Senin, 29 November 1999, 14:57 WIB

Panglima GAM Benarkan Keterlibatan Libya
Dalam soal latihan militer dan senjata

Jakarta, Antara

Meskipun sinyalemen keterlibatan Libya dalam Gerakan Aceh
Merdeka (GAM) telah dibantah, namun Panglima Perang Komando di
Pusat Komando Tiro, Teuku Abdullah Syafei, membenarkan
keterlibatan itu melalui pelatihan militer, sedangkan senjata yang
dipakai GAM dibeli dari negara lain.

Hal itu ditegaskan Abdullah Syafei dalam dialog "Jakarta Pagi Ini"
RRI Pro2FM Jakarta, Senin.

Isu keterlibatan Libya dalam GAM telah muncul sejak gerakan itu
menguat akhir-akhir ini. Namun Libya menyatakan bantahannya atas
isu itu.

Saat seminar bertajuk "Pemerintahan Merdeka, Referendum atau
Otonomi Aceh" di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sabtu
(27/11), mantan Mendagri Libya, Prof Dr Mehdi M Endres, dan
anggota Komite Gerakan Revolusi Libya Dr Omar Abu Jenah,
membantah Libya mempersenjatai pasukan GAM.

Pernyataa itu bertolak belakang dengan pengakuan Abdullah Syafei
yang menyatakan adanya keterlibatan Libya dalam GAM melalui
pelatihan militer.

"Kami tidak menerima senjata dari bangsa lain termasuk Libya.
Tentang latihan di Libya memang ada. Itulah kelihaian politik kami
menyembunyikan perjuangan yang tidak segera jelas memberi
didikan militer di Libya," katanya.

Ia menegaskan, latihan militer di Libya itu pasti ada. Sedangkan
persenjataan yang mereka miliki dibeli dari pihak lain yang uangnya
diperoleh dari sumbangan dan gotong royong. "Kami beli senjata di
negara lain dengan uang kami," katanya.

Saling membantah

Sementara itu, Sekjen GAM Teuku Don Zulfahri dalam acara yang
sama menyatakan, meskipun Hasan Tiro tetap diakui sebagai
pimpinan GAM, tetapi karena kondisi fisiknya yang sudah
memburuk, maka telah disepakati pembentukan Majelis
Pemerintahan (MP) yang terdiri atas 11 tokoh GAM.

Dengan pembentukan MP, posisi Hasan Tiro telah disepakati
sebagai simbol dari perjuangan GAM. "MP dibentuk atas dasar wali
kurang sehat, wali tidak mampu lagi menjalankan tugas negara,"
katanya.

Menurut dia, anggota MP adalah para senior GAM seperti Dr
Husaini, Teuku Daud Paneuh dan Teuku Idris Mahmud.
Ia menolak anggapan dibentuknya MP sebagai cara menyingkirkan
Hasan Tiro secara halus karena kedudukan Hasan Tiro tetap diakui.

Sekjen GAM ini secara terbuka mengemukakan bahwa kondisi fisik
dan kondisi pikiran Hasan Tiro yang sudah berusia 75 tahun
memprihatinkan. "Ini `kan sebenarnya nggak enak, kalau dibongkar
ini memalukan tetapi saya rasa ini sudah waktunya rakyat Aceh
menyadari bahwa wali sudah tidak mampu," katanya.

Pernyataan Zulfahri itu dibantah keras oleh Teuku Abdullah Syafei.
"MP itu gerakan untuk memecah GAM yang dimotori TNI. Gerakan
itu tidak sah," katanya.

Ia menegaskan, gerakan itu bukan dilakukan oleh anak-anak, tetapi
orang-orang gila dan orang-orang amnesia. "MP itu gerakan bohong
dan gila," katanya.

Berbeda dengan pernyataan Zulfahri yang siap berunding dengan
pemerintah, Abdullah Syafei menegaskan, pihaknya tidak akan
berunding dengan Pemerintah Indonesia.

"Yang bersalah adalah Belanda. Kalau mau berdamai dengan
Belanda, sedangkan perundingan dilakukan dengan PBB," katanya.

Ia membantah, kondisi fisik Hasan Tiro sudah lemah dan tidak
memiliki kamampuan untuk mengendalikan perjuangan. "Itu
propaganda, bohong. Saya baru bertelepon dengan wali negara
(Hasan Tiro)," katanya.

Kondisi fisik dan ingatan Hasan Tiro, kata Abdullah Syafei, juga
masih kuat dan tajam.

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke