Yang jelas, menguasai 7 desa yg bukan "wilayahnya"
jelas2 bukan tindakan bela diri tapi lebih kepada tindakan
"agresi"
Cukup beranikah Republika memuat fakta ini?
Yang jelas, Kompas dan Suara Pembaruan saja akan
pikir2 panjang untuk memuat berita sejenis ini.
Semoga kebenaran dan kedamaian bisa ditegakan
kembali di bumi Maluku.....:(
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
--------
FWD
--------
Halmahera - Maluku Utara, 22.00 WIT 2 Januari 2000
Penyerangan Massa Muslim ke Jailolo-Halmahera
Utara
Informasi pukul 22.00 WIT yang kami terima, telah terjadi konsolidasi
dan koordinasi massa muslim dari kawasan wilayah pulau Tidore, daerah Sanana,
Makian dan Kayoa . Dibawah komando Tidore, massa ini sudah bergerak
menyerang menuju ke kawasan Jailolo dan Sahu. Wilayah Jailolo bagian
pantai merupakan wilayah pemukiman Muslim sementara bagian dalam
terdapat desa-desa Kristen. Saat berita ini diterima, dikabarkan telah pecah
aksi
kekerasan antara massa penyerang yang berada dibawah komando Tidore
dengan warga desa Soakonora [desa Kristen]. Desa Soakonora merupakan
desa Kristen terdepan yang menjadi pintu gerbang sejumlah desa
Kristen lainnya dalam peta wilayah kawasan Jailolo. Sampai saat ini warga desa
Soakonora terus dibantu oleh warga desa-desa Kristen lainnya untuk
menahan majunya massa penyerang ke kawasan pedalaman Jailolo. Dalam kontak
kerusuhan ini hingga pukul 23.00 WIT, 2 warga Kristen dilaporkan
tewas; salah satunya dikabarkan dibantai secara mengerikan.
Munculnya Tidore sebagai kordinator massa Jihad di Halmahera
dikaitkan dengan kalahnya kekuatan kesultanan Ternate dalam konflik
terakhirnya
dengan kesultanan Tidore beberapa hari silam. Artinya kesultanan
Ternate tidak lagi dapat mengendalikan pergerakkan massa ataupun kerusuhan di
wilayah pulau Halmahera. Masih dalam kawasan Jailolo, sebelumnya
dikabarkan pula bahwa pada pagi subuh, 2 Januari 2000 terjadi konflik antara
desa
Tuada {desa Muslim) dengan desa Todowongi [desa Kristen]. Konflik
kekerasan antara kedua desa ini berakhir hancurnya desa Tueda.
Agresi Massa Jihad: KMP. Lambelo di sandera
Dari Ternate, dikabarkan sekitar 1000 orang warga Muslim di Ternate
menyandera kapal Pelni KMP Lambelo dengan tuntutan agar sanak-saudaranya
yang berada di kota Tobelo untuk dipindahkan ke wilayah Galela.
Berita ini sudah dimuat dalam buletin siang RCTI 2 Januari 2000. Namun yang
menarik ialah KMP. Lambelo dalam perjalanan ke kota pelabuhan
berikutnya, di paksa untuk menyinggahi kota Tobelo yang bukan kota tujuannya.
Ternyata, menurut tuturan seorang informan, di dalam kapal itu
sendiri terdapat kurang lebih 600 orang milisi Jihad yang hendak diterjunkan
oleh
Tobelo. Kota Tobelo hingga saat ini masih dikuasai oleh pihak Kristen
mengingat dominasi penduduknya yang beragama Kristen. Tercatat di kecamatan
Tobelo sendiri terdapat 24 desa Kristen, 8 desa yang heterogen
pemeluk agamanya, dan 4 desa Muslim.
Pemetaan Wilayah Kerusuhan di pulau Halmahera
Akibat kerusuhan di Halmahera yang berlangsung sejak 1999, pulau
Halmahera yang menyerupai huruf "K" ini terbagi menurut penguasaan wilayahnya
yakni: Bagian utara di masih didominasi oleh pihak Kristen sebagai
akibat mayoritas penduduk di sana beragama Kristen. Sebaliknya di bagian
Selatan
didominasi oleh warga Muslim. Konflik kekerasan yang berpola
penyerangan dan pembakaran di p. Halmahera masih memiliki motif yang sama
dengan
di Ambon dan kawasan Maluku tengah yakni: pendudukan dan penguasaan
wilayah. Sejauh ini massa Muslim berhasil menguasai 11 desa/wilayah [7
diantaranya merupakan desa Kristen yang ditaklukan dan 4 yang lainnya
desa yang heterogen].
Sejauh ini upaya penguasaan wilayah yang terjadi pada beberapa
lokasi/desa di wilayah pulau Halmahera bagian utara tidak berhasil dimenangkan
oleh massa Muslim. Oleh sebab itu, kelihatannya sasaran koordinasi
dan konsolidasi kembali kekuatan massa Muslim ini ialah menaklukan wilayah
yang
masih didominasi oleh warga Kristen seperti di Tobelo & Kao. Dalam
rangka itu memuluskan penyerangan ke sana, kawasan Jailolo sebagai gerbang
menuju ke Kota Tobelo dan Kao dan sebagai daerah penyanggah wilayah
Kao harus di kuasai terlebih dahulu.
Keadaan Kota Ternate
Dari Ternate, diinformasikan bahwa masih terjadi aksi pembakran
rumah-rumah warga Kristen dan bahkan ada beberapa warga Kristen yang tewas
terbunuh pada kejadi hari ini 2 Januari 2000. Sebagian warga Kristen
masih terjebak dan tidak bisa meninggalkan Ternate untuk mengamankan diri.
YAYASAN SAGU - Solidaritas Anak Negeri Maluku