In a message dated 7/7/00 12:39:13 AM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> Begini saja deh. Bisa enggak anda membuat definisi dan membeberkan perbedaan
> yang signifikan dari "bertanya" dan "mempertanyakan"? Kok bisa-bisanya anda
> memasukkan pertanyaan saya sebagai "mempertanyakan"? Kriterianya apa?
Kenapa
> bukan dimasukan kategori "bertanya"? Lalu apa sih konsekuensi kalau
> dimasukkan sebagai pertanyaan yg "mempertanyakan"? Bagaimana pula kalau
> masuk kategori "bertanya"? Siapa yang jadi judge-nya? Anda ya?
Irwan:
Pengertian dari kata 'bertanya' adalah melontarkan suatu kalimat
pertanyaan dalam rangka mencari tahu atas sesuatu yg tidak
dia ketahui.
Pengertian dari kata 'mempertanyakan' adalah sama artinya
dengan kata 'mempermasalahkan'.
Semoga sekarang bisa lebih jelas mengerti perbedaannya.
Silahkan anda lihat kembali posting2 anda tersebut yg isinya
sudah sampai pada taraf mempertanyakan atau mempermasalahkan
apa yg dilakukan oleh gereja Katolik yg dalam kasus tersebut
sebenarnya bukanlah menjadi urusan anda yg bukan beragama Katolik.
Dengan kata lain, bukanlah menjadi urusan anda yg bukan pengikut
Katolik untuk mempermasalahkan apakah gereja Katolik
mau memberikan dispensasi2 atau pun tidak memberikan dispensasi
atas suatu perkawinan atau pun perceraian terhadap seseorang.
Hal ini setara dengan situasi dimana bukanlah menjadi urusan
orang2 non-muslim untuk mempermasalahkan ajaran2 atau aturan2
yg berlaku seputar perkawinan dan perceraian dalam agama Islam
yg diberlakukan kepada para pengikutnya.
Semoga anda kini menjadi lebih dewasa dan lebih bijak
dalam melihat batasan2 dalam diskusi di milis permias ini
yg setahu saya berusaha untuk tidak men SARA kan suatu
diskusi atau pun situasi. Hal ini pula seingat saya yg sering
ditekankan oleh rekan Dharma Datubara, kecuali sudah
berubah pandangan/sikap.
Silahkan anda mempermasalahkan atau pun mengkritik
tindakan Xanana yang bercerai dengan istrinya terdahulu
dan menikah lagi dengan perempuan lain. Kritiklah karena
dia melakukan tindakan menikah lagi dan bukannya mengkritik
tindakan gereja Katolik atau kebijakan gereja Katolik yg
jelas2 bukan dalam kapasitas anda yg non-Katolik untuk
melakukan hal tersebut.
Kecuali bila anda memang berniat untuk memancing
sentimen SARA di milis ini yg pada akhirnya nanti hanya
memancing diskusi saling mempertanyakan/mempermasalahkan
ajaran2 atau pun kebijakan2 dari agama masing2.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu