Jadi ingin ikutan.
Saya rasa kalo kita memang mau menyelesaikan masalah di Maluku,
kita nya musti berpikiran positif. Apalagi masalah SARA.
Regardless agama apaan.
Lho baru setahun lalu kok, gereja di Jawa dan pulau-pulau
lain habis dibakarin. Saya nggak lihat dari kaum islam
(sebagai majoritas) atau ulama yang langsung terjun untuk menyelesaikan
masalah. Ataupun perundingan dari kelompok-kelompok pemuda muslim,
atau yang lainnya dengan pihak nasrani.
Masalahnya di selesain sama pemerintah melalui kepolisian. Tapi
perasaan bermusuhan, saya nggak yakin, telah terselesaikan
didalam hati mereka yang terlibat :(
Jadi ya sama aja. Manusia nya aja yang brengsek. Apalagi yang
fanatik-fanatik.
Karena maraknya masalah SARA 1-2 tahun terakhir, saya jadi pengen
"preach" perasaan saya pribadi :)
Kalimat berikut adalah 100% belief saya pribadi: "kalo seseorang
mendalami agama lebih dari apa yang di butuhkan orang tersebut
(ie. mengarah fanatism), makin mengecil rasa toleransi dan pengertian
orang tersebut terhadap yang berlainan agama."
Ya statement kayak dibawah ini yang bisa berpotensi jadi provokator.
Sudah keruh, ditambah keruh lagi.
regards,
igg
On Thu, 16 Dec 1999, Suhendri wrote:
> Menurut YS penyebabnya adalah Provokator.
>
> Pertanyaannya adalah :
> Provokator yang mana ya ?
> Kira - kira tujuan Provokator itu apa ya ?
> Koq ya hebat sekali "pekerjaan" Provokator itu hingga saat ini sampai pada
> tahap perang antara orang Kristen lawan orang Muslim (sudah bukan parsial
> lagi)
>
> Kalau memang kaum Kristen (sebagai mayoritas) menginginkan perdamain dan
> persatuan, mestinya mudah saja perang di Ambon dan Maluku selesai.
>
> Tapi ya koq nggak selesai - selesai ?
>
> Paradox !
>
> Soe
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: Yohanes Sulaiman <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Wednesday, December 15, 1999 12:35 PM
> Subject: Re: Tema
>
>
> >>Ada yang tahu tema Natal untuk tahun ini di Ambon dan Maluku ?
> >>Thanks
> >>Soe
> >
> >Saya rasa pasti thema dari kaum Kristen di Maluku adalah
> > untuk perdamaian dan rasa persatuan serta penghentian keributan
> >SARA. Saya rasa harapan umat Muslim di Maluku juga adalah
> >harapan untuk perdamaian dan kerukunan yang telah hilang
> >akibat provokator yang senang memancing di air keruh.
>