Again, typical propaganda dari dewan gereja. Selalu disebutkan 2 atau 3
orang jumlah korban, lalu lainnya tidak pernah disebutkan jumlah korbannya
kecuali dengan kata 'beberapa'. Sementara keberhasilan untuk membantai
ratusan atau ribuan tidak tercerminkan kan?
-----------------------
>From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: AMBON: Penyerangan Massa Muslim ke Jailolo-Halmahera Utara
>Date: Thu, 6 Jan 2000 10:57:29 EST
>
>Yang jelas, menguasai 7 desa yg bukan "wilayahnya"
>jelas2 bukan tindakan bela diri tapi lebih kepada tindakan
>"agresi"
>
>Cukup beranikah Republika memuat fakta ini?
>Yang jelas, Kompas dan Suara Pembaruan saja akan
>pikir2 panjang untuk memuat berita sejenis ini.
>
>Semoga kebenaran dan kedamaian bisa ditegakan
>kembali di bumi Maluku.....:(
>
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>
>
>--------
>FWD
>--------
>Halmahera - Maluku Utara, 22.00 WIT 2 Januari 2000
> Penyerangan Massa Muslim ke
>Jailolo-Halmahera
>Utara
>
> Informasi pukul 22.00 WIT yang kami terima, telah terjadi
>konsolidasi
>dan koordinasi massa muslim dari kawasan wilayah pulau Tidore, daerah
>Sanana,
> Makian dan Kayoa . Dibawah komando Tidore, massa ini sudah
>bergerak
>menyerang menuju ke kawasan Jailolo dan Sahu. Wilayah Jailolo bagian
> pantai merupakan wilayah pemukiman Muslim sementara bagian dalam
>terdapat desa-desa Kristen. Saat berita ini diterima, dikabarkan telah
>pecah
>aksi
> kekerasan antara massa penyerang yang berada dibawah komando
>Tidore
>dengan warga desa Soakonora [desa Kristen]. Desa Soakonora merupakan
> desa Kristen terdepan yang menjadi pintu gerbang sejumlah desa
>Kristen lainnya dalam peta wilayah kawasan Jailolo. Sampai saat ini warga
>desa
> Soakonora terus dibantu oleh warga desa-desa Kristen lainnya untuk
>menahan majunya massa penyerang ke kawasan pedalaman Jailolo. Dalam kontak
> kerusuhan ini hingga pukul 23.00 WIT, 2 warga Kristen dilaporkan
>tewas; salah satunya dikabarkan dibantai secara mengerikan.
>
> Munculnya Tidore sebagai kordinator massa Jihad di Halmahera
>dikaitkan dengan kalahnya kekuatan kesultanan Ternate dalam konflik
>terakhirnya
> dengan kesultanan Tidore beberapa hari silam. Artinya kesultanan
>Ternate tidak lagi dapat mengendalikan pergerakkan massa ataupun kerusuhan
>di
> wilayah pulau Halmahera. Masih dalam kawasan Jailolo, sebelumnya
>dikabarkan pula bahwa pada pagi subuh, 2 Januari 2000 terjadi konflik
>antara
>desa
> Tuada {desa Muslim) dengan desa Todowongi [desa Kristen]. Konflik
>kekerasan antara kedua desa ini berakhir hancurnya desa Tueda.
>
> Agresi Massa Jihad: KMP. Lambelo di sandera
> Dari Ternate, dikabarkan sekitar 1000 orang warga Muslim di
>Ternate
>menyandera kapal Pelni KMP Lambelo dengan tuntutan agar sanak-saudaranya
> yang berada di kota Tobelo untuk dipindahkan ke wilayah Galela.
>Berita ini sudah dimuat dalam buletin siang RCTI 2 Januari 2000. Namun yang
> menarik ialah KMP. Lambelo dalam perjalanan ke kota pelabuhan
>berikutnya, di paksa untuk menyinggahi kota Tobelo yang bukan kota
>tujuannya.
> Ternyata, menurut tuturan seorang informan, di dalam kapal itu
>sendiri terdapat kurang lebih 600 orang milisi Jihad yang hendak
>diterjunkan
>oleh
> Tobelo. Kota Tobelo hingga saat ini masih dikuasai oleh pihak
>Kristen
>mengingat dominasi penduduknya yang beragama Kristen. Tercatat di kecamatan
> Tobelo sendiri terdapat 24 desa Kristen, 8 desa yang heterogen
>pemeluk agamanya, dan 4 desa Muslim.
>
> Pemetaan Wilayah Kerusuhan di pulau Halmahera
> Akibat kerusuhan di Halmahera yang berlangsung sejak 1999, pulau
>Halmahera yang menyerupai huruf "K" ini terbagi menurut penguasaan
>wilayahnya
> yakni: Bagian utara di masih didominasi oleh pihak Kristen sebagai
>akibat mayoritas penduduk di sana beragama Kristen. Sebaliknya di bagian
>Selatan
> didominasi oleh warga Muslim. Konflik kekerasan yang berpola
>penyerangan dan pembakaran di p. Halmahera masih memiliki motif yang sama
>dengan
> di Ambon dan kawasan Maluku tengah yakni: pendudukan dan
>penguasaan
>wilayah. Sejauh ini massa Muslim berhasil menguasai 11 desa/wilayah [7
> diantaranya merupakan desa Kristen yang ditaklukan dan 4 yang
>lainnya
>desa yang heterogen].
>
> Sejauh ini upaya penguasaan wilayah yang terjadi pada beberapa
>lokasi/desa di wilayah pulau Halmahera bagian utara tidak berhasil
>dimenangkan
> oleh massa Muslim. Oleh sebab itu, kelihatannya sasaran koordinasi
>dan konsolidasi kembali kekuatan massa Muslim ini ialah menaklukan wilayah
>yang
> masih didominasi oleh warga Kristen seperti di Tobelo & Kao. Dalam
>rangka itu memuluskan penyerangan ke sana, kawasan Jailolo sebagai gerbang
> menuju ke Kota Tobelo dan Kao dan sebagai daerah penyanggah
>wilayah
>Kao harus di kuasai terlebih dahulu.
>
> Keadaan Kota Ternate
> Dari Ternate, diinformasikan bahwa masih terjadi aksi pembakran
>rumah-rumah warga Kristen dan bahkan ada beberapa warga Kristen yang tewas
> terbunuh pada kejadi hari ini 2 Januari 2000. Sebagian warga
>Kristen
>masih terjebak dan tidak bisa meninggalkan Ternate untuk mengamankan diri.
>
> YAYASAN SAGU - Solidaritas Anak Negeri Maluku
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com