Moko, sudah banyak yang mengenal saya secara pribadi. Saya juga sempat tulis
bahwa tidak sulit untuk men-trace jati diri. Selanjutnya saya sudah tulis yg
jadi permasalahan apa perlu sih? Sebetulnya pula banyak yang menulis secara
pribadi secara bolak-balik. So?
Tulisan anda atau tulisan Datubara tidak akan mengubah sikap saya dalam
memandang suatu masalah. Anda selalu menuliskan hal-hal yg tidak pernah
sensitif. Buat anda mungkin jauh lebih enak menuliskan sesuatu yg 'berisi'
dengan jarang menulis email. Sayangnya 'isi' mempunyai ribuan cara
penyampaian dan cara penafsiran. Saya punya cara sendiri untuk
membawakannya. Sejauh ini banyak pula yg menerima, dan ada beberapa yg
menolaknya. Ada pula segelintir yg menolak berdasarkan SIAPA yg membawakan.
Contohnya adalah Datubara. Beberapa email terakhir dari anda memberi kesan
bahwa anda juga termasuk di dalam kelompok ini. That's fine. Mari kita
saling mengawasi dan memusuhi.
Terakhir, anda sudah hampir kepala empat. Mestinya lebih bijak dalam
memilah-milah.
Salam,
Anjasmara
----------------------
>From: Moko Darjatmoko <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Elementary ... my dear Watson!
>Date: Sat, 8 Apr 2000 14:26:34 -0500
>
> Elementary ... my dear Watson!
> (The case of not-so-elusive Jeffrey)
>
> "Prestasi intelektual seseorang di bidang kerahasiaan
> tidak hanya ditentukan: apakah bisa dibongkar atau tidak
> <ini sih pemikiran kuno>. Juga berapa lama rahasia itu
> bisa disembunyikannya.... FNU Brawijaya telah memperlihatkan
> kelas intelektualitasnya tentang itu." -- Nasrullah Idris
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com