Oalah ini orang orang kok nggak habis habisnya debat kusir, saling ingin
membuktikan kebenaran.

Ap sih artinya yang satu membuktikan A yang lainnya membuktikan B, kalau
memang tohk yang bertikai A dan B jelas pasti ada korban di kedua belah pihak.
Tidak isahlah ditinjolkan lagi berapa dan siapa korban korbannya. 

Lagi pula, buat bung Irwan, meskipun toh informasi yang didapat oleh yang lain
hanya sebatas medi on line, belum tentu berita tsb bohonhg atau tidak benar,
begitu pula dengan berita yang anda terima meskipun dari fax langsung ataupun
melalui jalur lain, belum tentu juga benar 100% atau lebih valid daripada
Republika.

Sangat tidak ingin memperkeruh persoalan. Tetapi sebaiknya kita ini yang jauh
dari lokasi pertumpahan darah menyumbangkan pikiran, bagaimana jalan
keluarnya, atau paling tidak teriak teriak yang latang melalui cara apa saja
agar ituloh para pemimpin bangsa ikut mendengar dan meperhatikan nasib
rakyatnya, khususnya rakyat di Ambon.

Goyang itu GD dan Ms agar mau turun tangan menyelesaikan Ambon, jangan cuma
bisa berkomentar omong kosong dari jauh, berkunjung kemudian berkomentar ambon
urusannya orang ambon sendiri, pemimpin macam apa itu.

apalagi bung Irawan, anda itu punya kontak dengan orang kristen yang di tanah
air, khususnya yang terlibat dengan masalah ambon, sebaiknya juga ikut memberi
tahu mereka jalan keluarnya, jangan hanya terima informasi dari mereka
mengenai jumlah korban dan kerusakan. Buat apa informasi tsb, cuma untuk bahan
pengetahuan? saya kira para korban yang namanya tertulis disitu akan lebih
senang jika anda ikut membantu memberikan alternatif jalan keluarnya dari pada
cuma menyimpan nama mereka di arsip.

Maaf saya tidak bermaksud menggurui.

