Suka atau tidak suka, inilah fakta yg dicoba disusun oleh tim Yayasan SAGU. Tujuan saya memforwardkan berita ini tidak lain dan tidak bukan agar kita sama2 boleh mengetahui apa sebenarnya yg sedang berlangsung di Maluku. Balas dendam terus berlangsung seperti tidak ada akhirnya. Tidak ada gunanya mencari siapa yg salah karena memang sudah seperti benang kusut. Jauh lebih penting adalah mencari bagaimana mengatasi rasa dendam yg terus ada di hati rekan2 kita di Maluku. Sampai kapan pertumpahan darah ini bisa dihentikan? Tampaknya hanya ketegasan dan kenetralan aparat dalam menjaga keamanan yg kini bisa diharapkan yg tentunya perlu dibantu pula oleh warga setempat. Selama aparat tidak netral, selama para pemuka masyarakat tidak bisa meredam emosi massanya, tampaknya darah akan terus tumpah di Maluku. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu -------- FWD: -------- GEREJA SILO YANG TINGGAL KENANGAN Pengantar Lokasi Tugu Trikora adalah tugu yang berada di titik temu empat jalan [seperti = halnya Tugu Monas]. Gereja Silo terletak di persimpangan antara Jl.A.M = Sangaji [panjang jalan 100 meter & menghubungkan gereja Silo dan Mesjid = raya Al-fatah] dan Jalan menuju ke Pohon Pule [pemukiman Kristen]. = Berhadapan dengan gereja Silo adalah gedung PLN. Disamping Gereja Silo, = ada dua kantor dan sebuah jalan yang menuju ke pemukiman muslim = ["Kampung Jalan Baru"]. Karena jalan ini juga mengitari belakang gereja = Silo maka jalan benar-benar dimanfaatkan dalam aksi penyerangan gereja = Silo. Jalan ini sering di sebut "Gang Kayu Buah" Minggu, 26 - 12 - 1999 Pukul 17.15 WIT, Saat itu sedang berlangsung ibadah minggu di Gereja = Silo, seorang bocah cilik warga Jalan Baru kira-kira berumur 13 tahun, = yang sedang bermain-main dengan sepedanya di daerah Tugu Trikora, = tiba-tiba muncul sebuah mobil dengan kecepatan sedang menabrak bocah = cilik itu. Oleh aparat keamanan yang bertugas di lokasi tersebut = (Kesatuan Marinir) memerintahkan sopir angkutan kota jurusan "Kudamati" = itu supaya segera mengevakuasi korban ke RST Ambon dengan jaminan bahwa = aparat keamanan tersebut akan menyelesaikan persoalan tersebut dengan = sebaik-baiknya. Beberapa warga Jalan Baru yang sementara melakukan = aktivitas penjualan bahan bakar (bensin dan minyak tanah) di sekitar = daerah tersebut menjadi marah oleh karena korban tidak dilarikan ke RS = Al Fatah Ambon untuk pengobatan selanjutnya. Kejadian tersebut diketahui = oleh ayah si korban yang kemudian menimbulkan amarah dari sang ayah dan = warga muslim di daerah Jalan Baru. Akibatnya merekapun melakukan aksi = pelemparan terhadap warga Kristen yang berada di depan Tugu Trikora = [padahal saaat itu di gereja Silo tengah berlangsung Ibadah Minggu = Sore].=20 Massa berhasil dihadang dan dipukul mundur oleh Marinir di depan lorong = Gang Kayu Buah di Jl. A.M. Sangadji. Amarah mereka sempat diredam sesaat = oleh aparat Marinir yang berpos di Gedung PLN dan Kesatuan Armed yang = berpos di depan Toko Subur [Toko ini berada di depan jalan gang kayu = buah]. Massa Muslim kemudian berusaha untuk menerobos dan melakukan = penyerangan terhadap warga Kristen yang berada di sekitar Tugu Trikora = dengan menggunakan berbagai alat tajam sementara massa Kristen pun mulai = berdatangan ke lokasi setelah mendengar adanya aksi massa Muslim.