to Bonar M
ada beberapa catatan penting yang ingin saya ungkapakan :
a. GAM bukannya suatu tatanan masyarakat yang tanpa HUKUM sebagaimana yang anda klaim,
suatu negara yang akan berdiri tentu saja telah mempunyai hukum, GAM berdiri
berdasarkan Al-Qur'an yang merupakan hukum dari segala hukum yang berlaku, mungkin
anda "trauma" melihat TIM-TIM yang merdeka tetapi entah mau berbuat apa.
b. karena anda menyinggung peristiwa Doulos ( tetapi apakah anda tahu apa yang
sebenarnya terjadi dan mengapa sampai itu terjadi ???? ), mungkin saya ingin anda
mengingat beberapa kejadian yang menimpa Ummat Muslim di dunia maupun di Indonesia,
ingat di ACEH dan AMBON berbeda, sebagaimana yang tidak bisa pungkiri bahwa di ACEH,
RAKYAT ACEH yang INGIN MERDEKA, sedangkan di AMBON adalah perang Antar AGAMA yang
notabene adalah Ummat Muslim dan Kristen
c. mengenai kenetralan apa tidaknya TNI / POLRI dan siapakah yang ditekan, saya rasa
saudara sendiri sudah dapat menilai, kita semua ingin bahwa "kedamaian" di Indonesia
dimana setiap orang mendapatkan haknya dan menjalankan kewajibannya kembali kepada
kita.
best regards
adi pradipta
>Date: Mon, 20 Dec 1999 21:59:40 -0800
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>From: Bonar Mangunsong <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: 3 POINTs Usulan Penyelesaian Konflik
>To: [EMAIL PROTECTED]
>
>Saya rasa jika usulan ini didasarkan untuk keinginan
>murni, yaitu menghindari gejolak yang dapat menelan
>nyawa yang lebih banyak, saya juga mendukungnya. Dan
>selama ini, seakan2 tidak ada jalan keluar yang dapat
>membawa daerah2 yang berkecamuk ini untuk mereda.
>Semua pihak yang bertikai seakan2 buta dan emoh untuk
>berhati dingin dan mencapai solusi yang saling
>menguntungkan. Komentar saya atas 3 point ini:
>
>--- Priyo Pujiwasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> 3 Points Usulan Penyelesaian Konflik kepada
>> Pemerintah
>>
>> Saya mengusulkan 3 points penting kepada Pemerintah
>> guna mengatasi konflik dalam negeri yang terus
>> berlarut-larut dan samasekali tidak kondusif bagi
>> agenda pemulihan ekonomi nasional yang telah dan
>> sedang diprogramkan, sebagai berikut:
>> 1. Untuk konflik di Aceh: Sesegera mungkin
>> Pemerintah
>> harus menarik seluruh kesatuan militer (baik TNI
>> maupun Polri) dari wilayah Aceh, untuk mencegah
>> makin
>> banyak timbulnya korban jiwa dari pihak-pihak yang
>> bersengketa, maupun dari rakyat yang samasekali tak
>> berdosa.
>
>Saya tidak setuju dalam hal ini. Polri adalah unsur
>kemasyarakat yang tidak bisa dihilangkan begitu saja.
>Polri adalah alat negara untuk menegakkan hukum.
>Bagaimana jadinya suatu kelompok masyarakat tanpa law
>enforcement? Anarchist adalah buahnya. Tatanan ini
>tidak boleh diganggu gugat.
>
>Dan situasi keamanan di Aceh pun tidak memungkinkan
>penarikan TNI secara keseluruhan dari Aceh. Kita
>semua tahu bahwa penarikan TNI sudah dilakukan lama
>walau tidak seluruhnya. Penembakan atas Brimob
>beberapa hari lalu, menunjukkan penolakan Aceh rebels
>atas pemerintahan yang ada.
>
>Dengan penarikan TNI/Polri, AGAM diberi keleluasaan
>untuk bertindak semaunya. Dan ini tidak bisa
>ditolerir.
