Saya juga tertarik mencermati perkembangan di Austria dengan partai
reform-nya Joerg Haider itu, namun bukan untuk menarik analogi dengan
Indonesia. Saya melihat meningkatkanya popularitas Haider di Eropa itu
adalah sebagai reaksi dari dominasi pengaruh partai-partai sosialis demokrat
dengan nilai-nilai socio-welfare liberal mereka yang sangat pro one-europe
identity itu. Sekitar 9 dari negara anggota European Union saat ini dikuasai
oleh partai sosial demokrat. Akibatnya, pengikut konservatif di
negara-negara itu yang kecewa dengan partai-partai konservatif yg dianggap
terlalu jauh bergerak ketengah, cenderung memberikan suaranya kepada partai
ultra-nasionalis kanan seperti partai reform itu, semacam protest votes.

Mari kita lihat apakah perkembangan di Eropa juga akan terjadi di AS yg
sudah 8 tahun diperintah oleh Partai Demokrat, yang sedikit-banyak mirip
sosial demokrat di Eropa. Sedangkan partai Republik yang konservatif, dengan
calon-calon utamanya Bush dan McCain, kemungkinan besar juga dianggap oleh
para konservatif sudah terlalu jauh bergerak ke tengah. Menjadi menarik
apakah partai reform di AS yg mungkin akan dipimpin oleh Pat Buchanan juga
akan memperoleh "protest votes" dalam jumlah besar seperti di Eropa itu.

Salam
Mahendra


-----Original Message-----
From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, March 03, 2000 1:10 PM
Subject: Re: BE ALERT OF KISSINGER!!!!!


>In a message dated 3/3/00 12:57:31 PM Eastern Standard Time,
[EMAIL PROTECTED]
>writes:
>
>> >:) He..he..., di mana-mana US masih tetap memegang hegemony politik dan
>>  >ekonomi.  Argument Europe? Masih berkutat membentuk the unity of Euro.
>> Belum
>>  >apa-apa, Swizerland sudah memiliki pemerintahan Neo Nazi yang anti
>>  >immigrants.
>>
>>  Switzerland atau Austria?
>
>
>Irwan:
>Jawabannya adalah Austria.
>Akibat hal tersebut, ekonomi Austria merosot drastis
>karena kunjungan wisatawannya yg merosot dengan tajam.
>Padahal, seperti kita ketahui industri pariwisata di Austria
>mempunya peran yg sangat penting dalam perekonomiannya
>karena banyak penduduk di sana yg menggantungkan
>hidupnya pada industri pariwisata.
>
>Moga2 negara kita, Indonesia, ngga ikut2an seperti Austria.
>
>Saya mah sering bersyukur bahwa Indonesia boleh punya
>presiden seperti Gus Dur. Dia berhasil memulihkan citra
>Indonesia di mata internasional yg sebelumnya sudah porak
>poranda. Bahkan kita sempat terancam diboikot internasional.
>Saya dulunya sudah kebayang deh, kalau sampai diboikot
>internasional, bisa banyak yg menderita rakyat kita.
>Untungnya kita masih punya seorang Gus Dur.
>
>Makanya, sekarang saya mah santai2 aja di milis ini.
>Paling2 ketawa kecil saja ngelihatin orang2 yg masih
>ngotot mau "ngejatuhin"  Gus Dur.....:)
>Buat saya, orang2 itu adalah orang2 paling jahat yg
>kerjaannya hanya mikirin diri sendiri aja, mikirin
>kepentingan kelompok diatas kepentingan bangsa dan negara....:)
>Kalau pun ngga demikian, maka mungkin hanya karena
>orang tersebut pikirannya tertutup, melihat masalah hanya
>dengan pemikiran sempit atau sumber yg terbatas.
>
>Sedikit melenceng, silahkan perhatikan lagi bagaimana
>saya bisa dengan mudah merubah tulisan Arya sehingga
>seolah2 terlihat seperti asli....:)
>
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu (Gus Napit)
>

Kirim email ke