Mbok yah jangan langsung dipakai kata "conflict". apalagi "conflict keagamaan". Milis 
ini kan ceritanya dibuat untuk dapat memperlihatkan arti demokrasi: Kebebasan 
berpendapat dan berdiskusi yang semestinya bertanggung jawab.
mengutip dari anda "Banyak yang bilang: "We are a product of our society.", yah ini 
salah satu contohnya; terlalu cepat mengambil kesimpulan.

faran


>Date:         Thu, 29 Jun 2000 19:49:47 -0700
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>From: Bonar Mangunsong <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject:      Re: Attn : Mas Jaya (selalu)..;)) (Re: "Ya Namamu MARIA")
>To: [EMAIL PROTECTED]
>
>Banyak yang bilang: "We are a product of our society."
>
>Saya berharap tidak ada orang asing yang membaca
>conflict keagamaan ditingkat mahasiswa/the educated
>ini.  Sepertinya ini adalah penghianatan kepada
>intellectual.
>
>Stay true to yourselves!
>
>Salam,
>BM. (I'm ashamed to see all this).
>
>--- Marianus DATUBARA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> Salam PERMIAS,
>>
>> Mohon jangan salah paham, mas Faran, bahwa tidak ada
>> sekalipun niat mas
>> Jaya dan saya untuk membuat PERMIAS Islam-Kristen.
>> So, tolong lah agar
>> dibaca dengan baik tulisan2 mas Jaya dan saya
>> mengenai hal tsb. diatas.
>>
>> Btw, ide anda baik, dan saya yakin, tanpa harus
>> ditulis disini, rekan2
>> PERMIAS sudah melakukan hal tsb.
>>
>> salam hangat,
>> Dharma Datubara
>>
>> On Thu, 29 Jun 2000, Faransyah Jaya wrote:
>>
>> > Daripada dibuat permias islam-kristen.
>> > mending mahasiswa islam-kristen yang memang peduli
>> thd kejadian ambon, dll
>> > ini mencoba melakukan pendekatan melalui
>> organisasi agamanya
>> > (islam-kristen). mungkin lebih efektif.
>> >
>> > faran
>
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Get Yahoo! Mail - Free email you can access from anywhere!
>http://mail.yahoo.com/




------------------------------------------------------------
Happy Summer from the staff at DCEmail.com
-  FREE Email for the Community

Kirim email ke