From: Priyo Asmoro <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, July 28, 2000 1:34 PM
Subject: [desentralisasi] Re: ##### Mengubah Paradigma Penulisan Resep
Masakan

Hallo Mas Priyo
<Ngomong2 bidang studi anda apa?>

*****Nah, sedikit beda dengan pendapat anda, saya lebih senang dengan kata-
kata 'secukupnya', dan saya rasa ini justru kekhasan kita yang jangan sampai
hilang.
#####Itu pelestarian kebudayaan yang salah kaprah. Kalau begini caranya
sudah saja bikin surabi dengan alat yang terbuat dari tanah itu, nggak usah
pakai alumunium atau stailes. Demikian juga untuk gayung jangan menggunakan
barang yang terbuat dari plastik. Pakai aja yang terbuat dari batok kelapa.
     Bukan begitu cara melestarikan kebudayaan.

*****Banyak anak muda yang sering bingung kalau belajar memasak melalui baca
resep karena banyak ukuran yang khas tadi.
#####Ya terang aja, karena masih tetap menggunakan paradigma lama.
     Dengan praktisnya masak mie instan sebenarnya mereka sudah merasakan
arti dari resep yang terukur. Bukankah bumbu yang terkandung dalam mie
instant sudah merupakan yang terukur. Misalkan mereka masak 1 bungkus mie
instan. Berarti mereka harus memasukan 1 bungkus bumbunya. Kalau dua bungkus
berarti memasukkan 2 bungkus bumbunya. Kalau sebuah bumbu mempunyai
perbandingan resep x : y : z : m : a, maka untuk dua bungkus mempunyai
perbandingan resep 2x : 2y : 2z : 2m : 2a yang akhirnya sama saja dengan x :
y : z: m :a. Gitttuuuuuuuuuuuuu
     Rasanya kan sama.

*****Sebenarnya mestinya mereka nggak perlu bingung kalau cukup PD. di satu
sisi ini juga memberi kesempatan untuk masing-masing pemasak menurut
seleranya sendiri.
#####Itu lain lagi perkaranya. Yang saya maksud dengan mengubah paradigma
itu dalam rangka memberikan default suatu masakan. Resep itu sendiri bisa
dirubah akan perbandingan bahan maupun cara masaknya ---> sesuai selera.
Kebiasaan kita dalam mengotak-atik Microsoft Word 97 bisa dijadikan cermin.

*****secukupnya buat yang suka asin jelas beda dengan yang suka manis.
#####Karena itu bikinlah dua macam resep masakan. Yang penting bagaimana
supaya terukur.

*****Kalau semua distardardkan ala barat, lha kasihan dong,kita jadi nggak
punya ukuran sendiri. Tul nggak?
#####Bukan maksud saya melakukan standar dari barat untuk diterapkan di
Indonesia. Tetapi bagaimana mengurangi kesenjangan antara perencanaan yang
hendak dimasak dengan kenyataan rasa yang diperoleh.

Salam,

Nasrullah Idris
----------------------
P.O. Box 1380 - Bandung 40013
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu

Kirim email ke