Idenya baik. Sebenarnya Permias DC (dan beberapa permias lainnya) telah membuat 
pernyataan kepada presiden Indonesia. Walaupun tidak tertulis langsung tentang masalah 
SARA di ambon. tapi di point pertama kita menginginkan konflik didalam negeri 
diselesaikan.

silahkan dilihat di homepage kami:
http://www.dc.permias.org
dibagian "news"

Terimakasih.

Faran

>Date:         Tue, 27 Jun 2000 20:33:56 EDT
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>From: Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject:      Attn Marianus (Re: Nama-Nama)
>To: [EMAIL PROTECTED]
>
>Wah, bidikan-bidikan bahwa Amien Rais perlu di-impeach segala macam kok
>cuman dipelopori oleh orang-orang non-muslim. Itu dilihat dari namanya,
>silakan lihat lagi berbagai forward-an oom Irwan. Kalau salah berarti cuma
>saya yang salah. Cuma kita perlu bertanya kepada diri sendiri, apa kita
>yakin kalau cuman Anjas seorang yg memandangnya seperti itu sih? Sorry kalau
>saya ngomong langsung-langsung saja kan.
>
>Hal-hal seperti ini kan dibaca oleh banyak orang. Jangan dikira cuman saya
>yg melihatnya dari sisi seperti ini, tetapi jutaan orang yg membaca berita
>itu juga akan melihat dari sisi yg sama dengan saya. (atau puluhan ribu yg
>langganan korannya). Ini adalah suatu reaksi umat non-muslim yg
>mengherankan. Mengapa mengherankan? Karena para pembidik atau kebetulan
>teman-teman kita non-muslim ini mengira bahwa faktor Amien yg mampu membawa
>opini umat Islam terhadap kasus Ambon. Bahwa Amien yang menyulut laskar
>Jihad untuk berangkat ke Ambon/Maluku.
>
>Pandangan-pandangan yg sangat salah ini (atau sengaja salah) sangat
>berlawanan dengan kenyataan. Ini saya ngomong masih dalam rangka pencetusan
>ide untuk PERMIAS itu. Ambil asumsi bahwa pandangan umat non-muslim memang
>benar-benar murni, maka mereka tidak sadar bahwa di bawah arus permukaan,
>orang-orang Muslim sangat jengkel mengapa setiap jatuhnya korban di kalangan
>muslim didiamkan, tetapi sebaliknya kalau jatuh korban di kalangan Kristen
>lalu semua bersuara. "Diam"-nya umat Islam bukan berarti tidak tahu.
>
>Untuk saya sendiri, saya memaklumi peredaman atas berita-berita pembantaian
>umat muslim di Maluku dan Poso. Pasti banyak pula yg sepaham dengan saya.
>Saya maklum bahwa ini penting untuk menjaga/meredam potensi munculnya reaksi
>yg berlebihan dari 85% kali 200 juta penduduk. Tetapi hendaknya kalangan
>non-muslim juga harus sadar bahwa terdapat peredaman berita-berita macam
>ini. Dengan demikian, jangan lalu menyulut berita pembantaian umat Kristen
>secara tidak proporsional karena hal ini dapat mengubah pandangan
>orang-orang yg "memaklumi" peredaman berita menjadi jengkel.
>
>Ambil contoh berita hari ini tentang berbagai persatuan gereja yg membuat
>pernyataan agar "kelompok" yang memancing kerusuhan baru di Maluku ditindak.
>Walaupun tidak disebutkan secara jelas, semua orang kan tahu siapa yg
>dituju. Nah, ini benar-benar suatu tindakan yang salah, bila dilihat dari
>usaha rekonsiliasi. Walaupun yg diarah adalah laskar jihad, apa umat Islam
>tidak ikut tersinggung dengan permintaan persatuan gereja kepada pemerintah
>yang seperti ini?
>
>Makanya sudahi lah segala tetek bengek yang makin memperuncing keadaan. Rasa
>saling curiga boleh-boleh saja tetap ada, tetapi marilah kita bikin sesuatu
>yg konstruktif.
>
>Penerapan darurat sipil saya kira tepat, tetapi jangan harap hal beginian
>akan menyelesaikan masalah. Darurat sipil saya pandang hanya suatu cara
>untuk menciptakan iklim yg kondusif bagi usaha rekonsiliasi. Itu saja.
>Dengan demikian jalan masih panjang untuk menciptakan kedamaian di Maluku
>dan Poso.
>
>Bahwa terdapat komentar dari warga Maluku agar orang luar jangan campur
>tangan, dan menyerahkan penyelesaian masalah sepenuhnya kepada orang Maluku
>sendiri saya pikir tidak realistis atau terlalu overkonfiden. Ibarat dalam
>suatu rumah pada berantem lalu menolak mediator dari luar rumah kan sudah
>lucu. Kalau sebagai bahan semangat rekonsiliasi sih bagus bagus aja, tapi
>lihat waktu yg dibutuhkan dan korban yg akan berjatuhan kalau masih menunggu
>lagi dong.
>
>Lalu apa yang saya sarankan? Ambil langkah yg belum pernah ditempuh
>sebelumnya. Sebagaimana yg saya bilang, hanya orang Kristen yg mampu meminta
>umat Kristen di Maluku berhenti bertikai. Sebaliknya hanya orang Islam yg
>mampu meminta umat Islam di Maluku berhenti bertikai. Bukan Gus Dur, bukan
>Mega, bukan Amien, dan bukan pula pejabat beragama Hindu, apalagi melibatkan
>PBB, wah.....:) Untuk itu, silakan diajak-ajak para pengurus PERMIAS di
>forum@ untuk mendiskusikan dan mengeluarkan PERNYATAAN SIKAP PERMIAS
>TERHADAP PERTIKAIAN SARA.
>
>Pernyataan ini harus bebas dari sikap memihak, atau kalau perlu bersikap
>saling berkorban. Paling tidak korban perasaan. Hanya saja, pernyataan macam
>mana sih yg tidak memihak tetapi bukan cuman berujud pernyataan yang sering
>berujud pernyataan kosong?
>
>Sudah ada beberapa organisasi yg menyampaikan pernyataan agar pertikaian di
>Maluku dihentikan. Sayang sasaran pernyataan lebih ditujukan kepada
>pemerintah. Kalau tidak, pernyataan ditujukan kepada suatu pihak yg
>berhadapan dengan mereka. Tegasnya kayak persatuan mahasiswa islam ambon di
>sulsel yg menuntut umat Kristen menghentikan tindak kekerasan dan meminta
>maaf kepada umat Islam. Atau sebaliknya kayak pernyataan persatuan gereja
>tadi. Wah, bukannya meredam malahan menyiram bensin baru.
>
>Lalu apa idenya? Minta persatuan mahasiswa indonesia di AS yg beragama
>Kristen mendesak umat Kristen di Maluku dan Poso serta di  Indonesia secara
>umum untuk menahan diri. Sebaliknya, anggota PERMIAS yg beragama Islam juga
>melakukan hal yg sama. Dengan demikian, tidak ada sikap saling memihak atau
>menyalahkan pihak lain.
>
>Isi dari pernyataan silakan dibahas sendiri lah. Kan otak lima puluh orang
>lebih baik lima ratus individu (kayak saya). Kan ada sinergi. Saya juga
>bikin sejak hari Jumat (waktu pertama dapat email dari oom Marianus), tapi
>komputernya nge-hang melulu jadi makin kesal.
>
>Lalu gimana strategi pemasaran dalam penyampaian PERNYATAAN PERMIAS? Seperti
>saya bilang, jangan memihak, tetapi jangan cuman umum doang. Kalau misalnya
>dibuat pernyataan bersama umat Islam dan Kristen PERMIAS, wah, nggak laku.
>Yang seperti ini salah-salah hanya dikira buat numpang ngetop di media
>massa, sebagaimana organisasi-organisasi lain yg bikin pernyataan atau
>keprihatinan.
>
>Lalu apa akal? Saya pikir dibuat jadi dua bagian. Yang saya pikir sih warga
>PERMIAS yg Kristen duluan. Ini agar punya nilai jual. Setelah itu disusul
>oleh yg Muslim. Beda waktunya bisa dalam jam atau satu hari. Pokoknya cukup
>untuk menjadi pembatas/jeda penyampaian lah. Untuk menjaga agar tetap dibaca
>sebagai suara yg utuh dari PERMIAS, maka di akhir pernyataan pertama perlu
>ditulis bahwa akan terdapat pernyataan susulan dari rekan-rekan kita yg
>beragama Islam (misalnya).
>
>Oya, saya sendiri kan cuman orang kecil yang sudah capek. Nyumbang ide yg
>sepele begini saja butuh mikir lama. Jadi saya pikir sampai sejauh
>penyampaian ide saja keterlibatan saya. Harapan saya sih PERNYATAAN PERMIAS
>ATAS PERTIKAIAN SARA (DI MALUKU DAN POSO) jadi ditindaklanjuti oleh yang
>masih punya semangat tinggi. Mungkin orang kayak Faran bisa lebih aktif
>gitu. Lalu oom Pohan bisa ikut mengusahakan diseminasinya.
>
>Begitu Oom Marianus, sekedar tulisan/ide kasar.
>
>
>Salam rekonsiliasi nasional (tapi komunis nggak termasuk),
>Jeffrey Anjasmara
>
>---------------------------------------
>>From: Ramadhan Pohan <[EMAIL PROTECTED]>
>>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>>To: [EMAIL PROTECTED]
>>Subject: Nama-Nama (Re: Fw: [is-lam] Kesehatan Amien Rais Diragukan Tidak
>>            Layak Ketua MPR
>>Date: Tue, 27 Jun 2000 14:56:10 EDT
>>
>>Bung Anjas, nama (apakah belakang atau depan atau semuanya) nggak menjamin
>>soal partisan atau tidaknya orang. Soalnya selain diakui adanya faktor
>>'kebetulan', biasanya nama memang tak bisa digeneralisir. Dulu ada yg
>>posting, bilang bahwa isterinya Hasyim Wahid "BPPN" alias Gus Im (adiknya
>>Gus
>>Dur) juga boru Napitupulu.  Saya pikir info itu pun tak menjelaskan
>>apa-apa--
>>kecuali semua berdiri sendiri.
>>
>>Dulu ada teman saya, namanya Marhaen Pakpahan-- tapi SS ekonominya 'borju'
>>tuh. Ada lagi namanya Jatuh Bangun (orang Karo), tapi namanya sering saya
>>lihat tercantum di teve sebagai pemberi sumbangan setiap ada bencana di
>>Sumut
>>dulu-dulu sekali. Teman baik saya, si Tigor (bahasa Batak, Lurus), jalan
>>hidupnya malah zig-zag terus. Ada pula orang yang namanya berbau "Budha"
>>tapi
>>agamanya Islam. Ada juga namanya berbau Islam, tapi dianya Nasrani. Belum
>>lagi ada orang yang menurut pakem, namanya perempuan, tapi faktanya dia
>>lelaki. Sebaliknya juga gitu. Di kampus dulu, soal begini pernah heboh dan
>>menggemparkan ruangan kelas. Pasalnya, seorang dosen terjebak salah
>>mengklasifikasi jenis kelamin orang. Di sebuah milis, soal begini pun
>>sempat
>>jadi rame dan panas. Semua lagi-lagi, gara-gara nama.
>>
>>Karena itu, saya pun (untungnya) sejak dulu sudah tidak percaya pada
>>nama-nama. Termasuk nama politisi, nama negeri, nama sejarah, nama tokoh
>>dan
>>nama-nama lainnya. Semua itu, jika mau dinamai kembali, monggo saja.
>>
>>salam,
>>penyimak pinggiran
>>
>>###
>>
>>  In a message dated 6/27/00 1:17:50 PM Eastern Daylight Time,
>>[EMAIL PROTECTED] writes:
>>
>><< Lihat aja nama belakangnya. Nanti kan ketahuan komentarnya partisan atau
>>  tidak. Gitu aja kok repot.
>>
>>
>>  >From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
>>  >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>>  >To: [EMAIL PROTECTED]
>>  >Subject: Re: Fw: [is-lam] Kesehatan Amien Rais Diragukan  Tidak Layak
>>  >        Ketua MPR
>>  >Date: Mon, 26 Jun 2000 07:18:53 EDT
>>  >
>>  >In a message dated 6/26/00 6:18:23 AM Eastern Daylight Time,
>>  >[EMAIL PROTECTED] writes:
>>  >
>>  > > > "Terakhir saya dengar ia bilang akan diam sampai bulan Agustus
>>2000.
>>  > >  > Yah,
>>  > >  > mari kita lihat apakah Amien Rais bisa diam atau konsisten dengan
>>  > >  > omongannya", David Napitupulu mengakhiri pengamatannya.***
>>  > > >>
>
>________________________________________________________________________
>Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com




------------------------------------------------------------
Happy Summer from the staff at DCEmail.com
-  FREE Email for the Community

Kirim email ke