Pointnya apa coba mas...? Indonesia sudah menunjukan
kemauan untuk menyelesaikan sengketa kedua pulau ini.
Buktinya kita sudah mengajukan ya istilahnya gugatan
kepada Malaysia, yang menyatakan bahwa Pulau Sipadan
masih didalam landas kontinent Indonesia. Ini yang
dijelaskan oleh Pak Alwi, yang selain itu juga mengingatkan
pers bahwa Sipadan bukanlah termasuk teritorial Malaysia
tapi adalah daerah sengketa yang kasusnya ini sekarang
masih dalam pengadilan international. 

Kirim pasukan untuk latihan?? Bermimpi kamu mas...
ini bisa diartikan salah oleh Malaysia, yang juga
notabene adalah anggota SEATO (South East Asia Teritorial
Organizationa), Natonya kawasan Asia Tenggara pimpinan
Amerika dan Inggris, kita ngirim pasukan latihan, mereka
bisa ngirim pasukan se-armada, wah.....pusing kita...

mau kirim pasukan yang mana sekarang coba? semua pasukan
kita sudah lunglai dan capai di Aceh dan Ambon. Kirim
Siskamling bagaimana coba? Mungkin ini Good Idea yah...
ngga pakai peluru, hanya pentungan 

Sudah ada kok Kodam Tanjungpura, buat apa lagi ngirim-ngirim
pasukan, kalau hanya main-main sama orang utan di hutan kalimantan
atau malah ikut-ikut ngedeking penyeludupan lintas batas lagi.
Tambah susah kan??

Ngga usahlah pakai istilah "Berak dan memberaki" sudah
ada jamban kok masih berak di WCT (WC Terapung)
Ini malah merendahkan martabat bangsa kita yang katanya
sudah mau tinggal landas (Tinggalin landasan istilah IPTN,
alias ngga naik-naik malah jadi besi tua) 
Selesaikan secara baik-baik lah, ngga usah unjuk kekuatan
kaya mang udel preman senen. Unjuk kekuatan tapi ditantang
malah lari terbirit-birit. Hilangkan sok premanisme anda.

Terserah kita mau dicap pengecut, tapi kasus harus diselesaikan.
mau berapa lama kek, 1000 tahun pun kita tunggu seperti
kata Uncle Ho yang akhirnya juga bisa mempersatukan
seluruh Vietnam. Namun jangan Gung Ho seperti Uncle Ho,
cukup Be A Nice Ho (I dont mean to be a nice hooker OK!)

Mardhika Wisesa

Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pointnya harusnya Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia serius sekali dalam
menyelesaikan masalah Sipadan dan Ligitan tsb. Itu dulu yg harus
ditunjukkan. Kalau tidak Malaysia akan makin membandel. Masalah apa bentuk
yg pas untuk menunjukkan keseriusan kita, itu bisa dipikirkan.

Contohnya, bikin statement yg sudah dibuat Shihab kemarin. Bila pernyataan
seorang Menlu diabaikan oleh Malaysia, berarti itu adalah suatu ancaman
serius yg harus ditanggapi dengan lebih serius lagi. Bisa saja kirim pasukan
ke Kaltim dengan alasan latihan militer. Entar kan Malaysia baru merasa
bahwa kita serius. Jangan terus menterjemahkan statement saya secara literal
terus dong. Iya nggak?

Hubungan antar negara ASEAN kan didasari oleh sikap saling menghargai. Kalau
Malaysia bertahun memberaki muka kita dalam masalah Sipadan dan Ligitan,
maka kita harusnya tidak tinggal diam. Coba tunjukkan bagaimana usaha
Malaysia dalam menyelesaikan masalah tsb dalam konteks keakraban ASEAN yg
anda sebut tadi? Nggak bisa mas... Kalau caranya gitu kita sih bagai terus
terusan diberaki.

Mau contoh lain? Pembuangan sampah/limbah Singapura ke pulau-pulau di Riau.
Mau akrab-akraban kalau diberaki gini terus? Wah, itu sih artinya kita ini
punya negara tidak bermartabat.

Posisi kita ini mirip dengan posisi Iran dulu. Iran berpenduduk 10 kali
Irak. Karena martabat Iran yg tersungkur karena sudah kelelahan dengan
revolusinya, maka Irak menyerbu. Saya tidak akan bilang Malaysia akan
menyerbu kita, tetapi pemberakan terus terusan ini juga dapat disebut
penyerbuan terhadap harga diri bangsa.


Anjasmara



____________________________________________________________________
Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

Kirim email ke