La iya, kenapa sih terhadap 'keterlibatan' Syahril Sabirin di Bank Bali
pemerintah ngotot amat 'mberesin', sementara terhadap Soeharto, Ambon,
Maluku, Aceh, kok 'lelet'?
Kalau dilihat dari sisi 'perbaikan ekonomi', apakah nilai Syahril lebih
besar dari nilai Soeharto dan amannya Ambon, Maluku, Aceh?
Pendekatan yang dipakai apa nih? Skala prioritas atau skala
superioritas?
Salam,
Budi
Ramadhan Pohan wrote:
>
> Saya berharap Anwar Nasution tidak goyah. Anwar tidak mau menerima jabatan
> Gubernur BI karena menganggap Syaril Sabirin dizalimi. Inilah yang
> membedakannya dengan M. Sobary di ANTARA dulu. Bagi Sobary kekuasaan itu
> mungkin adalah amanah dan harus dinikmati. Tapi bagi keputusan model Anwar,
> kekuasaan memang bukan segalanya.
> Tetapi, percayalah, Gus Dur tidak bakal bodoh. Kesalahan Anwar akan
> dicari-cari, dan dinyatakan memang tidak pantas sebagai Gubernur BI. DPR,
> sebagai institusi yang mestinya dinamis dan fungsional untuk kasus ini, malah
> tampak diam. Preseden buruk lagi deh. Jakgung Kikik lebih tunduk Gus Dur
> rupanya.
>
> Penolakan Sabirin menjadi Dubes seperti yang ditawarkan Gus Dur dan rupanya
> lebih memilih dipenjara, tentu pilihan yang 'gila'. Enaknya jadi Dubes
> ternyata malah ditepisnya. Jika Anda memang benar, jangan sekali pun berpikir
> menyerah. Maju terus. Saya ingat ajaran agama saya, doa orang yang tertindas
> itu pasti langsung diterimaNya. Jika Anda bersalah, tunduklah pada sanksi
> hukum dan bertobatlah padaNya.
>
> Kalau mau aman, mungkin baiknya yang jadi Gubernur BI si Prijadi saja.
> Kekentalan hubungan pribadi Gus Dur dengan Prijadi pasti akan membuat BI
> lebih mudah dikontrol penguasa. Mosok begitu sih...
>
> salam,
> penyimak pinggiran
>
> http://www.detik.com/peristiwa/2000/06/21/2000621-154320.shtml
> Namun, berdasarkan UU no 23 tentang Bank Indonesia, yang paling layak
> menggantikan kedudukan Syahril Sabirin sebagai Gubernur BI adalah Deputi
> Senior Gubernur yang saat ini dijabat Anwar Nasution.
>
> Terhadap nama Anwar Nasution pun, Presiden Gus Dur telah menyetujuinya. "Satu
> hal yang pasti, kalau Gubernur BI terkena terdakwa, maka pasal-pasal yang
> menyangkut masalah ini dapat diartikan bahwa jabatannya bisa dipegang oleh
> Deputi Senior Anwar Nasution," jelas Gus Dur, Rabu (7/6/2000) yang lalu.
>
> Masalahnya, jauh-jauh hari Anwar sudah menolak jabatan itu. "Saya tidak mau
> menggantikan Syahril, jika dengan cara yang tidak santun. Saya lebih siap
> jadi presiden daripada Gubernur BI," jelas Anwar saat beberapa waktu lalu.
> http://www.detik.com/peristiwa/2000/06/21/2000621-154320.shtml