Seperti kita ketahui bahwa kerupuk sekarang ini umumnya mempunyai sifat
mudah patah, tidak simetris, dan makan tempat. Wajarlah bila dianggap tidak
praktis dipakai sebagai wadah makanan. Malah masih jauh untuk membentuk
tradisi.
     Tetapi semua itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menundanya mengingat
peluang rekayasa ke arah sana sangat terbuka. Tiada isyarat ilmiah bahwa
sifatnya hanya seperti itu sampai kapan pun.
     Kita sepakat bahwa proses keretakan kerupuk itu berlainan. Antara lain
akibat perbedaan komposisi bahan, ketebalan, dan kadar airnya. Ada yang
langsung patah hanya karena senggolan sedikit tangan. Ada yang baru patah
ketika sudah ditekan dengan tangan.
     Itu baru dari aspek keretakannya. Hal serupa pun berlaku untuk katagori
lainnya seperti kedataran bentuk, kerapatan lubang, kecepatan produksi,
sampai ketahanan udara.
     Jadi logikanya adalah sifat kerupuk seperti kita kenal sekarang
bukanlah harga mati. Artinya, masih bisa terus dimodifikasi sampai akhirnya
dilihat secara ekonomis, ergonomis, dan kultural bisa bersaing dengan
kertas/plastik. Nah melalui rekayasalah itu bisa terwujud.

Salam,



Nasrullah Idris
----------------------
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu

Kirim email ke