=20 Negosiasi pun dilakukan oleh Marinir dengan mengundang tokoh masyarakat = di kedua belah pihak supaya massanya mundur setelah pasukan Marinir = mulai berdatangan dengan truk dan dua buah mobil panser. Kesepakatan = dicapai namun massa Muslim terus menuntut agar korban dikembalikan ke RS = Al Fatah dan terus hendak melakukan penyerangan. Negosiasi kedua pun = terjadi lagi dimana Marinir memberikan jaminan keamanan terhadap sang = bocah, namun jaminan itu tidak membuat massa Muslim menjadi tenang = bahkan amarah mereka semakin menjadi-jadi. Melihat hal itu tokoh = masyarakat kedua belah pihak melakukan negosiasi dengan ayah korban. = Akhirnya kesepakatan bisa diambil yakni mengeluarkan sang korban yang = sudah di evakuasi ke RSU dr. Haulussy untuk dibawa ke RS. Al- Fatah.=20 Kesepakatan yang diambil itu menyebabkan ayah dan kakek si korban = bersama Marinir menuju ke RSU dr. Haulussy Ambon dan bukannya membuat = massa Muslim dari daerah Jalan Baru dan dari Al - Fatah menjadi tenang, = bahkan mereka ingin sekali menghabisi massa Kristen yang terus siaga = penuh terhadap tindakan massa Muslim dengan melempar batu ke arah massa = Kristen dan aparat Marinir yang berada di daerah Tugu Trikora. Aksi = tersebut membuat massa Kristen semakin naik pitam dan kemudian membalas = massa Muslim dengan melempar batu ke arah massa Muslim yang berada di = depan Gang Kayu buah itu. Melihat aksi dan reaksi yang dari kedua massa ini, maka aparat keamanan = yang terdiri dari aparat dari kesatuan Brimob Sulawesi Selatan, Armed 11 = Magelang, Zikon 12 Siliwangi dan Marinir segera mengeluarkan tembakan = beruntun sebagai tembakan peringatan kepada kedua massa yang tidak dapat = menahan emosinya itu. Dan pada saat itu jatuh korban seorang aparat = Marinir dengan luka pada pangkal paha kanan. Sesaat setelah kejadian = itu, maka massa Kristen yang sebagian besar terdiri dari pemuda itu = dapat menahan diri berkat partisipasi dan keraja sama dari beberapa = tokoh Kristen yang cukup disegani saat ini (Pdt. John Ruhulessin, Bpk. = Lucky Wattimury dan Berty Loupatty). Namun massa Muslim yang tidak bisa = diajak bekerja sama dengan aparat keamanan itu semakin menjadi-jadi dan = menimbulkan tembakan beruntun kedua kalinya sehingga mengakibatkan = seorang lagi korban luka tembak, yakni Bpk. Max Aponno juga wartawan = Harian Suara Maluku yang mengalami luka pada pelipis kiri akibat biasnya = benturan proyektil peluru. Melihat kondisi yang sudah tidak dapat = terkendali lagi, maka semua massa Kristen yang berada di TKP segera = mundur dan mengambil posisi berlindung pada sepanjang Jalan. Pukul 18.00 WIT, Terjadi penembakan secara sporadis oleh aparat keamanan = terhadap massa Kristen yang berlindung pada gedung kantor PLN yang = mengakibatkan massa Kristen semakin terdesak dan juga memaksa massa = Kristen untuk melakukan perlawanan.=20 Pukul 19.10 WIT, Massa Muslim menjadi beringas dengan melakukan = pelemparan bom rakitan dan granat ke arah lapangan di belakang gedung = Gereja Silo dan terjadi pembakaran terhadap sebuah rumah yang tepat = berada disamping Gedung Gereja Silo yang mengakibatkan api yang kian = tidak terbendung akibat siraman bensin dari massa Muslim tidak dapat = diantisipasi oleh aparat Marinir yang sudah berjanji untuk menjaga = keselamatan dan keutuhan dari gedeng Gereja Silo, dan saat terjadi = pembakaran itu aparat Marinir yang berjumlah 8 orang berada pada lantai = II dari gedung Gereja Silo yang dipakai sebagai kantor Gereja. Mobil = pemadam kebakaran yang telah dihubungi sebelumnya tidak juga muncul = membuat massa Kristen yang berusaha memadamkan api yang sudah mulai = menjalar masuk ke lantai II Gedung Gereja Silo menjadi marah dan seorang = aparat Marinir dikeroyok massa namun berhasil lolos setelah berlindung = pada Pdt. Ny. M. Wattimury (Pendeta Jemaat GPM Silo) dan mengamankan = diri ke kantor PLN yang berhadapan dengan Gereja Silo. Pukul 19.30 WIT, Massa