In a message dated 11/2/99 1:30:07 PM Eastern Standard Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> Lho bung, gimana? Yang menyebabkan si Mr. Priyo ini membeberkan masalah
> personalnya kan karena ditodong oleh Kris Dayanto (penggemar Kris Dayanti
ya
> mas?). Kalau orangnya diam saja nanti dipikir orang meng-iya-kan tuduhan.
> Jadi senapan anda mestinya diarahkan ke si penodong ah. Pegimane mas?
Irwan:
Lho, apa saya pernah ngelarang bung Priyo mempertahan diri
dari serangan? Khan ngga toh? Coba deh lihat lagi posting
saya. Malah saya ikutan ngebela bung Priyo dalam satu hal.
Satu hal yg perlu anda pelajari, hormatilah nama orang.
Bila namanya Krisnadi Dayanto, jangan dirubah menjadi
Kris Dayanto. Diskusi menjadi kurang sehat kalau anda
sudah tidak menghargai nama lawan pembicara.
Diskusi menjadi kurang sehat kalau sudah menyerang
pribadi.
Jeffrey:
> Untuk mengetahui masa silam orang-orang Bappenas, tidak setiap orang dalam
> sendiri juga paham (Termasuk teman-teman anda sendiri). Ngomong-ngomong
> boleh kenalan sama temen-temen anda itu? Maklum, spesiesnya sudah agak
> langka saat ini. Di mana sih? Di Cleveland? Di Indonesia?
Irwan:
Mereka di Jakarta. Silahkan coba kenalan langsung dengan
mereka. Tinggal pergi ke Bappenas, lalu tanyakan siapa yg
lulusan FEUI dan kenal dengan yg namanya Irwan Ariston
Napitupulu. Itu artinya dia pasti teman saya....:)
Jeffrey:
> Bila Mr. Kris Dayanto ini mampu menghubungkan Kelompok Madani dengan
> Alirahman, maka Mr. Kris ini harus mengenal salah seorang personil di dalam
> kelompok tersebut dan juga sosok Alirahman itu sendiri. Dari tanggapan Mr.
> Kris terhadap posting sayapun (tentang Peran Depkeu, Bappenas, BPK, dan
> BPKP), saya tidak akan ragu lagi bahwa dia memang orang di dalam Bappenas
> sendiri. Yang menjadi pertanyaan, apa motif di belakang tuduhan terhadap
> kelompok Madani itu?
Irwan:
Anda boleh mempunyai dugaan seperti itu atas
Krisnadi Dayanto. Tapi memastikan, buat saya itu
hal yg terlalu jauh.
Mengenai tuduhan kepada madani, silahkan lihat kembali
posting awal dari Krisnadi Dayanto. Dia menulis kata madani
di dalam kurung itu dan menggunakan tanda tanya. Ini artinya
dia ragu akan kebenarannya dan butuh konfirmasi.
Dari posting jawaban setelahnya, Krisnadi Dayanto pun
mengatakan hal yg sama bahkan juga meminta maaf
secara terbuka bila apa yg dia katakan atau duga adalah
tidak benar. Nah, kurang apa lagi?
Bung Krisnadi dan bung Priyo sudah saling meminta
maaf atas kesalahan2 yg (mungkin) mereka perbuat.
Jadi menurut saya kasus ini ngga perlu diperpanjang
kecuali kita seneng rame2 di milis permias....:)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu