Sudahlah bung Mardhika (he..he..he.. kali ini namanya nggak salah khan?)
Nggak usah terlalu digembar gemborkan lagi masalah toleransi. Saya kira rekan
rekan yang ada di milis ini juga sudah mengetahui bagaimana toleransi beragama
itu.
Lagi pula posting anda dari sdri Khadijah Umar (saya merasa bahwa nama tsb
adalah nama palsu) ini sungguh terkesan dipaksakan. Hanya bagi orang orang
yang tidak mengerti nilai Islam saja yang terkagum kagum dengan tulisan sdr.
khadijah. Sedangkan bagi orang orang yang mengetahui aqidah Islam secara
benar, saya yakin mereka tersenyum karena piciknya pandangan Khadijah tentang
Islam. Terkesan sekali bahwa Khadijah ini bukan seorang muslim, ia hanya
menyamar.
Toleransi beragama dalam Islam nilainya tidk bisa diukur dengan hanya ikut
meramaikan perayaan natal, tertawa dikursi terdepan seperti GD atau berperan
sebagai yusuf. Lagi pula kalau mau menggembar gemborkan toleransi, perlu
disadari bahwa memerlukan memerlukan kesadaran, waktu yang panjang dan
tindakan nyata dari semua pihak, bukan hanya keajaiban overnight dimalam
natal.
yuni
Mardhika Wisesa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> From: "khadijah umar" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: (94)- Perayaan Natal di TV
> Date: Tue, 28 Dec 1999 17:11:44 JAVT
>
> (94)- Perayaan Natal di TV
> --------------------------
>
> Tadi malam TB Silalahi sang arsitek perayaan Natal di TV menyampaikan
> sepatah dua patah kata. Mula-mula, sebelum dia mulai berbicara banyak, saya
> agak khawatir. Jangan-jangan akan terlalu banyak ayat seperti: �Akulah jalan
> kebenaran. Barang siapa tidak melalui aku, tidak akan memperoleh kehidupan
> kekal�.
>
> Ayat itu bila ditafsirkan keliru, sering dianggap berbau pongah. Dan
> kebetulan lebih banyak yang menafsirkannya secara keliru. Sengaja atau
> tidak. Lalu bisa dipakai untuk yang bukan-bukan : menyombong maupun
> ber-asosial.
>
> Ternyata tidak.
> Ternyata si arsitek itu berbicara sangat indah. Indahnya tak kalah dengan
> sambutannya Gus Dur. Seorang teman saya yang biasanya sering ekstrim, tapi
> kali itu justru memuji. Bahkan ia sampai bertepuk tangan waktu Silalahi
> bercerita tentang sebuah toleransi.
>
> Yaitu tentang operet 6 babak. Yang jadi Maria seorang yang cantik sekali,
> berdarah Amerika campur Batak. Yang jadi Yosep seorang muslim (!). Yang
> berlelah-lelah harus berlatih peran dimasa lapar dahaga puasa.
>
> Ketika ditanya, "Apakah yakin, mau memerankan tokoh Yosep dalam operet
> Kristen ini dan apakah tidak ada masalah dengan agamamu?".
> Dijawabnya, "Tidak ada masalah, dan tidak ada yang bisa menggoyahkan
> keyakinanku terhadap agamaku".
>
> TB Silalahi memuji sikap itu.
> Dan kami orang Islam memuji TB Silalahi.
>
> Kelihatannya mulai tumbuh benih-benih rasionalitas di kalangan orang muda.
> Islam maupun Kristen. Ini perlu dipupuk supaya subur.
>
> Bila spiritualitas yang sedikit banyak subyektif adalah ibarat jalan-jalan
> didalam kota, maka jembatan menuju kota lain adalah rasionalitas itulah. Di
> atas jembatan kita berpegang tangan, bersalaman, saling mengenal.
>
> Selamat tinggal irrasionalitas. Selamat datang jembatan rasionalitas.
>
> Khadijah - Islam moderat
> Padepokan Silat Langkah Suci
> Ciganjur
>
> ----- End of forwarded message from khadijah umar -----
>
> ____________________________________________________________________
> Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
____________________________________________________________________
Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
http://webmail.netscape.com.