Apa bedanya tulisan "Khadijah Umar" dengan tulisannya Pak Harmoko di jaman
Orde Baru ?

Nggak ada bedanya :-)

Soe


-----Original Message-----
From: Suhendri <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, December 31, 1999 7:11 AM
Subject: Re: [Khadijah Umar: Perayaan Natal di TV]


>Kalau ada teman sedang berbohong dan kemudian kita percaya akan
>kebohongannya, maka itu adalah hal yang wajar sekali.
>
>Eh sekarang ada orang yang menipu diri sendiri dengan mem-posting "Khadijah
>Umar" dan di telan pula mentah-mentah tipuannya sendiri. Ini sudah tidak
>wajar dan menggelikan.
>
>Be smart !
>
>Soe :-)
>
>
>
>-----Original Message-----
>From: Faransyah Jaya <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Friday, December 31, 1999 1:55 AM
>Subject: Re: [Khadijah Umar: Perayaan Natal di TV]
>
>
>hehehehehe..
>setuju sama yuni..
>cerita si khadijah ini ngarang banget kayaknya.
>next time mending ambil dari cerpen2 di koran pos kota.
>lebih masuk akal.
>
>anyway.. masalah toleransi balik2nya yah ke arah pendidikan dan tingkat
>kedewasaan manusia indonesia. kalo kurang atau tidak ada dua hal ini saya
>yakin tidak mungkin ada toleransi.
>
>Faran
>
>>Date:         Thu, 30 Dec 1999 10:43:57 MST
>>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>>From: Yuni Wilcox <[EMAIL PROTECTED]>
>>Subject:      Re: [Khadijah Umar: Perayaan Natal di TV]
>>To: [EMAIL PROTECTED]
>>
>>Sudahlah bung Mardhika (he..he..he.. kali ini namanya nggak salah khan?)
>>Nggak usah terlalu digembar gemborkan lagi masalah toleransi. Saya kira
>rekan
>>rekan yang ada di milis ini juga sudah mengetahui bagaimana toleransi
>beragama
>>itu.
>>
>>Lagi pula posting anda dari sdri  Khadijah Umar (saya merasa bahwa nama
tsb
>>adalah nama palsu) ini sungguh terkesan dipaksakan. Hanya bagi orang orang
>>yang tidak mengerti nilai Islam saja yang  terkagum kagum dengan tulisan
>sdr.
>>khadijah. Sedangkan bagi orang orang yang mengetahui aqidah Islam secara
>>benar, saya yakin mereka tersenyum karena piciknya pandangan Khadijah
>tentang
>>Islam. Terkesan sekali bahwa Khadijah ini bukan seorang muslim, ia hanya
>>menyamar.
>>
>>Toleransi beragama dalam Islam nilainya tidk bisa diukur dengan hanya ikut
>>meramaikan perayaan natal, tertawa dikursi terdepan seperti GD atau
>berperan
>>sebagai yusuf. Lagi pula kalau mau menggembar gemborkan toleransi, perlu
>>disadari bahwa memerlukan memerlukan kesadaran, waktu yang panjang dan
>>tindakan nyata dari semua pihak, bukan hanya keajaiban overnight dimalam
>>natal.
>>
>>yuni
>>
>>Mardhika Wisesa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>> From: "khadijah umar" <[EMAIL PROTECTED]>
>>> To: [EMAIL PROTECTED]
>>> Subject: (94)- Perayaan Natal di TV
>>> Date: Tue, 28 Dec 1999 17:11:44 JAVT
>>>
>>> (94)- Perayaan Natal di TV
>>> --------------------------
>>>
>>> Tadi malam TB Silalahi sang arsitek perayaan Natal di TV menyampaikan
>>> sepatah dua patah kata. Mula-mula, sebelum dia mulai berbicara banyak,
>saya
>>
>>> agak khawatir. Jangan-jangan akan terlalu banyak ayat seperti: �Akulah
>jalan
>>
>>> kebenaran. Barang siapa tidak melalui aku, tidak akan memperoleh
>kehidupan
>>> kekal�.
>>>
>>> Ayat itu bila ditafsirkan keliru, sering dianggap berbau pongah. Dan
>>> kebetulan lebih banyak yang menafsirkannya secara keliru. Sengaja atau
>>> tidak. Lalu bisa dipakai untuk yang bukan-bukan : menyombong maupun
>>> ber-asosial.
>>>
>>> Ternyata tidak.
>>> Ternyata si arsitek itu berbicara sangat indah. Indahnya tak kalah
dengan
>>> sambutannya Gus Dur. Seorang teman saya yang biasanya sering ekstrim,
>tapi
>>> kali itu justru memuji. Bahkan ia sampai bertepuk tangan waktu Silalahi
>>> bercerita tentang sebuah toleransi.
>>>
>>> Yaitu tentang operet 6 babak. Yang jadi Maria seorang yang cantik
sekali,
>>> berdarah Amerika campur Batak. Yang jadi Yosep seorang muslim (!). Yang
>>> berlelah-lelah harus berlatih peran dimasa lapar dahaga puasa.
>>>
>>> Ketika ditanya, "Apakah yakin, mau memerankan tokoh Yosep dalam operet
>>> Kristen ini dan apakah tidak ada masalah dengan agamamu?".
>>> Dijawabnya, "Tidak ada masalah, dan tidak ada yang bisa menggoyahkan
>>> keyakinanku terhadap agamaku".
>>>
>>> TB Silalahi memuji sikap itu.
>>> Dan kami orang Islam memuji TB Silalahi.
>>>
>>> Kelihatannya mulai tumbuh benih-benih rasionalitas di kalangan orang
>muda.
>>> Islam maupun Kristen. Ini perlu dipupuk supaya subur.
>>>
>>> Bila spiritualitas yang sedikit banyak subyektif adalah ibarat
>jalan-jalan
>>> didalam kota, maka jembatan menuju kota lain adalah rasionalitas itulah.
>Di
>>
>>> atas jembatan kita berpegang tangan, bersalaman, saling mengenal.
>>>
>>> Selamat tinggal irrasionalitas. Selamat datang jembatan rasionalitas.
>>>
>>> Khadijah - Islam moderat
>>> Padepokan Silat Langkah Suci
>>> Ciganjur
>>>
>>> ----- End of forwarded message from khadijah umar -----
>>>
>>> ____________________________________________________________________
>>> Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
>>
>>
>>____________________________________________________________________
>>Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
>http://webmail.netscape.com.
>
>
>
>
>------------------------------------------------------------
>Happy Holidays from the staff at DCEmail.com
>http://www.dcemail.com -  FREE Email for the Community

Kirim email ke