Kalo mau dimulai, saya ada beberapa ide yang saya peroleh dari kepengurusan di permias 
dc.  :

1. Bikin surat pernyataan bersama. tapi berdasarkan pengalaman, ini tidak akan merubah 
sikap penguasa. however, at least rakyat yang sedang menghadapi masalah tahu ada yang 
memperhatikan mereka. hasil yang kemungkinan kita peroleh adalah dukungan moral buat 
mereka.
step2 untuk ini, pertama mesti ada yang pertama kali membuat draftnya. lalu dibahas 
bersama disini. lalu bila sudah ada draft, dicari dukungan sebanyak mungkin. PPI yang 
lain tidak terlalu sulit dihubungi. kelompok mahasiswa di jakarta juga tidak terlalu 
sulit dihubungi dan di ajak bekerja sama. Pers/media massa, juga tidak terlalu sulit 
dihubungi.
intinya, kita yang harus memulainya. tentu saja dari niat dulu. hasil akhir tidak 
perlu diexpexct too much.

2. Bantuan dana. nah yang ini menurut saya gampang2 susah. andaipun dananya ada. pihak 
mana yang sebaiknya diberi. melalui siapa. ini kemungkinan yang bisa dibilang susah. 
akan lebih mudah bila dilaksanakan per permias. Permias masing2 yang akan mengumpulkan 
dana dan memutuskan mau diberikan kemana. tapi kita bisa saling mendiskusikan sumber 
dana dan pihak yang sebaiknya mendapatkannya.

3. Seminar/diskusi tentang indonesia. well, yang ini sebenernya sering banget 
dilaksanakan. sangat baik untuk pengembangan skill mahasiswa yang mengikutinya. 
mungkin hasilnya long term.

diatas ide2 yang bisa saya berikan. silahkan bila rekan2 ada ide yang lain. permias dc 
sendiri telah/sedang melaksanakan ide2 diatas.

go mahasiswa ! ??

faran

>Date:         Tue, 18 Jul 2000 22:32:32 PDT
>Dear rekan PERMIAS:
>
>Sapa takut! Ayuk together serentak dari AREK AREK West Coast sampe East Coast
>mulai bersama sama.
>
>Nanang Fardiansyah
>PERMIAS San Francisco Bay Area
>
>Arya Indrathama <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> Rekan rekan Mahasiswa,
>>
>> Kalau anda ingin melaksanakan agenda sesuai apa yang dikatakan sama Mas
>> Anjasmara, Organisasi Pelajar di Amerika tidak mungkin bekerja sendiri.
>Butuh
>> komitmen dari seluruh permias lokal yang ada dan juga hubungan dari
>> organisasi mahasiswa Indonesia di negara lain seperti Permica ( Canada )
>dan
>> PPI ( dibagian dunia yang lain ). Kalau hubungan ini sudah terjalin, dan
>> ditambah dengan network dari universitas di Indonesia, maka Mahasiswa
>> Indonesia akan sangat besar bargaining powernya untuk dapat menyelesaikan
>> paling tidak satu kasus saja, katakanlah kasus Ambon. Dengan persatuan
>> mahasiswa Indonesia di seluruh dunia ini, maka penggalangan dana yang besar
>> dapat dengan mudah diraih dan juga kemampuan politik untuk memaksa
>pemerintah
>> lebih keras untuk menyelesaikan kasus Ambon bisa dilaksanakan.
>>
>> Masalahnya bagaimana kita memulainya? siapkah kita sebagai mahasiswa untuk
>> punya komitmen dalam membantu menyelesaikan SATU SAJA polemik yang terjadi
>di
>> tanah air. Untuk menggalang kekuatan diatas paling tidak dibutuhkan waktu
>> setahun dua tahun untuk merealisasikannya. Dan Permias beserta organisasi
>> mahasiswa Indonesia lainnya harus mampu melaburkan dirinya dalam organisasi
>> mahasiswa Indonesia yang lebih besar, sehingga terbentuklah suatu
>organisasi
>> mahasiswa yang besar dan kuat. Apakah nantinya bisa menjadi sindikat atau
>> mafia itu urusan lain. Yang pasti dengan kekuatan besar dari seluruh
>> mahasiswa Indonesia maka sekali lagi, apa yang diminta oleh Anjasmara dalam
>> email pertama itu bukan mustahil untuk dilaksanakan.
>>
>> Sekarang itu tergantung dari komitmen kita. Kalau kita sudah siap untuk
>> meninggalkan perbedaan kita dan mulai bersatu maka semua pasti bisa. Sumpah
>> pemuda tahun 1928 tidak disponsori oleh pemerintah Hindia Belanda, sama
>juga
>> sekarang kalau mahasiswa Indonesia di seluruh dunia ingin bersatu,
>Pemerintah
>> RI tidak akan pernah memprakarsainya. Semuanya berawal dari diri masing
>> masing apakah ingin merubah atau tidak.
>>
>> Dari dahulu sampai sekarang ada sifat orang yang tidak berubah. Ada orang
>> yang mempunyai keinginan untuk memperjuangkan bangsanya dan ada orang yang
>> hanya ingin memperjuangan kepentingan dirinya sendiri. Budi Utomo, Bung
>> Hatta, Bung Karno dan yang lain lain adalah orang mahasiswa yang
>> memperjuangkan bangsanya dan nama mereka akan tetap ditulis dalam sejarah.
>> Orang yang memperjuangkan dirinya sendiri tidak akan pernah dikenal karena
>> mereka tidak akan pernah memberikan sumbangsih apapun bagi bangsanya.
>>
>> Jadi lihatlah kediri masing masing dan tanya, maukah anda sebagai
>mahasiswa,
>> pelajar dan pekerja untuk mempunyai komitmen dalam merubah nasib bangsa?
>Kita
>> tidak butuh orang orang yang hanya bisa bicara pesimis dan memprovokator
>> seperti banyak yang kita lihat di milis milis Indonesia. Kita butuh konsep,
>> rencana dan komitmen jangka panjang. Maaf kalau email ini agak panjang,
>tapi
>> memang itulah JAWABAN dari pertanyaan Mana suara PERMIAS? Bagaimana anda
>> merealisasikan JAWABAN tersebut itu berpulang dari sebanyak mana anda
>peduli
>> terhadap diri sendiri dan sebanyak mana anda peduli terhadap Indonesia.
>>
>>
>> Arya Indrathama
>>
>> Permias Denver, CO
>
>
>____________________________________________________________________
>Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1




------------------------------------------------------------
Happy Summer from the staff at DCEmail.com
-  FREE Email for the Community

Kirim email ke