From: Yuni Wilcox <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, December 31, 1999 00:44
Subject: Re: [Khadijah Umar: Perayaan Natal di TV]
Toleransi beragama dalam Islam nilainya tidk bisa diukur dengan hanya ikut
meramaikan perayaan natal, tertawa dikursi terdepan seperti GD atau berperan
sebagai yusuf. Lagi pula kalau mau menggembar gemborkan toleransi, perlu
disadari bahwa memerlukan memerlukan kesadaran, waktu yang panjang dan
tindakan nyata dari semua pihak, bukan hanya keajaiban overnight dimalam
natal.
Nasrullah Idris
-------------------
Saya sering mengamati dua orang bertetangga (Kristen-Islam) yang
memperlihatkan kerukunan antar ummat beragama. Padahal satu sama lain tidak
pernah mengucapkan selamat hari raya. Namun di luar masalah hari raya ...
sikap saling menolong tampak pada mereka. Misalkan yang satu pergi
bertandang ke yang lain untuk menanyakan resep masakan. Yang satu mengantar
yang lain ke RS. Semuanya berlangsung atas pertimbangan solidaritas sesama
manusia. Jadi tidak bermotifkan provokasi untuk membuat perpindahan agama.
Mereka pun nggak pernah beretorika seputar kerukunan antar ummat beragama.
Tetapi justru merekalah sosok pelaksana kerukunan antar ummat beragama.
Salam,
Nasrullah Idris