Aha, persis sepak terjang Aussie waktu mau ada referendum. Semuanya diaku
sebagai pekerja sosial. Giliran perhitungan suara bisa dapat lebih dari 90
persen. Tapi nyatanya sampai sekarang yang di kamp pengungsian berjumlah 140
ribu, dari total penduduk 400 ribu. Di mana logikanya?

Tukang-tukang ngibul dari luar negeri begini mau dimasukkan lagi ke
Indonesia? Memang terlalu banyak yang demen sekali menjual bangsa sendiri.
Alasannya dari dulu masalah kemanusiaan. Bosen ah, sudah ketahuan belangnya,
jadi enggak laku lagi alasan-alasan beginian.

Apakah ini hasil jualannya Pak Tamrin?


Anjasmara

'--------------------------------------------
AS Minta Sukarelawan Asing Boleh Masuk Maluku
Reporter: M. Budi Santosa

detikcom - Jakarta, Amerika Serikat (AS) menghimbau pemerintah
Indonesia agar mengiizinkan pekerja kemanusiaan internasional memasuki
Maluku. Selain itu, Indonesia diharap segera mengakhiri konflik dengan
menegakkan hukum dan ketertiban di daerah tersebut.

Demikian Nancy Soderberg, Wakil Tetap AS di Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB)
mengungkapkan permintaan tersebut di depan
                               Sidang Keamanan PBB, New York, seperti dalam
rilis Kedubes AS yang
                               diterima detikcom, Rabu (2/8/2000).

                               "Pemerintah AS seperti halnya pemerintah lain
dan Sekjen PBB, telah
                               menyampaikan keprihatinan kepada Pemerintah
Indonesia mengenai
                               berlanjutnya kekerasan di Maluku, yang telah
menelan korban ribuan
                               nyawa dan menyebabkan krisis kemanusiaan pada
ratusan ribu warga
                               negara Indonesia," ucap Soderberg.

                               Soderberg juga meminta masyarakat
internasional mengecam kekerasan
                               yang terjadi di Maluku. Dia mengaku telah
mempunyai banyak laporan
                               yang mengkhawatirkan tentang perkembangan
konflik Maluku. Misalnya,
                               dia mendapat laporan Laskar Jihad berkeliling
dan mengancam penduduk
                               Kristen meninggalkan Ambon dan mengancam
eksekusi bila menolak. Hal
                               yang mirip, kata Soderberg, juga terjadi di
Poso dimana penduduk Kristen
                               mengancam penduduk Muslim.

                               "Sayangnya kami tidak dapat mengkonfirmasikan
laporan-laporan ini
                               karena Pemerintah Indonesia tidak memberi
akses kepada kami. Namun
                               melihat sejarah Rwanda dan Srebrenica,
masyarakat internasional harus
                               mengecam kekerasan ini," tegas Soderberg.

                               Soderberg menganggap Indonesia harus
bertanggungjawab untuk
                               mengakhiri konflik Maluku. Karenanya AS
menghimbau Indonesia agar
                               mengambil langkah-langkah untuk memulihkan
hukum dan ketertiban. Juga
                               diminta Indonesia agar meningkatkan pelayanan
dasar bagi semua
                               kelompok yang mengalami krisis tersebut -
baik Kristen maupun
                               Muslim.(iy)
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com

Kirim email ke