On Thu, 2 Dec 1999 07:45:28 Jeffrey Anjasmara wrote:
>Nah, ada beberapa point yg perlu kita cermati:
>(1) Kok pengerahan pasukan pengamanan dan penembak tepat tidak
> dibilang melanggar HAM? Itu pasukan nasional khusus kan lebih
> nakutin dibandingkan PPRM soalnya lebih ke tentara dibanding
> sebagai polisi.
Emangnya sejak kapan Amerika jadi pahlawan HAM? Kan itu cuma klaim mereka sendiri.
Tengok dulu bagaimana perlakuan perlakuan mereka terhadap orang-orang kulit hitam,
Muslim, yang hidup di sana?
Kalau dia katanya ikut membela HAM di Timtim, itu mah karena kepentingan pribadinya
saja (kepentingannya itu adalah... ah lupa saya). Terus apa yang dilakukannya di Iraq,
Sudan, dan di seluruh dunia lainnya (ada lagi nggak ya?).
>(2) Baru ada demo segitu sudah ada darurat sipil, pas jaman Si Harto
> darurat sipil baru diadakan setelah korban jiwa/material banyak
> muncul.
Seharusnya Suharto itu dulunya harus lebih banyak lagi berguru sama Amerika. Bagaimana
caranya Amerika boleh melanggar HAM dan menerapkan darurat sipil seenak perutnya,
tanpa harus digoyang dan dilengserkan oleh rakyatnya sendiri. Kesian Eyang kita yang
satu itu.
>(3) Semua sudah kebalik-balik. WTO jelas lebih menguntungkan
> negara-negara maju karena prasarana, informasi, modal, SDM, dan
> jenis dagangannya lebih menguntungkan dalam posisi tawarnya.
>(4) AS jelas langsung kebakaran jenggot karena yg menentang WTO justru
> rakyatnya sendiri. Coba Indonesia menentang WTO kalau nggak
> dikucilkan sih hebat. Belum polisi dunia IMF akan menghentikan
> dana hutangannya. Sebagai info, Cina tidak mampu digoyang dengan
> senjata Soros. Tapi Cina sampai ngemis-ngemis untk menjadi negara
> anggota WTO. Soalnya takut sih....:)
Siapa bilang Indonesia nggak berani? Ntar tunggu saja kalau "pinjaman" dari mereka
untuk kita sudah "dicairkan", eh... dicairkan lagi, eh... yang sekarang itu untuk yang
keberapa kali ya?
Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com