Muslim Jalan Baru terus melakukan penyerangan = dengan melakukan pelemparan bom rakitan dan granat ke arah gereja Silo = yang jatuh pada taman di samping gereja dan splenternya [serpihan = bomnya] mengena pada beberapa pemuda. Hal ini mengakibatkan pemuda yang = berada di taman gereja tersebut masuk ke dalam gedung gereja untuk = berlindung namun karena massa Muslim terus melakukan pelemparan granat = hingga menembusi atap dan loteng, akhirnya para pemuda ini terkena = pcahan granat-granat yang jatuh di sekitar mimbar gereja. Pada saat yang = sama, massa Muslim mulai membakar sebuah mobil milik warga jemaat GPM = Silo yang baru selesai melakukan ibadah. Mobil tersebut diparkir di = depan sebuah kantor swasta [Fa.Taner] yang tak jauh dari gereja Silo. = Sementara konflik sedang terjadi aparat memblokade bantuan massa Kristen = dari wilayah Mangga Dua dan sekitarnya. Mereka yang datang hendak = membantu pengamanan gedung Gereja Silo diberondong dengan peluru oleh = aparat keamanan di sekitar Jembatan Pohon Pule.=20 Pukul 21.00 WIT, Api mulai melahap seluruh bagian dari gedung Gereja = Silo. Ketika massa Kristen mencoba memasuki gedung yang tengah terbakar = dengan maksud memadamkan api, mereka ditembak oleh aparat keamanan dan = dari mobil panser. Akibatnya gedung gereja Silo sudah tak tertolong = lagi. Api mulai menjilati perlahan-lahan geudng itu. Gedung gereja Silo = yang bersejarah di kota Ambon, yang penuh dengan berbagai kenangan = kesaksian dan pelayanan jemaat, bahkan dipadati jemaat pada saat-saat = ibadah malam natal terakhirnya, kini TINGGAL KENANGAN. Saat itu jemaat = maupun massa Kristen yang menyaksikannya larut dalam rasa haru dan isak = tangis. Terbakarnya emosi massa Kristen, menyebabkan situasi semakin tak = terkendali lagi. Massa jemaat Silo yang marah berucap suatu keputusan = bahwa BERPERANG SAMPAI TUHAN DATANG YANG KE DUA KALINYA. Mereka kemudian = melakukan pembakaran terhadap sebuah truk Marinir yang diparkir di depan = RM Tunas di Jl. Said Perintah [Depan gedung gereja Silo]. Kobaran api = kian membesar dan melahap gedung Gereja Silo sebagai akibat hujan = lemparan bom molotov dan granat ke arah gedung Gereja Silo tanpa adanya = penghadangan massa muslim baik oleh aparat keamanan maupun oleh mobil = panser yang berada di sekitar lokasi gereja.=20 27 -12 - 1999 Pukul 01.30 WIT, Nyala api di gedung Gereja Silo semakin membesar dan = tetap terus melahap seluruh bagian gedung dan pada saat yang sama pula = mobil panser yang semula berada di sekitar Tugu Trikora menuju ke depan = Toko Simpang [depan mesjid Al-fatah]. Massa Kristen yang berada di = sekitar gereja tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya menyaksikan kobaran = lidah api di atas gedung gereja dengan tangisan. Sementara itu 7 orang = pemuda terus berada dalam gedung gereja dan mengeluarkan sebagian = peralatan gereja diantaranya televisi, sound system dan perlengkapan = perjamuan kudus yang dibawa oleh seorang pemuda. Kemudian 6 orang = lainnya terus berada dalam gedung gereja ditengah kobaran api yang terus = melahap sambil membunyikan lonceng gereja dan melantunkan kidung-kidung = rohani. 6 orang pemuda tersebut akhirnya keluar dari gedung gereja oleh = karena kondisi sudah tidak mengizinkan. Ketika merkea keluar dari gedung = yang sedang terbakar, mereka pun diberondong tembakan aparat keamanan = dari arah Jalan Baru.