Mas P, kegagalan Mega dalam mensikapi kekisruhan di berbagai wilayah memang
tidak mengherankan, dan tidak perlu pula untuk terkejut. Semua sudah dapat
diprediksi oleh akal sehat jauh-jauh hari, bahkan sebelum peristiwa
penyerbuan markas Mega di Jl Diponegoro jaman baheula itu. Para pendukung
setia Mega seperti Theo Syafei, Kwik Kian Gie, Alex Liitay, dll juga sudah
mahfum dengan kondisi intelektualitas Mega. Yah, susah juga mereka ikut
berminat memanfaatkan 'kepandaian' Mega. Sebagai manusia, Mega bisa jadi
orang yg baik, lemah lembut, halus perasaan, dll. Mungkin juga pergi ke
Hongkong karena nggak tahan lagi menahan tangis dengan kejadian di Ambon,
dll. Tapi pemimpin yang baik kan bukan cuman orang yg baik doang.
Posting Mbak Y agar Mega dan Gusdur keduanya digusur juga kurang sip.
Mengapa? Otomatis mbak Y mendoakan agar terjadi kudeta militer....:) Habis
kan nggak mungkin keduanya tergusur? Kalau Gus Dur tergusur, otomatis Mega
malah jadi presiden dong? Sekarang ini kemampuan Gusdur jelas terdiskon oleh
kondisi jasmaninya. Apa yang akan terjadi kalau Mega yang berkemampuan minim
dan makin minim karena terdiskon oleh ketiadaan intelektual atau kasarnya
nir-otak naik jadi presiden? Tambah berabe dong? Jadi, terima tidak terima,
Gus Dur dan Mega sebaiknya dipertahankan sebagai presiden dan wapres sampai
selesai masa tugasnya. Secara natural nanti Mega akan masuk kotak, dan tidak
mungkin ikut capres periode y.a.d.
Jeffrey Anjasmara
-----------------------
>Ehh...ngomong2,
>ada enggak ya berita "versi lain" dari milis PDI-P
>tentang KUNJUNGAN DINAS Mbak Mega ke Hongkong ini?
>Saya cari di Detik.com kok juga sammmaaa....
>Wahh-wahhh...jadi malu saya dulu kok mendukung
>mati-matian, sekarang pura-pura malu mengkritik,
>heheee....
>
>
>--- Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Penghujung tahun 1999 ditandai dengan demonstrasi
> > kebebalan hati seorang
> > 'pemimpin' RI yaitu Ibu Kita Megawati Sukarnoputri
> > dari PDIP dalam mensikapi
> > suasana keprihatinan di dalam negeri. Dengan enteng
> > bekas gardener ini
> > melanglang ke Hongkong untuk refreshing menonton
> > kembang api. Ternyata
> > kekanak-kanakan mbak Meg yang mungkin pencerminan
> > dari sifat kelompok PDIP
> > lebih akut dari keponakan saya yang menjerit-jerit
> > ingin menonton pameran
> > kembang api. Kasihan....:)
> >
> > Penghujung tahun 1999 yang sekaligus merupakan
> > perayaan natal ternyata juga
> > diwarnai dengan pembantaian 500 orang muslim di
> > Ambon. Suatu perayaan sakral
> > kelahiran Isa AlMasih model baru. Entah sudah
> > dirasuki setan manakah para
> > pendeta dan pemimpin mereka ini. Sebanyak 25 ribu
> > orang menyerang tanpa
> > dapat diatasi oleh pihak keamanan? Hmmm....:)
> >
> > Dua kejadian di atas sangat ironis. Walaupun saya
> > juga yakin kalau Mega
> > ditaruh selama setahun di Ambon selama setahunpun
> > tidak akan menyelesaikan
> > masalah, tetapi paling tidak ibu ini menunjukkan
> > kepeduliannya. Mana
> > tangisan politik yg ditampilkan dulu itu?
> >
> > Berkaitan dengan geger Ambon, saya kok makin lama
> > makin bingung. Mula-mula
> > kelompok pedagang dari Bugis dan Makasar yang
> > dihabisi dan diusir dari
> > Ambon, sekarang sesama Ambonpun dibunuhi. Yang saya
> > makin takjub, banyak
> > orang sebetulnya kurang begitu peduli memperoleh
> > informasi yang sepihak.
> > Kelompok ini tidak berusaha memperoleh informasi
> > yang seimbang. Yang
> > menyedihkan kelompok ini yang paling keras bersuara
> > bila disampaikan fakta
> > bahwa demikian banyak orang muslim yang terbantai.
> > Kelompok kedua adalah
> > kelompok yang mau mencari informasi yang seimbang.
> > Yang menyedihkan,
> > kelompok ini tidak ingin info tersebar dengan
> > sempurna, dan malah cuci
> > tangan dengan alasan tidak tahu menahu urusan Ambon
> > karena tidak ada di
> > sana.....:)
> >
> > Issue berkaitan adalah kemungkinan kudeta oleh pihak
> > militer.
> > Ketidakstabilan yang terus menerus dapat menjadi
> > alasan yg jitu untuk
> > kudeta. Mungkin pada awal reformasi pihak militer
> > tidak ingin dan tidak
> > berani untuk kudeta, tapi dengan perkembangan
> > seperti saat ini apakah mereka
> > tidak akan tergiur?
> >
> > Permasalahan Ambon buat saya sekarang ini lebih pas
> > disebut permasalahan
> > militer vs sipil. Pemerintahan sipil berusaha
> > menekan militer melepas fungsi
> > di luar hankamnya sebanyak mungkin, di lain pihak
> > militer masih
> > tergagap-gagap dan masih ada keinginan untuk
> > langgeng.
> >
> > Sudah berkali-kali saya tulis agar Gus Dur memberi
> > legitimasi pihak hankam
> > untuk memenjalankan fungsinya sebagai penjaga
> > pertahanan dan keamanan. Tidak
> > perlu takut bahwa militer akan menarik hati rakyat
> > lagi. Jadi pengerahan
> > pasukan ke Ambon tidak perlu lagi diirit-irit lagi.
> >
> >
> > Jeffrey Anjasmara
> >
>______________________________________________________
> > Get Your Private, Free Email at
> > http://www.hotmail.com
> >
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
>http://messenger.yahoo.com
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com