>Justru saya sedang berpikir sangat bersih dan berpikir positif, meskipun
>kalau dibaca begitu saja tanpa pemahaman mendasar akan cenderung provokatif.

>

Justru saya sedang berpikir bersih dan positif juga dan karena
anda membaca tulisan saya yang pertama-tama begitu saja tanpa
pemahaman mendasar akan cenderung lebih menekankan kepada
provokatornya daripada kepada keinginan orang-orang untuk
hidup dalam damai.


>Semua pemeluk agama, jika mendalami dan menjalani agama nya (kembali ke
>Kitab Suci) masing - masing dengan DIBANTU oleh para pemimpin agamanya, akan

>dengan mudah tercipta perdamaian dan kerukunan.
>Meskipun seluruh setan dan iblis menjadi provokatornya.
>
Para pemeluk agama walaupun sangat berbakti, tapi sayangnya
bisa juga dipengaruhi pemimpin agamanya yang terkadang lebih
menekankan ambisi pribadi dan menggunakan agama sebagai alat
ambisinya itu. Atau pemimpin agamanya bisa dikerjai oleh
provokator tertentu.

>Tolong beri perhatian penuh pada alinea saya diatas.
>
Tolong juga beri perhatian penuh kepada seluruh isi tulisan
saya. Juga tolong beri perhatian penuh kepada kejenuhan
massa akan SARA sebelum berusaha memecah belah lebih lanjut.
Soalnya saya enggak heran kalau banyak anggota Permias sudah
jenuh melihat perpecahan dari jaman Suharto serta isu-isu
SARA yang tak kunjung habis. Lebih baik anda gabung ke milis
SARA.... Pasti banyak teman di sana.


>Jika masih terjadi juga perang dan bunuh membunuh, harus diperiksa lagi
>Kitab Sucinya, Pemimpinnya, Umatnya.

Mari seluruh anggota permias sama-sama memeriksa Alkitab,
Qur'an, Veda, Tripitaka, Tibetan Book of Dead, Egyptian Book
of Dead, kitab Zoroaster, kitab Mani, kitab Confusius, buku
Taoisme, kitab-kitab Shinto, serta ratusan kitab agama lain di dunia. Soalnya
semua umatnya juga masih terus perang dan bunuh
membunuh sehingga artinya kita harus memeriksa semua kitab sucinya.

Kita periksa juga Bill Clinton, Boris Yeltsin, Saddam Hussein,
Raja Fahd, Sharif dari Pakistan, Jiang Zemin, Dalai Lama,
para Ayatollah di Iran, Paus Yohanes Paulus II, serta semua
pemimpin agama lain; dan jangan lupakan juga Gus Dur, serta
semua kiai di Arab atau di Indonesia soalnya semua pemuka agama.
Juga para pastor, pendeta, dsb. Soalnya tiap hari juga masih
ada yang tukang todong dan bunuh orang.

Masih tertarik untuk melakukan 'inquisition?'



>
>Itulah intinya.

Itulah juga intinya.

YS

Kirim email ke