Wah, sangat bisa tuh. Kalau anda menjadi anggota pengajian anu atau anggota
gereja anu, boleh dicoba. Kalau anda bukan anggota di kelompok-kelompok
tersebut lalu anda ujug-ujug datang ke sana lalu mengajukan agar kelompok
pengajian atau kelompok diskusi Injil mendukung ide kita, wah, bisa-bisa
digetok kan. Bagaimanapun juga secara organisatoris bisa, cuman akan
memerlukan proses sosialisasi. Ini kan berarti anda mengajak kerja sama
lintas organisasi. Wah, kerjaan berat mas. Dalam satu organisasi saja susah
sekali mencari kata sepakat. Satu kata saja bisa memerlukan pembahasan satu
minggu.

Sebenarnya kan begini, kita ini kan menjual suatu ide baru (sebenarnya bukan
baru, tapi tidak pernah disebut orang), bahwa untuk menyelesaikan masalah di
Maluku dan Poso, maka perlu tekanan-tekanan dari anggota masyarakat yang
perduli. Bukan dari pemerintah saja. Inilah salah satu nafas dari MASYARAKAT
MADANI tho?

Ide lanjutannya adalah tekanan akan efektif dan tidak memihak bila dilakukan
oleh anggota masyarakat yang mempunyai kesamaan keimanan dengan pihak yang
dihimbau. Makanya kita sebagai orang Islam mendesak saudara-saudara kita
yang bergama Islam dan terlibat dalam bentrokan untuk maju ke meja
perdamaian. Sedangkan rekan kita yang orang Kristen melakukan yg sebaliknya.

Langkah-langkah ini sebetulnya juga dilaksanakan dalam skala yg lebih luas.
Misal waktu Timtim bergolak kita lebih memilih Malaysia sebagai ketua UNTAET
daripada Australia karena kesamaan kultur, sehingga dapat mengeliminasi
kecurigaan-kecurigaan.

Kembali ke masalah organisasi keagamaan, kalau anda mau melakukan,wah, baik
sekali ya. Suatu contoh kecil adalah penggalangan dana yang dilakukan oleh
PERMIAS tahun 1997 (tahunnya betul nggak oom Marianus?). Dulu itu kelompok
pengajian TAS bikin kotak amal dan terkumpul sekian ratus (jumlah yg lumayan
buat kelompok kecil). Kebetulan kita-kita juga yg menyambuti ke tiap-tiap
rumah biar terkumpul. Setelah itu, Riza dari Syracuse tiba-tiba punya ide
ngumpulin dana di milis PERMIAS ini. Lalu ramai lah sambutannya. Riza dari
TAS ngasih contoh apa yg sudah dilakukan oleh pengajian TAS untuk
menyemangati action ini. Akhirnya kan terkumpul berapa ribu kan?

Masalah PERMIAS KRISTEN-ISLAM,wah maksudnya nggak begitu ya. Suatu gagasan
baik gagasan untuk bisnis atau gagasan untuk sekedar menyatakan sikap harus
dapat dijual. DIJUAL di sini dalam arti bisa DIDENGAR, DITERIMA DENGAN BAIK,
dan syukur-syukur bisa DILAKSANAKAN. Menjual suatu gagasan itu kan susah,
maka kita memerlukan STRATEGI. Harapannya sih tentunya bukan cuma berhasil
buat surat, dikirim untuk disebarluaskan, sudah tersebar langsung masuk tong
sampah. Habis itu kita berpuas diri.

Nah, untuk membuat suatu pernyataan sikap, kan dibutuhkan kerjasama dari
semua orang di PERMIAS tidak perduli agamanya. Kalau individu-individunya
mungkin saja di dalam hati menggerutu bahwa si kelompok muslim yg membantai
kristen, atau kelompok kristen mendapat bantuan dari aussie dan belanda
untuk membantai muslim, dll. Apalagi kalau membaca berita-berita macam dari
SiaR, atau Apakabar, atau apa itu sumber berita... Serambi? Masih banyak mas
yg cuman mau membaca dari satu sumber doang, dan akhirnya hanya mau percaya
apa yg ingin dipercaya sendiri saja. Makanya saya bilang paling tidak korban
perasaan dikit lah.

Harapan kita sih PERMIAS lebih maju dari kelompok-kelompok yang cuman
bersuara kalau pihak yg dibelanya muncul korban. Kayak persatuan gereja anu,
lalu pendetanya merilis berita korban sekian ratus. Giliran muncul korban
besar di pihak muslim diam saja. Sebaliknya kyai ini merilis berita korban
sekian ratus karena serbuan pasukan merah. Giliran muncul korban di pihak
lain diam saja. Wah, ini yang malahan menjadi bensin buat memperbesar
konflik. Kita-kita ini yang harus menekankan bahwa masyarakat harus tahan
dengan intrik-intrik dari entah siapapun yg bikin intrik. Bukan lalu nurutin
apa yg dilihat di depan mata saja lalu bikin berita yg malah memprovokasi.
[Ini yg saya paling sebel dengan berita kyai ini dan pendeta itu selama
ini].

Untuk itu, maka PERMIAS menurut saya harus punya dua CORONG, satu corong ke
telinga kelompok muslim dan satu corong ke telinga kelompok kristen.
PERMIAS-nya sendiri sih satu, tapi kan kita mesti memilih siapa yg mesti
ngomong ke masing-masing pihak. Makanya muncul ide "anggota PERMIAS yg
beragama Islam" dan "anggota PERMIAS yg beragama Kristen". Menurut saya kita
harus membuat MARKA bahwa ini lho saya beragama Islam tapi saya minta anda
kelompok Islam agar berdamai, dan sebaliknya.

Bila PERMIAS DC sudah bikin yg dialamatkan ke presiden sih baik-baik saja.
Cuman ya itu, sebagaimana yg saya tulis:
- pemerintah lagi kebanyakan masalah
- masalahnya sudah kompleks sehingga faktor pemerintah saja tidak akan
sanggup menyelesaikan konflik.
- penyelesaian akhir ada di tangan pihak-pihak yg bertikai.

Untuk itulah maka muncul ide agar masyarakat yg bertikai yg kita tuntut
berdamai.

Sebelum saya sudahi, mengumpulkan suara dari puluhan atau ratusan kelompok
mahasiswa atau pelajar Islam (dan Kristen) kan susah. Apalagi menggabungkan
keduanya. Bukannya mending memakai PERMIAS yg sudah lebih terstruktur. Kalau
mau dobel juga bisa, dari PERMIAS dan dari kelompok-kelompok agama tadi.
Tapi silakan tanya diri anda sendiri, apa bisa, apa sanggup?


Anjasmara

----------------------------------------
>From: Faransyah Jaya <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Attn : Mas Jaya (selalu)..;)) (Re: "Ya Namamu MARIA")
>Date: Thu, 29 Jun 2000 21:06:56 -0700
>
>Maaf. ralat sedikit. ada satu kata kurang. mestinya "daripada dibuat
>-pernyataan- permias islam-kristen."
>
>Mungkin kalimatnya kurang jelas dan panjang. Yang saya maksud sebenarnya,
>daripada membuat surat pernyataan yang berasal dari mahasiswa yang beragama
>Islam dan Kristen, lebih baik mahasiswa dari kedua agama tersebut melakukan
>pendekatan ke organisasi agamanya masing2. Sudah dilakukan apa belum, lebih
>baik ditanyakan langsung kedalam hati sendiri.
>
>Terimakasih.
>
>Faran
>ps: maaf kalo saya menulis kurang detail dan panjang lebar.

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com

Kirim email ke