yuni



Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Fakta memang terkadang menyakitkan bagi yg menjadi korban.
> Satu lagi saya coba bantu bagi2 informasi yg mungkin terlewat
> dari pemberitaan republika online atau media online lainnya.
> 
> Tahun 2000, tahun babat habis provokator.
> 
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
> 
> 
> --------
> FWD
> --------
> Laporan Tim Investigasi Sala Waku, Ambon, 27 Desember 1999, 21:23 WIT
> 
>         Situasi Kota Ambon sepanjang hari Senin, 27 Desember 1999 lumpuh
> total, baik darat maupun laut. Kerusuhan pecah di berbagai tempat seperti
Jl
> A M
>         Sangaji, UKIM dan beberapa tempat lain sekitar Gereja Silo yang
> musnah terbakar malam sebelumnya. Di wilayah UKIM terdapat beberapa titik
api.
>         Diinformasikan sekitar 2 orang tewas dan belum teridentifikasi.
> 
>         Laporan saksi mata mengatakan konsentrasi Massa Putih terlihat
> menguasai sekitar Gereja Silo dan berkonsentrasi di Jalan Sedap Malam
sampai
> lorong
>         Kolonel Pieters. Massa Putih bergerak membakar wilayah Kristen di
> sekitar Gereja Silo dengan dukungan mobil lapis baja aparat keamanan, dan
>         melakukan penembakan membabi-buta terhadap wilayah Kristen.
> 
>         Massa Kristen tidak dapat bergerak kemanapun, karena diblokir ketat
> oleh aparat. Pemblokiran ini membuat massa mengamuk dan membakar beberapa
>         buah tempat pemukiman Muslim, termasuk sebuah mesjid di Jl A M
> Sangaji. Mereka merasa frustrasi karena blokiran aparat yang begitu ketat,
> sementara
>         Massa Putih leluasa bergerak merusak, membakar dan menghancurkan
> wilayah Kristen.
> 
>         Tim Investigasi yang berusaha meliput secara obyektif, menemukan
> kenyataan yang sangat mengherankan bahwa aparat keamanan sangat berpihak,
>         walaupun telah mendapat pengarahan dan tekanan selama ini.
Kenyataan
> di lapangan memperlihatkan jelas keberpihakan itu, sehingga tidaklah
>         mengherankan bahwa Gereja Silo yang sangat dekat dijaga aparat,
dapat
> ditembus oleh massa Putih. Di bagian lain kota Ambon, terlihat 2 buah speed
>         boat menyeberangkan massa Putih dari jazirah Leihitu sejak jam
08:00
> pagi sampai 13:00 WIT waktu setempat. Penyeberangan ini sangat disesalkan,
>         karena dibiarkan oleh patroli SatPol Air & AL. Speed boat yang
> bermuatan penuh sekitar 20 orang sekali menyeberang, melakukan hampir 50
kali
>         penyeberangan, sehingga menurut saksi mata jumlah yang diturunkan
> ditaksir sekitar hampir 2000 orang. Massa tersebut diturunkan di Poka dan
> bergerak
>         ke Belakang Kota. Malam sebelumnya terlihat cahaya lampu senter di
> daerah Poka pegunugan, yang diinformasikan sebagai massa Putih yang turun
>         bergerak dan masuk ke kota Ambon. Hal inilah yang menyebabkan
> konsentrasi massa putih semakin hari semakin banyak dan beringas, karena
> bantuan
>         massa dari luar kota Ambon.
> 
>         Dari beberapa kontak person dan hubungan telepon ke berbagai rumah
> sakit, disebutkan bahwa korban meliputi:
> 
>            1.46 Orang Tewas
>            2.Sekitar 60 orang luka-luka
> 
>         Data ini masih merupakan data sementara dan sedang di cross-chek
oleh
> Tim Investigasi. Di bawah ini kami muat data sementara korban tewas dan
>         terluka dari peristiwa semalam hingga hari ini.
> 
>            1.Melyanus Taribuka - tewas tertembak di kepala
>            2.Willem Apitu - tewas tertembak di kepala
>            3.Jongky Baker - tewas tertembak di kepala
>            4.Hanny Ola - Luka tertembak
>            5.Vitalis - Luka tertembak
>            6.Cores Boker - Luka tertembak
>            7.Jemmy de Fretes - Luka tertembak
>            8.Rhein Louhanapessy - Luka tertembak
>            9.Richard. M - Luka tertembak
>           10.Ferdy Dumatubun - Luka tertembak
>           11.Boy Paliama - Luka Pecahan Granat
>           12.Tanary Hadi Sudharmono - Luka Bakar
>           13.George Nusi - Luka Pecahan Bom
>           14.Jopy Leleulja - Luka tertembak
>           15.Polly Anakotta - Luka Tertembak
>           16.Jacob Wattimury - Luka tertembak
>           17.Ampy Talakua - Luka tertembak
>           18.Pattipeilohy - Luka Pecahan Bom
>           19.Selanno - Luka Tembak
>           20.Onny Latumahina - Luka Tembak
>           21.Jopie Hattu - Luka Tembak
> 
>         Sementara itu, dilaporkan terlihat pula beberapa titik api di
sekitar
> daerah Air Selobar. Diperkirakan kebakaran terjadi di lokasi rumah-rumah
bekas
>         terbakar dari tragedi lalu.
> 
>         Sampai sesaat sebelum berita ini diturunkan, kota Ambon dalam
keadaan
> mencekam. Masih terdengar bunyi bom dan tembakan di dalam kota, dan
>         dilaporkan pula tembakan di laut sekitar Poka - RumahTiga.
> 
>           Sumber: Yayasan Sala Waku Maluku
> 
> 
> 
>         ----- Original Message -----
>         From: Eskol-Net [EMAIL PROTECTED]
>         Sent: 27 Desember, 1999 16:33
>         Subject: Spot News: Situasi Ambon Terkini
> 
>                                        Spot News : Situasi Ambon Terbaru
> 
>         Pasca pembakaran GPM Silo, aparat bersama massa putih bergerak
> membakari rumah dan pertokoan warga Kristen yang ada di sekitar GPM Silo.
>         Menurut laporan Posko Maranatha dan kontak person di Ambon, massa
> putih didukung dengan kendaraan lapis baja milik aparat, sehingga mereka
bisa
>         merajalela melakukan pembakaran di wilayah Kristen.
> 
>         Selain GPM Silo, massa putih juga menyerbu dan merusak GPM
Bethlehem
> yang terletak tidak jauh dari GPM Silo. Namun data dan kronologis peristiwa
>         perusakan tersebut belum kami terima. Selain itu, massa putih juga
> menyerang dan merusak dua ruangan UKIM. Penyerangan ke UKIM mengakibatkan 2
>         warga Kristen tewas.
> 
>         Saat ini massa putih sudah menguasai daerah sekitar GPM Silo, dan
> terkonsentrasi di Jl.Sedap Malam. Sementara itu di depan GPM Maranatha juga
>         ditempatkan sebuah kendaraan lapis baja.
> 
>         Situasi di luar Ambon cukup tegang. Informasi dari Tual mengatakan
> bahwa suasana di Kei Kecil dan Kei Besar cukup tegang, bahkan sudah terjadi
>         kerusuhan kecil di Tanimbar.
> ---------------------


____________________________________________________________________
Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at 
http://webmail.netscape.com.

Kirim email ke