M.Anjasmara:

Point saya bukan untuk membela agama siapa-siapa.
Namun, saya hanya memperlihatkan kepada rekan-rekan bahwa
apakah citra Indonesia di kalangan internasional sekarang.
Tiap kali masuk New York Times (salah satu koran terbesar di US)
atau koran-koran lain, pasti isinya kerusuhan agama. Tak heran
investor enggak ada berani yang masuk.

Tapi kalau anda menuduh saya sebagai partisan, saya juga bisa
berbalik menyatakan anda partisan, tak perlu membongkar
bagasi-bagasi lama yang sudah enggak karuan, yang ini dulu
saja, yakni dengan tulisan ini. Di sini semua konsesi yang anda
minta harus dari pihak Kristen, dari keinginan untuk
menghentikan keributan kek. Bagaimana dengan dari yang pihak
Muslim? Bagaimana dengan Laskar Jihad yang mengeruhkan suasana?
Anda secara partisan menyatakan pihak Kristen yang salah.

Face the fact: kedua pihak memang ribut melulu di Maluku atau
di tempat lain, dan harusnya KEDUANYA berusaha menahan diri,
bukan hanya dari satu pihak saja. Lihat kasus Korea beberapa
hari yang lalu, keduanya memiliki the most heavily fortified
border in the world, yet keduanya berjabat tangan karena
memang keduanya berinisiatif untuk unifikasi. Sekarang kalau
hanya dari satu pihak, tak akan ada yang damai seumur hidup
juga. Anda benar bahwa umat Kristen harus menekan agar berhenti
menyerang, tapi on the other side of the coin, orang Islam juga
harus menekankan bahwa Laskar Jihad itu proyek gagal dan orang-
orang Islam juga wajib menyerukan untuk berhenti menyerang.
Jika tiap orang merasa dirinya sebagai victim, tak akan ada
yang berhenti berperang.

Frankly I hate this kind of debate, and hopefully this is my
final e-mail about this matter.
Satu lagi, saya enggak pernah lagi baca barang-barang Australia,
sejak kasus Timor Timur. Olympiade Sydney ini saja saya enggak
akan sudi menontonnya sedetik pun.

YS


>Sudahlah, apa nggak capek ngebela-belain kelompok agamanya masing-masing.
>Nih buat yang merasa Kristen, buktinya kan orang-orang Muslim banyak yang
>tersingkir dari Ambon, Poso, Kalbar. Itu saja buktinya. Kok sibuk amat
>sampai-sampai Amien Rais mau dituntut untuk di-impeach. Bener-bener nggak
>ada hubungannya.
>
>Buat Bung YS, kok nggak di-forward sih 200 orang warga pesantren yng
>dibantai dan dihanyutkan di sungai? Kalau nggak salah sempat ada di Sidney

>Morning Herard deh. Just curious saja..:)
>
>Nah, kalau mau kita objektif dan berorientasi pada penyelesaian masalah,
>mestinya semuanya nggak didukung. Justru yang perlu dicari oleh kita semua

>adalah orang-orang yang mempersenjatai dan memanas-manasi. Kalau susah
>mencarinya masih ada cara lain. Tapi memang perlu ada pengorbanan ya:)
>
>Memang ini jelas aneh bin ajaib. Semua wilayah yang mempunyai proporsi
>penduduk Islam terhadap Kristen kira-kira 50%-50% kok tiba-tiba pada
>bertengkar. Lihat saja Ambon dan Maluku Utara, Poso, dan terakhir di Sumut

>(Medan). Apa nggak aneh? Makanya saya kan sempat memprediksi bahwa sasaran

>berikutnya adalah Mataram atau NTT. Kalau mau hitung-hitungan kota per kota

>adalah Solo, Jogja, Salatiga, dan mungkin Tangerang (yg ini kata orang).
>
>Nah, Ambon dan Maluku sudah terlanjur besar. Sudah terlalu kompleks untuk
>ditelusuri. Bukannya lalu pasrah sih.
>
>Untuk Poso, nah, ini masih dapat diselesaikan. Kita mungkin bisa lihat
>ketidakberhasilan untuk menjadikan Medan sebagai Ambon kedua. Caranya apa?

>Caranya adalah para pendeta di Ambon, eh, Medan sepakat tidak akan
>terprovokasi. Caranya orang-orang pentolan Kristen di Jakarta lalu justru
>meminta orang Kristen di Medan untuk berdiam diri. Padahal ada korban
>Kristen yang mati kan? Baca saja sendiri, ada beberapa kan. Yang terlanjur

>mati ya sudah. Yang penting nggak ada serangan kepada umat Muslim di sana
>kan? Akhirnya aman kan? Akhirnya sang provokator saking kesalnya malah
>ngebom restoran kan? Akhirnya terlihat hasilnya bahwa bukan orang Islam di

>Medan yg ngebom kan?
>
>Nah, kayak di Poso ini asal usulnya kebalik dikit. Yang dikorbankan dulu
>yang Muslim. Dibunuhlah beberapa. Lalu gantian membalas. Akhirnya makin
>gede. Herannya yg Kristen lalu punya senapan otomatis M16, dan yang Islam
>punya granat made in Belgia. Kan aneh?
>
>Untuk kasus Poso ini yang jadi provokator memang orang Kristen. Mungkin
>dibayar orang Aussie kali. Jadi biar nggak berkembang pesat, silakan para
>pengurus PERMIAS terutama yang Kristen untuk unjuk rasa menangkap provokator

>ini, yang beragama Kristen. Kalau yang unjuk rasa orang Muslim nanti dituduh

>ngebelain kan? Nah, make sense nggak? Hitung-hitung ngalah untuk kepentingan

>bersama. Memang kalau ngotot-ngototan lalu bisa membunuh misalkan orang
>Muslim sebanyak 2 kali lipat orang Kristen yg terbunuh lalu apa untungnya?

>Nggak ada kan?
>
>Untuk kasus di Ambon juga dimulai oleh orang-orang "Kristen" yang dibayar.

>Saya bukannya mau menunjuk atau mau menang sendiri. Tapi coba deh anda
>melihat dari sisi provokator. Mana lebih memberi hasil untuk membayar orang

>"Islam" menyulut api SARA di Ambon ataukah membayar orang "Kristen" untuk
>bakar-bakaran? See.....:)
>
>Masih ingat enggak kasus pertama Ambon? Bukankah kasus pertamanya adalah
>preman yang "Kristen" tidak mau membayar uang naik oplet kepada kondektur
>oplet yang orang asal Sulsel (beragama Islam). Coba deh ingat-ingat
>sedemikian hebatnya pembelaan anda-anda yg beragama Kristen, dan membuat
>berbagai versi asal usul pertengkaran. Coba ingat bagaimana anda-anda sibuk

>menforward pernyataan gereja apa kek di Ambon. Lihat sendiri sekarang.
>Apakah hasilnya menguntungkan kita semua? Nggak ada yang untung. Makanya
>jangan ngotot dulu deh. Lihat dulu skenario yg paling mungkin dijalankan.
>
>Dulu saya juga sudah mengusulkan agar rekan-rekan yg beragama Kristen di
>milis ini pada bikin apa kek. Mau dibilang resolusi kek....:) Arahannya ya

>menuntut agar umat Kristen di Ambon jangan ofensif. Setelah beberapa lama
>gantin yang Islam bikin resolusi serupa. Tapi dulu itu lalu dibilang main
>enak sendiri. Antara lain ya si Irwan itu (pasti mau nyuruh lihat arsip,
>hehe....) Sekarang saya juga mengusulkan hal serupa deh. Ditambah agar umat

>Kristen di AS menuntut pemerintah Aussie menghentikan penyiaran ajaran
>Kristen lewat radio dihentikan. Harapannya tentunya yang Islam juga melihat

>niat baiknya kan? (Jadi nggak usah lalu sibuk HAM segala macem, wong perang

>ya nggak ada HAM-HAM-an segala macem. Kok lucu......:)
>
>Pada mau enggak? Pasti dibilang mau enak sendiri lagi....:) Wah......, nggak

>heran urusannya nggak selesai-selesai. Nah, ayo Irwan terus belain umat
>Kristen yah......:) Belain terus..... apa sih hasilnya? Kirim bantuan dana

>agar bisa bunuh 400 orang Muslim gitu? So what?
>
>Kalau pada setuju, koordinir deh PERMIAS-nya. Tapi jangan atas nama PERMIAS

>ya. Pakai aja anggota PERMIAS yg beragama Kristen, lalu sebaliknya umat
>PERMIAS yg beragama Islam. Kalau atas nama PERMIAS doang sih nanti dibilang

>asbun biar beken di tanah air. Yah, pokoknya mulai dulu deh dengan yg
>simpel-simpel saja dulu. Pokoknya ada sumbang pikir. Nanti pernyataannya kan

>gampang minta dimuat di Jawapos kek. Detik.com kek.
>
>Buat Budi, ya inilah yg saya bilang ide saya. Intinya, yg harus menekan umat

>Kristen untuk berhenti menyerang harus orang Kristen, dan sebaliknya. Bukan

>orang lain, bukan Paus, bukan Gus Dur yg Islam (tapi nggak jelas), bukan
>pula Megawati yg malah nggak jelas agamanya, bukan pula pemimpin yg
>kebetulan beragama Hindu (kayak yg dicoba diterapkan oleh pemerintah yg
>katanya biar adil itu).
>
>Pikir-pikir deh ide saya ini masuk akal tau tidak...:) Applicable atau
>tidak...:)
>
>
>Anjasmara

Kirim email ke