To be honest email saya ini tidak ditujukan ke anda. Mending anda baca lagi
lah apa yg saya tulis. Kalau anda melihatnya demikian silakan saja. Gitu
saja kok repot.

Memang betul kalau usaha rekonsiliasi harus dari kedua pihak. Hanya saja
saya melihat harus orang dari luar wilayah yg bertikai yang jadi penengah.
Harapan bahwa orang "dalam" yang akan menjadi penengah sudah terbukti gagal.

Saya tidak bilang orang kristen yg salah. Mending anda baca baik-baik deh.
Yang saya sampaikan adalah orang-orang Kristen yg pertama dipakai untuk
menyulut kejadian ini. Alasan saya ya karena secara logika ini yg paling
mudah untuk menyulut kerusuhan.

Mengapa saya menekankan agar orang Kristen dari luar wilayah yg bertikai
yang menjadi motor penengah? Jawabannya gampang. Sebagaimana saya sebutkan,
yang harusnya menekan orang Kristen untuk tidak bertikai harus orang Kristen
sendiri. Kalau orang Islam baik yg benar-benar Islam atau cuman KTP jelas
akan dipandang bias. Demikian juga sebaliknya yg Islam mendesak kelompok
Islam [Nah, saya juga tulis kata "sebaliknya" kan? Kenapa anda berpikir saya
cuman nuntut yg Kristen saja? Baca lagi deh]. Cuman untuk menjadikan langkah
rekonsiliasi, maka MENURUT SAYA mending orang KRISTEN yang bergerak dulu.
Yang ideal adalah bersama-sama. Tapi melihat pengalaman kan sudah terbukti
gagal. Mengapa tidak orang Islam yg mendesak kelompok Islam dulu? Ini
jawaban yg mungkin konyol ya...:) Tapi menurut saya tidak mungkin mendesak
kelompok yg sedang terdesak untuk menahan diri.

Untuk laskar jihad, tidak ada bukti bahwa mereka terlibat dalam penyerangan
itu. Kalaupun mereka memang terlibat, maka peranan mereka saya kira penting
untuk menjaga keseimbangan. Bukan apa-apa mas, seperti yg anda bilang, face
the fact bahwa orang Islam terdesak hebat di Ambon. Hanya di wilayah
tertentu (macam di wilayah yg barusan ramai kemarin) yang benar-benar
berkebalikan. Apakah orang Kristen untung dengan fakta ini? Menurut saya
tidak ada yg untung. Apalagi kalau terdapat isu-isu bahwa benar terdapat
pasokan senjata dari luar macam Aussie. (Saya nggak percaya orang Aussie
memasok senjata karena solidaritas Kristen, pasti ada udang di balik batu).


Anjasmara

-----------------------------------------
>From: Yohanes Sulaiman <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Maluku: 200 Kristen dibakar di Gereja ?
>Date: Tue, 20 Jun 2000 23:53:04 GMT
>
>M.Anjasmara:
>
>Point saya bukan untuk membela agama siapa-siapa.
>Namun, saya hanya memperlihatkan kepada rekan-rekan bahwa
>apakah citra Indonesia di kalangan internasional sekarang.
>Tiap kali masuk New York Times (salah satu koran terbesar di US)
>atau koran-koran lain, pasti isinya kerusuhan agama. Tak heran
>investor enggak ada berani yang masuk.
>
>Tapi kalau anda menuduh saya sebagai partisan, saya juga bisa
>berbalik menyatakan anda partisan, tak perlu membongkar
>bagasi-bagasi lama yang sudah enggak karuan, yang ini dulu
>saja, yakni dengan tulisan ini. Di sini semua konsesi yang anda
>minta harus dari pihak Kristen, dari keinginan untuk
>menghentikan keributan kek. Bagaimana dengan dari yang pihak
>Muslim? Bagaimana dengan Laskar Jihad yang mengeruhkan suasana?
>Anda secara partisan menyatakan pihak Kristen yang salah.
>
>Face the fact: kedua pihak memang ribut melulu di Maluku atau
>di tempat lain, dan harusnya KEDUANYA berusaha menahan diri,
>bukan hanya dari satu pihak saja. Lihat kasus Korea beberapa
>hari yang lalu, keduanya memiliki the most heavily fortified
>border in the world, yet keduanya berjabat tangan karena
>memang keduanya berinisiatif untuk unifikasi. Sekarang kalau
>hanya dari satu pihak, tak akan ada yang damai seumur hidup
>juga. Anda benar bahwa umat Kristen harus menekan agar berhenti
>menyerang, tapi on the other side of the coin, orang Islam juga
>harus menekankan bahwa Laskar Jihad itu proyek gagal dan orang-
>orang Islam juga wajib menyerukan untuk berhenti menyerang.
>Jika tiap orang merasa dirinya sebagai victim, tak akan ada
>yang berhenti berperang.
>
>Frankly I hate this kind of debate, and hopefully this is my
>final e-mail about this matter.
>Satu lagi, saya enggak pernah lagi baca barang-barang Australia,
>sejak kasus Timor Timur. Olympiade Sydney ini saja saya enggak
>akan sudi menontonnya sedetik pun.
>
>YS
>
>
> >Sudahlah, apa nggak capek ngebela-belain kelompok agamanya masing-masing.
> >Nih buat yang merasa Kristen, buktinya kan orang-orang Muslim banyak yang
> >tersingkir dari Ambon, Poso, Kalbar. Itu saja buktinya. Kok sibuk amat
> >sampai-sampai Amien Rais mau dituntut untuk di-impeach. Bener-bener nggak
> >ada hubungannya.
> >
> >Buat Bung YS, kok nggak di-forward sih 200 orang warga pesantren yng
> >dibantai dan dihanyutkan di sungai? Kalau nggak salah sempat ada di
>Sidney
>
> >Morning Herard deh. Just curious saja..:)
> >
> >Nah, kalau mau kita objektif dan berorientasi pada penyelesaian masalah,
> >mestinya semuanya nggak didukung. Justru yang perlu dicari oleh kita
>semua
>
> >adalah orang-orang yang mempersenjatai dan memanas-manasi. Kalau susah
> >mencarinya masih ada cara lain. Tapi memang perlu ada pengorbanan ya:)
> >
> >Memang ini jelas aneh bin ajaib. Semua wilayah yang mempunyai proporsi
> >penduduk Islam terhadap Kristen kira-kira 50%-50% kok tiba-tiba pada
> >bertengkar. Lihat saja Ambon dan Maluku Utara, Poso, dan terakhir di
>Sumut
>
> >(Medan). Apa nggak aneh? Makanya saya kan sempat memprediksi bahwa
>sasaran
>
> >berikutnya adalah Mataram atau NTT. Kalau mau hitung-hitungan kota per
>kota
>
> >adalah Solo, Jogja, Salatiga, dan mungkin Tangerang (yg ini kata orang).
> >
> >Nah, Ambon dan Maluku sudah terlanjur besar. Sudah terlalu kompleks untuk
> >ditelusuri. Bukannya lalu pasrah sih.
> >
> >Untuk Poso, nah, ini masih dapat diselesaikan. Kita mungkin bisa lihat
> >ketidakberhasilan untuk menjadikan Medan sebagai Ambon kedua. Caranya
>apa?
>
> >Caranya adalah para pendeta di Ambon, eh, Medan sepakat tidak akan
> >terprovokasi. Caranya orang-orang pentolan Kristen di Jakarta lalu justru
> >meminta orang Kristen di Medan untuk berdiam diri. Padahal ada korban
> >Kristen yang mati kan? Baca saja sendiri, ada beberapa kan. Yang
>terlanjur
>
> >mati ya sudah. Yang penting nggak ada serangan kepada umat Muslim di sana
> >kan? Akhirnya aman kan? Akhirnya sang provokator saking kesalnya malah
> >ngebom restoran kan? Akhirnya terlihat hasilnya bahwa bukan orang Islam
>di
>
> >Medan yg ngebom kan?
> >
> >Nah, kayak di Poso ini asal usulnya kebalik dikit. Yang dikorbankan dulu
> >yang Muslim. Dibunuhlah beberapa. Lalu gantian membalas. Akhirnya makin
> >gede. Herannya yg Kristen lalu punya senapan otomatis M16, dan yang Islam
> >punya granat made in Belgia. Kan aneh?
> >
> >Untuk kasus Poso ini yang jadi provokator memang orang Kristen. Mungkin
> >dibayar orang Aussie kali. Jadi biar nggak berkembang pesat, silakan para
> >pengurus PERMIAS terutama yang Kristen untuk unjuk rasa menangkap
>provokator
>
> >ini, yang beragama Kristen. Kalau yang unjuk rasa orang Muslim nanti
>dituduh
>
> >ngebelain kan? Nah, make sense nggak? Hitung-hitung ngalah untuk
>kepentingan
>
> >bersama. Memang kalau ngotot-ngototan lalu bisa membunuh misalkan orang
> >Muslim sebanyak 2 kali lipat orang Kristen yg terbunuh lalu apa
>untungnya?
>
> >Nggak ada kan?
> >
> >Untuk kasus di Ambon juga dimulai oleh orang-orang "Kristen" yang
>dibayar.
>
> >Saya bukannya mau menunjuk atau mau menang sendiri. Tapi coba deh anda
> >melihat dari sisi provokator. Mana lebih memberi hasil untuk membayar
>orang
>
> >"Islam" menyulut api SARA di Ambon ataukah membayar orang "Kristen" untuk
> >bakar-bakaran? See.....:)
> >
> >Masih ingat enggak kasus pertama Ambon? Bukankah kasus pertamanya adalah
> >preman yang "Kristen" tidak mau membayar uang naik oplet kepada kondektur
> >oplet yang orang asal Sulsel (beragama Islam). Coba deh ingat-ingat
> >sedemikian hebatnya pembelaan anda-anda yg beragama Kristen, dan membuat
> >berbagai versi asal usul pertengkaran. Coba ingat bagaimana anda-anda
>sibuk
>
> >menforward pernyataan gereja apa kek di Ambon. Lihat sendiri sekarang.
> >Apakah hasilnya menguntungkan kita semua? Nggak ada yang untung. Makanya
> >jangan ngotot dulu deh. Lihat dulu skenario yg paling mungkin dijalankan.
> >
> >Dulu saya juga sudah mengusulkan agar rekan-rekan yg beragama Kristen di
> >milis ini pada bikin apa kek. Mau dibilang resolusi kek....:) Arahannya
>ya
>
> >menuntut agar umat Kristen di Ambon jangan ofensif. Setelah beberapa lama
> >gantin yang Islam bikin resolusi serupa. Tapi dulu itu lalu dibilang main
> >enak sendiri. Antara lain ya si Irwan itu (pasti mau nyuruh lihat arsip,
> >hehe....) Sekarang saya juga mengusulkan hal serupa deh. Ditambah agar
>umat
>
> >Kristen di AS menuntut pemerintah Aussie menghentikan penyiaran ajaran
> >Kristen lewat radio dihentikan. Harapannya tentunya yang Islam juga
>melihat
>
> >niat baiknya kan? (Jadi nggak usah lalu sibuk HAM segala macem, wong
>perang
>
> >ya nggak ada HAM-HAM-an segala macem. Kok lucu......:)
> >
> >Pada mau enggak? Pasti dibilang mau enak sendiri lagi....:) Wah......,
>nggak
>
> >heran urusannya nggak selesai-selesai. Nah, ayo Irwan terus belain umat
> >Kristen yah......:) Belain terus..... apa sih hasilnya? Kirim bantuan
>dana
>
> >agar bisa bunuh 400 orang Muslim gitu? So what?
> >
> >Kalau pada setuju, koordinir deh PERMIAS-nya. Tapi jangan atas nama
>PERMIAS
>
> >ya. Pakai aja anggota PERMIAS yg beragama Kristen, lalu sebaliknya umat
> >PERMIAS yg beragama Islam. Kalau atas nama PERMIAS doang sih nanti
>dibilang
>
> >asbun biar beken di tanah air. Yah, pokoknya mulai dulu deh dengan yg
> >simpel-simpel saja dulu. Pokoknya ada sumbang pikir. Nanti pernyataannya
>kan
>
> >gampang minta dimuat di Jawapos kek. Detik.com kek.
> >
> >Buat Budi, ya inilah yg saya bilang ide saya. Intinya, yg harus menekan
>umat
>
> >Kristen untuk berhenti menyerang harus orang Kristen, dan sebaliknya.
>Bukan
>
> >orang lain, bukan Paus, bukan Gus Dur yg Islam (tapi nggak jelas), bukan
> >pula Megawati yg malah nggak jelas agamanya, bukan pula pemimpin yg
> >kebetulan beragama Hindu (kayak yg dicoba diterapkan oleh pemerintah yg
> >katanya biar adil itu).
> >
> >Pikir-pikir deh ide saya ini masuk akal tau tidak...:) Applicable atau
> >tidak...:)
> >
> >
> >Anjasmara

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com

Kirim email ke