasih
"upeti"-nye kurang, project kite dicoret deh.
Alirahman ini kan cuman satu dari sekian banyak orang
(pejabat) Bappenas yang tiap tahun 'ngembatin' DIP,
minta jatah ke Departemen Teknis/Pimpro2-lah.
Yah, kalo Bappenas kerjaannye cuma bagi2 proyek, buat
ape kite perlu Bappenas. Udah deh, gue tetep setuju
biar peran Bappenas dilikuidasi aje ama Depkeu, jadiin
satu ama Dirjen Anggaran. Ini bakal menghemat dana
anggaran/APBN gede-gedean. Maklum, yang bocor ke
Bappenas gede2an juga sih.
Moga2 aja dengan bubarnya Bappenas -- kite2 nggak
ngeliat lagi Alirahman-Alirahman baru yang kerjaannye
cuma ngerampok DIP proyek2 pembangunan.

Buat Gus Dur: jangan malu2 untuk reshuffle Alirahman
(+Bomer Pasaribu?) dari kabinet anda. Bisa anda tanya
orang2 Deptan, bagaimana "kotor"nya Alirahman ini
sewaktu die menjabat Karo Pertanian masanya Bappenas
dijabat Pak Saleh Affiff.

Wassalam,

Riyon



--- Krisnadi Dayanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Temen-temen,
> Tempo terbaru (7 Nopember) memuat satu-satunya sosok
> kabinet, Alirahman - Sekretaris Negara. Diakui
> banyak
> kalangan yang belum mengenal beliau. Ingat dalam
> diskusi oleh majalah Panji minggu lalu, ketua MPR
> pun
> belum mengenal beberapa menteri kabinet -- juga Uni
> Lubis, moderatornya yang menanyakan pada Yusuf
> Faishal
> siapa sebenarnya Alirahman.
>
> Seingat saya, pada waktu seminar nasional Permias di
> Fort Lauderdale tahun 1997, Alirahman (AR) juga
> hadir
> dan aktif berdiskusi.
>
> Lebih jauh, Tempo juga menyajikan betapa sederhana
> dan
> religiusnya beliau: mengenakan sepatu Dexter yang
> dibeli cuma US$17 saat Christmast sale 19 tahun yang
> lalu -- dan senantiasa melakukan ibadah dan zikir.
>
> Namun, apa memang demikian yang mewarnai keseharian
> beliau. Dari ngobrol dengan beberapa teman,
> nampaknya
> tidaklah demikian.
>
> Ketika misih menjabat Kepala Departemen Pertanian di
> Bappenas, AR sering masuk surat kaleng (isu KKN dan
> wanita). Menteri saat itu (Ginanjar) segera
> menonaktifkan dan beberapa bulan kemudian diangkat
> sebagai direktur pusdiklat OTO Bappenas. Selama di
> OTO
> pun pengaruhnya di sektor pertanian masih kuat.
> Terakhir, bersama Taufik (Rahman) -- yang kini
> ajudannya, AR terlibat kasus komitmen proyek di
> Jatim
> dengan sebuah kontraktor ternama. Lagi-lagi,
> peringatan administratif pun diberikan kepadanya.
> Bahkan Taufik pun dikembalikan ke Setneg.
>
> Lalu gimana manuver AR ke posisi kabinet...? Saya
> kira
> dimulai dengan perkenalannya dengan Taufik Rahman
> (TR). TR kala itu adalah seorang 'pesuruh' di
> setneg.
> Kerna mengemuka (sebagai penerima yayasan bea siswa
> supersemar) dan aktifis NU, kemudian ditarik
> Ginanjar
> ke Bappenas. Kelengketan AR dan TR ternyata kerna
> kesamaan hobinya (sebagai calo proyek).
>
> Menjelang SIUM lalu, AR mendirikan LSM (madani..?).
> Melalui LSM itu pula AR mengendorse sebuah kelompok
> (mahasiswa) di Washington DC untuk menulis surat ke
> Presiden Clinton guna menyetujui pencalonan Gus Dur.
> Di samping itu, sebagaimana disebutkan Tempo, dengan
> kewenangannya di Bappenas AR juga telah membantu
> para
> santri belajar ke luar negeri. Saya dengar, asisten
> Gus Dur yang biasa pake' blangkon -- Al Zastrow pun
> disekolahkan di UI oleh AR.
>
> Apa ambisi AR berikutnya..!? Siapa yang tahu...?
> Melihat perkembangan Bappenas (institusinya dulu),
> AR
> berperan besar dalam mereposisi Bappenas hingga
> berada
> setingkat di bawah menteri. Phase berikutnya
> Bappenas
> akan berada di bawah Presiden -- dan di sini AR bisa
> 'menguasai' Bappenas -- termasuk menyingkirkan
> orang-orang yang dulu 'mengusilinya'.
>
> Begitulah... Walaupun saya yakini semua hal tersebut
> belum tentu benar..., namun nggak ada salahnya kita
> bersikap kritis dan saling share info.  Tujuannya
> adalah agar Kabinet kita ini sedapat mungkin diisi
> oleh orang-orang benar-benar kredibel dan
> mementingkan
> rakyat banyak -- termasuk para pegawai negeri Deppen
> dan Depsos yang saat ini sedang resah.
>
> Salam,
>
> Kris.
>
>
>
>
>
>
>
> =====
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
>


=====

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com


=====

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com

Kirim email ke