=20 Pukul 04.00 WIT, Setelah kobaran api di gedung Gereja Silo melahap = seluruh bagian gereja hingga tersisa bangunan kunci strori (ruang = persiapan), menara lonceng gereja dan kondisi beton bangunan gereja, 6 = orang pemuda tersebut kembali memasuki kuncistori gereja dan = mengeluarkan lagi beberapa perlengkapan gereja lainnya. Pukul 05.15 WIT, Setelah aparat keamanan Marinir telah menyingkir dari = Pos Jaga di kantor PLN Ambon dan Pohon Pule, tiba-tiba 5 orang warga = Jalan Baru dengan dikawal beberapa aparat keamanan yang tidak diketahui = dari kesatuan mana menyusup ke lorong Pohon Puleh dan membakar sebuah = mobil yang berada di lorong tersebut. Warga yang sementara berjaga = menjadi kaget dan berusaha memadamkan api tersebut tiba-tiba diberondong = dengan tembakan oleh aparat keamanan yang melakukan pengawalan tersebut. = Akhirnya massa Muslim dengan bantuan aparat keamanan mulai melakukan = penyerangan dengan membakar sebuah toko di depan lorong/gang Kol. = Pieters [pemukiman Kristen yang berhadapan dengan gedung gereja] = beberapa Massa Kristen di Pohon Pule melakukan tindakan antisipasi = dengan berusaha memadamkan kobaran api yang menjalar ke pemukiman = lainnya. Sementara itu massa Muslim yang terus melakukan penyerangan = ditembak oleh aparat keamanan dari Kesatuan KOSTRAD 303 Siliwangi dari = Jembatan Pohon Pule. Pukul 08. 10 WIT, Massa Kristen mulai melakukan penyerangan balik = terhadap massa Muslim yang tidak lagi terlihat di sekitar lokasi = pertempuran hingga berhasil membakar beberapa rumah di lorong Gang Kayu = Buah dan Mesjid Al Huda di Jl. A.M. Sangadji. Aparat keamanan dari = tempat yang tidak diketahui kemudian melakukan penembakan terhadap massa = Kristen yang berlari dari Rumah Kopi Wangi ke arah PT Santos (kantor = sebelah gereja Silo) dan mengakibatkan jatuhnya korban dan dievakuasi ke = RS GPM Ambon. Massa Muslim dengan memboncengi aparat keamanan kembali = melakukan penyerangan ke arah Toko Subur dan menjarah serta membakar = toko tsb. Di samping itu penyerangan pun diarahkan ke daerah Jl. A.Y. = Patty dan melakukan penjarahan terhadap beberapa buah toko yang juga = dilakukan oleh aparat keamanan dengan membuat barikade panser dan truk = aparat keamanan di perempatan Toko Buku Simpang [depan Mesjid raya = Al-Fatah].=20 Pukul 10.15 WIT, Kembali massa Muslim melakukan penyerangan ke arah = Pohon Pule [derah Kristen di sekitar gereja Silo] dengan memanfaatkan = peluang tembakan sniper aparat keamanan dari Jalan Baru dan Soabali = [pemukiman warga Muslim yang bertetangga dengan kampung jalan Baru] = dengan cara membakar beberapa rumah yang berada di depan Pohon Pule. = Massa Kristen di Pohon Pule mencoba untuk memadamkan api namun ditembak. = Korban seorang pemuda bernama William Afitu (27 thn), salah satu anggota = majelis terpilih Jemaat GPM Silo periode 2000 - 2005, terkena tembakan = pada bagian kepala. Korban dievakuasi ke RS GPM hingga meninggal di RS = Bakhti Rahayu. Sekitar 15 orang massa Muslim terus melakukan penyerangan = dengan pengawalan 2 orang Marinir yang melakukan penembakan terhadap = massa Kristen yang bertahan di Pohon Pule.=20 Dari hasil pantauan terlihat massa Muslim tersebut sebahagian besar = memegang granat masing-masing 2 buah dan Marinir yang membantu = penyerangan adalah yang berpos di depan Pohon Pule. Massa Kristen di = Pohon Pule semakin terdesak dan mundur melakukan pertahanan di bagian = belakang. Akibatnya massa Muslim membakar sekitar 30 buah rumah penduduk = milik warga Kristen Pohon Pule. Keadan ini bertahan sampai sore hari =B1 = 16.05 WIT (27/12) dengan terbakarnya kembali daerah jalan A.Y PATTY dan = daerah jalan Kenanga. Para penduduk di daerah ini sebahagaian besar = hanya meninggalkan rumahnya dengan membawa surat-surat penting dan = beberapa potong pakaian saja. YAYASAN SAGU Solidaritas Anak Negeri Maluku ----------------
