In a message dated 6/21/00 5:06:20 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:

> mo tanya.
>  misal Amien Rais di impeach, kemungkinan penggantinya siapa ?
>  apakah kemungkinannya besar penggantinya itu bisa memperbaiki keadaan
negara
> kita ?


jabatan Ketua MPR itu tidak sama dengan jabatan Presiden.
Jabatan presiden adalah kepala pemerintahan, dimana
presiden punya wewenang penuh membuat kebijakan2 atas
kabinetnya.

Sementara jabatan ketua MPR lebih kepada "jubir" saja
dari insitusi MPR. Karenanya seorang ketua MPR perlu
berhati2 dalam berucap karena dia ngga bisa sembarangan
membuat pernyataan yg belum tentu mencerminkan
atau mewakili kesekatan anggota2 MPR lainnya.
Ini yg saya lihat salah kaprah yg dilakukan oleh Amien Rais.

Gus Dur boleh menganggap dirinya sama dengan pemerintah
tapi Amien Rais tidak boleh menyamakan dirinya sebagai MPR
karena memang tidak ada wewenang seorang ketua MPR
mengatasnamakan pendapat anggota MPR lainnya tanpa
didului kesepakatan.

Lalu siapa kah yg pantas mengganti posisi Amien Rais
sebagai ketua MPR?
Ngga usah sulit2 mencarinya, pilih saja salah satu dari
ketua2 fraksi yg ada di MPR yg ada sekarang ini.
Di AS pun pergantian seperti ini bukan suatu hal yg heboh.
Karena memang pada dasarnya ketua MPR atau pun DPR
tidak memiliki kekuasaan mutlak atas institusi yg dipimpinnya
yg berbeda seperti yg dimiliki oleh seorang presiden dimana
dia memiliki kekuasaan mutlak atas pemerintahan yg dipimpinnya.

Hal ini juga berlaku untuk jabatan gubernur BI.
Ngga usah terlalu pusing2 mencari pengganti Syahril Sabirin.
Tinggal pilih saja dari direktur2 BI yg ada sekarang ini.
Mereka tinggal rapat dan ajukan calon yg mereka anggap
baik. Selesai. Hal yg mudah, ngga perlu dibikin heboh.....:)

Demikian penjelesan ini, semoga sekarang bisa lebih mengerti
akan peran serta tanggung jawab masing2 posisi jabatan.


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke