Saya rasa jika usulan ini didasarkan untuk keinginan
murni, yaitu menghindari gejolak yang dapat menelan
nyawa yang lebih banyak, saya juga mendukungnya. Dan
selama ini, seakan2 tidak ada jalan keluar yang dapat
membawa daerah2 yang berkecamuk ini untuk mereda.
Semua pihak yang bertikai seakan2 buta dan emoh untuk
berhati dingin dan mencapai solusi yang saling
menguntungkan. Komentar saya atas 3 point ini:
--- Priyo Pujiwasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 3 Points Usulan Penyelesaian Konflik kepada
> Pemerintah
>
> Saya mengusulkan 3 points penting kepada Pemerintah
> guna mengatasi konflik dalam negeri yang terus
> berlarut-larut dan samasekali tidak kondusif bagi
> agenda pemulihan ekonomi nasional yang telah dan
> sedang diprogramkan, sebagai berikut:
> 1. Untuk konflik di Aceh: Sesegera mungkin
> Pemerintah
> harus menarik seluruh kesatuan militer (baik TNI
> maupun Polri) dari wilayah Aceh, untuk mencegah
> makin
> banyak timbulnya korban jiwa dari pihak-pihak yang
> bersengketa, maupun dari rakyat yang samasekali tak
> berdosa.
Saya tidak setuju dalam hal ini. Polri adalah unsur
kemasyarakat yang tidak bisa dihilangkan begitu saja.
Polri adalah alat negara untuk menegakkan hukum.
Bagaimana jadinya suatu kelompok masyarakat tanpa law
enforcement? Anarchist adalah buahnya. Tatanan ini
tidak boleh diganggu gugat.
Dan situasi keamanan di Aceh pun tidak memungkinkan
penarikan TNI secara keseluruhan dari Aceh. Kita
semua tahu bahwa penarikan TNI sudah dilakukan lama
walau tidak seluruhnya. Penembakan atas Brimob
beberapa hari lalu, menunjukkan penolakan Aceh rebels
atas pemerintahan yang ada.
Dengan penarikan TNI/Polri, AGAM diberi keleluasaan
untuk bertindak semaunya. Dan ini tidak bisa
ditolerir.
> Konsekuensinya: Pemerintah harus membentuk pasukan
> khusus penjaga perdamaian yang anggotanya dapat
> direcruit dari pemuda-pemuda Ormas2 Islam (dan bukan
> lagi dari kesatuan militer). Misalnya dibentuk
> pasukan
> penjaga perdamaian dengan anggota2 dari kelompok
> BANSER-nya NU, atau TPI (Tim Pembela Islam), maupun
> kelompok-kelompok silat dari perguruan silat
> beraliran
> Islam. Pendekatan keagamaan dengan melibatkan
> kelompok
> Ormas2 Islam justru akan lebih efektif menciptakan
> perdamaian di Aceh yang mayoritas penduduknya
> menjunjung tinggi syariat Islam, daripada tetap
> "memaksakan" pendekatan keamanan dengan penempatan
> militer seperti di masa lalu.
Sudah adakah ormas2 pemuda Islam yang profesional,
yang tahu hukum, netral, berwibawa di depan
masyarakat. Setelah pembakaran STT Duolos oleh fpi,
saya tambah skeptic atas usul ini.
Kita sudah terbiasa dengan pemecahan solusi di luar
hukum. Inilah yang membuat KKN tumbuh subur.
Misalnya suap ke polisi lalulintas jika di hendak di
tilang, suap ke pejabat supaya dapat tender proyek
besar, dan banyak kasus2 besar yang kita bisa baca di
media sekarang.
Jangan kita biasakan sistim diluar hukum, seperti
Ratih, Pamswakarsa, dll.
> 2. Untuk wilayah Ambon, dan wilayah-wilayah lainnya:
> Pemerintah harus menempatkan kesatuan militer khusus
> yang keanggotaannya se-NETRAL mungkin serta harus
> dapat diandalkan. Bahkan, kalau perlu harus dibuat
> garis demarkasi/batas antar kelompok agama yang
> bertikai. Kelompok militer ini harus menjaga agar
> garis pemisah antar kelompok agama ini tidak
> dilanggar. Menyerahkan permasalahan kepada kelompok
> yang bertikai untuk menyelesaikan sendiri
> permasalahannya bukanlah cara yang tepat dan efektif
> untuk meredam konflik dalam waktu yang singkat.
> Kecuali, kalau kita (Pemerintah) tega membiarkan
> puluhan nyawa menjadi korban setiap hari sampai
> batas
> waktu yang tak tentu.
Aneh sekali. Untuk point pertama, diusulkan penarikan
TNI dan Polri keseluruhan, namun point kedua meminta
TNI dan Polri untuk netral. Maksudnya? Jadi selama
ini TNI dan Polri bertindak tidak netral? Jika ya,
pihak manakah yang ditekan, kristen atau islam?
Terus terang, saya tidak setuju dan mengecam, orang
yang melakukan kekerasan, entah dari pihak mana.
Disini anda mengindikasikan, bahwa selama ini
TNI/polri tidak netral.
Jika saja mereka tidak netral, apakah dengan adanya
demarkasi daerah2, akan diharapkan redanya kerusuhan?
Disini saya rasa, permasalahannya adalah ketidak
netralannya itu sendiri. Itu saja.
Profesionalitas TNI/polri tidak membuahkan situasi
yang kondusif, bahkan membenarkan pihak yang
diuntungkannya (dalam sikap ketidak netralannya).
> 3. Setelah situasi tenang dan aman dapat dicapai,
> barulah Pemerintah bisa memulai negosiasi dengan
> seluruh kelompok kepentingan, baik di Aceh, Ambon,
> dan
> daerah lainnya untuk mengupayakan solusi yang
> optimal.
> Singkatnya, ciptakan lebih dahulu suasana aman dan
> damai, dengan mengusahakan sekecil mungkin korban
> nyawa manusia.
Terus terang, saya pesimis dengan 3 point saudara.
Namun jika ini di pikirkan dengan itikad yang baik,
saya hargai ini dengan sepenuh hati.
Salam,
Bonar Mangunsong
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Thousands of Stores. Millions of Products. All in one place.
Yahoo! Shopping: http://shopping.yahoo.com