>
>> Konsekuensinya: Pemerintah harus membentuk pasukan
>> khusus penjaga perdamaian yang anggotanya dapat
>> direcruit dari pemuda-pemuda Ormas2 Islam (dan bukan
>> lagi dari kesatuan militer). Misalnya dibentuk
>> pasukan
>> penjaga perdamaian dengan anggota2 dari kelompok
>> BANSER-nya NU, atau TPI (Tim Pembela Islam), maupun
>> kelompok-kelompok silat dari perguruan silat
>> beraliran
>> Islam. Pendekatan keagamaan dengan melibatkan
>> kelompok
>> Ormas2 Islam justru akan lebih efektif menciptakan
>> perdamaian di Aceh yang mayoritas penduduknya
>> menjunjung tinggi syariat Islam, daripada tetap
>> "memaksakan" pendekatan keamanan dengan penempatan
>> militer seperti di masa lalu.
>
>Sudah adakah ormas2 pemuda Islam yang profesional,
>yang tahu hukum, netral, berwibawa di depan
>masyarakat. Setelah pembakaran STT Duolos oleh fpi,
>saya tambah skeptic atas usul ini.
>
>Kita sudah terbiasa dengan pemecahan solusi di luar
>hukum. Inilah yang membuat KKN tumbuh subur.
>Misalnya suap ke polisi lalulintas jika di hendak di
>tilang, suap ke pejabat supaya dapat tender proyek
>besar, dan banyak kasus2 besar yang kita bisa baca di
>media sekarang.
>
>Jangan kita biasakan sistim diluar hukum, seperti
>Ratih, Pamswakarsa, dll.
>
>> 2. Untuk wilayah Ambon, dan wilayah-wilayah lainnya:
>> Pemerintah harus menempatkan kesatuan militer khusus
>> yang keanggotaannya se-NETRAL mungkin serta harus
>> dapat diandalkan. Bahkan, kalau perlu harus dibuat
>> garis demarkasi/batas antar kelompok agama yang
>> bertikai. Kelompok militer ini harus menjaga agar
>> garis pemisah antar kelompok agama ini tidak
>> dilanggar. Menyerahkan permasalahan kepada kelompok
>> yang bertikai untuk menyelesaikan sendiri
>> permasalahannya bukanlah cara yang tepat dan efektif
>> untuk meredam konflik dalam waktu yang singkat.
>> Kecuali, kalau kita (Pemerintah) tega membiarkan
>> puluhan nyawa menjadi korban setiap hari sampai
>> batas
>> waktu yang tak tentu.
>
>Aneh sekali. Untuk point pertama, diusulkan penarikan
>TNI dan Polri keseluruhan, namun point kedua meminta
>TNI dan Polri untuk netral. Maksudnya? Jadi selama
>ini TNI dan Polri bertindak tidak netral? Jika ya,
>pihak manakah yang ditekan, kristen atau islam?
>
>Terus terang, saya tidak setuju dan mengecam, orang
>yang melakukan kekerasan, entah dari pihak mana.
>
>Disini anda mengindikasikan, bahwa selama ini
>TNI/polri tidak netral.
>
>Jika saja mereka tidak netral, apakah dengan adanya
>demarkasi daerah2, akan diharapkan redanya kerusuhan?
>
>
>Disini saya rasa, permasalahannya adalah ketidak
>netralannya itu sendiri. Itu saja.
>
>Profesionalitas TNI/polri tidak membuahkan situasi
>yang kondusif, bahkan membenarkan pihak yang
>diuntungkannya (dalam sikap ketidak netralannya).
>
>> 3. Setelah situasi tenang dan aman dapat dicapai,
>> barulah Pemerintah bisa memulai negosiasi dengan
>> seluruh kelompok kepentingan, baik di Aceh, Ambon,
>> dan
>> daerah lainnya untuk mengupayakan solusi yang
>> optimal.
>> Singkatnya, ciptakan lebih dahulu suasana aman dan
>> damai, dengan mengusahakan sekecil mungkin korban
>> nyawa manusia.
>
>Terus terang, saya pesimis dengan 3 point saudara.
>
>Namun jika ini di pikirkan dengan itikad yang baik,
>saya hargai ini dengan sepenuh hati.
>
>Salam,
>Bonar Mangunsong
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Thousands of Stores. Millions of Products. All in one place.
>Yahoo! Shopping: http://shopping.yahoo.com
------------------------------------------------------------
Udah baca Indocampus.com blon hari ini ?
Visit Us today at http://www.indocampus.com