At 05:43 PM 11/7/00 , you wrote:
[sorry, dipotong. Moga-moga isinya tetap relevan]
>[...]
>ditambah dengan selalu dengerin Pro2 FM setiap pagi, yang
>selalu mewawancarai langsung para eksekutif lewat telpon
>termasuk para 'budak' politik (maaf, saya rasa lebih tepat
>menggunakan kata 'budak' daripada 'elite'), dan melihat
>langsung siaran-siaran dari TV selain baca beberapa koran.
>Kesimpulannya, berita-berita di koran seringkali kurang
>akurat. Sebagai salah satu contoh, di Media Indonesia Senin
>kemarin menyebutkan bahwa Tommy dan pengacaranya akan
>datang ke Kejaksaan Negeri. Namun dalam interview per-
>telpon yang on-air di Pro2 FM, ketua tim pengacara Tommy
>jelas-jelas mengatakan bahwa berita itu tidak benar (hanya
>tim pengacara saja yang akan datang ke Kejari). Lalu
>darimana coba sumber koran nasional tsb? Kejadian ini
>seringkali terjadi. Padahal, hanya dari koran-koran saja
>teman-teman di LN mengandalkan berita. Sayanglah kalau udah
>komentar macam-macam (sambil minum kopi) eh... nggak
>tahunya beritanya kurang akurat. Yang baca komentarnya bisa
>pada sakit perut jadinya......
Masalah ketepatan informasi memang selalu jadi bahan pertimbangan apakah
berita yang dibaca ataupun yang didengar mencerminkan keadaan yang
sebenarnya atau tidak. Yah, kita sendiri tidak bisa mengklaim bahwa sumber
berita yang kita baca atau dengar adalah sumber yang sebenarnya.
Anyway, kalau berita dari koran-koran yang ada sekarang ternyata tidak
akurat, mungkin anda bisa kasih ide/saran sumber mana yang ternyata tepat
dan paling dapat dipercaya?
Atau mungkin anda bersedia jadi koresponden khusus Permias agar para
masyarakat pelajar di sini terhindar dalam mendapatkan berita yang keliru? :)
salam,
ranti.