Saya hanya mau utarakan perasaan saja.
Sedih melihat orang Indo sendiri bunuh bunuhan.
Berita sekarang mana sudah simpang siur lagi.
Regardless dari pihak mana, saya sangat menyayangkan
sekali orang Indo mati percuma.
Pertanyaannya, what the hell govt in Jakarta are doing?
Regardless, apakah mereka mengusahakan suatu solusi atau tidak,
pembunuhan yang terus berlangsung harus dihentikan.
Apa sih susahnya nyusun 5000 pasukan, 8000 atau lebih?
Lalu kirim langsung ke Ambon. Beres deh. Stop bunuh-bunuhannya
+ bakar-bakarannya dulu. Baru cari solusi nanti.
Orang puluhan ribu tentara bisa di kerahkan ke TimTim dan Aceh,
kenapa nggak ke Ambon.
Kalo takut tentara atau polisi dari satu pihak yang ribut,
ya ... susun setengah-setengah lah. Atau nggak susun aja
tentara/polisi yang asal Bali (atau Cina .. kalau ada).
Saya tahu banyak polisi asal dari Bali.
Apa kita musti nunggu lagi sampe UN turun tangan?
Malu-maluin aja. UN sendiri sering kali terlambat dalam
bertindak.
Saya mempunyai sedikit prediksi, kalo ini dibiarkan berlarut-larut
(sebulan atau lebih), saya dengan sedih memperkirakan bahwa
kulminasi pertikaian di Ambon akan mengakibatkan terlepasnya
Maluku (mungkin diikuti dengan IrJa) dari NKRI.
udah deh segitu aja unek-unek saya,
igg
Mengenai Mega? Pertangungjawaban setelah masa tugas nanti perlu
ditelaati. Sama juga dengan GusDur.
On Mon, 3 Jan 2000, Priyo Pujiwasono wrote:
> Yak..daripada ribut-ribut,
> sekarang ganti topik saja!
> Pantas tidak orang begini disebut pemimpin yang
> memperjuangkan nasib rakyat?
> Kok liburannya nggak ke Times Square sekalian,
> sekalian menjenguk para simpatisan PDI-P gitu Mbak!
>
>