oke deh.. ini sekelumit isi buku dari jerry d gray (not green mas andik) ingin lebih jelas..silahkan mampir ke toko2x buku kesayangan anda..
rgds/gbm Jerry D Gray "The Real Truth" : Membongkar Kebohongan AmerikaOleh : Redaksi= 17 Feb, 05 - 3:00 pm Peristiwa 11 September Sungguh Janggal=20 "Perhatikan betapa mulus dan rapinya rumput di depan Pentagon. Tidak satu s= entimeter pun kerusakan terlihat, Bagaimana itu mungkin? Semua saksi mata s= etiap media massa memahami pemberitaan yang senada. Pesawat terlebih dahulu= menghantam tanah, lalu meluncur menabrak gedung. Perhatikan gambar di atas= ! Apalagi yang perlu dikatakan. Media massa berbohong terhadap kejadian yan= g sesungguhnya. Mengapa?" Begitu jeritan hati Jerry D. Gray, mantan anggota AD Amerika yang kemudian = memeluk Islam ( Baca artikelnya Jerry =93Abdurrahman=94 Gray Mendapat Hiday= ah di Arab Saudi ), telah lama tinggal di Indonesia dan mempersunting istri= asal Garut, dalam bukunya ketika ia merasa terpanggil untuk meluruskan seg= ala pemberitaan ihwal runtuhnya gedung Pentagon pada 11 September 2001 sila= m. :swf "Kita tahu hampir 90 persen media massa di AS adalah milik Yahudi. Maka tak= heran kalau mereka berbohong," ujar Jerry dalam acara peluncuran dan bedah= bukunya, di Masjid Al 'Araf, Walisongo, Jakarta, Ahad, 19 Desember 2004. Jerry, seorang jurnalis (kameramen) yang juga mantan mekanik pesawat ini, t= elah mencium ketidakberesan tragedi 11 September 2001 yang meluluhlantakkan= menara kembar WTC di New York, Ia mengumpulkan berbagai fakta dari sumber = yang ada, lalu menyusunnya secara cermat, membeberkan kebohongan-kebohongan= Amerika melalui temuan-temuan spektakulernya. Seperti diketahui selama ini, serangan terhadap menara WTC dan Pentagon dil= akukan oleh kelompok teroris Al Qaidah dan otak atau aktor intelektualnya i= aiah Osama bin Laden. Pembentukan opini global ini telah berlangsung selama= tiga tahun sehingga dampaknya terasa juga di Indonesia seperti adanya tudu= han-tuduhan yang keji seakan-akan sarang teroris berada di negeri ini. Dalam pengantar buku tersebut, Suripto SH, Ketua Dewan Penasehat Lembaga St= udi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (LESPERSSI) yang juga anggota = Komisi I DPR dan mantan Kabak ini mengatakan, Tragedi 11 Septernber yang me= runtuhkan gedung WTC dan Pentagon ini mustahil dilakukan oleh Jaringan Al Q= aidah pimpinan Osama Bin Laden. Menurut Suripto, tindakan teroris yang sede= mikian rapi dan canggih hanya bisa dilakukan oleh apa yang dinamakan terori= srne negara (State Terrorism). "Hanya terorisme negara yang mempunyai kapabilitas untuk melakukan tindakan= terror yang didukung oleh fasilitas negara; berupa dukungan anggaran yang = besar, didukung pula oleh organisasi intelijen dan menggunakan mesin propag= anda resmi (pemerintah). Sejarah telah membuktikan terorisme negara pernah = dilakukan oleh Hitler di Jerman, Stalin di Uni Soviet, Mussolini di Italia,= Pol Pot di Kamboja, dan Soeharto di Indonesia," ujar anggota DPR dari PKS = initegas. Dalam menjalankan mesin terornya, AS menggunakan badan intelijen CIA dan in= stitusi USIS - sekarang bernama USIA. Salahsatu propaganda pada tingkat glo= bal yang digunakan AS adalah CNN. Maka tayangan langsung CNN atas peristiwa= 11/9 terkesan kuat merupakan bagian dari kegiatan terorisme negara yang se= benarnya adalah suatu skenario dari Bush dengan mengutuk aksi teror WTC dan= Pentagon. Jadi kelas berita-berita yang ditayangkan CNN itu termasuk kateg= ori Black Propaganda, lempar batu sembunyi tangan. Operasi itu telah disiapkan dengan matang, dengan sasaran jangka pendek, ba= hkan jangka menengah dan panjang. Maksud dan tujuan sasaran jangka pendek i= tu adalah untuk membangkitkan kebencian rakyat Amerika dan sekutunya terhad= ap umat Islam yang diberi label "teroris", membangun opini global tentang a= danya musuh bersama yang harus diperangi, seperti ucapan Bush setelah terja= dinya peristiwa 11/9: "If you are not with us, you're against us." Berkembang slogan Mimpi Amerika, Mimpi Buruk Dunia. Slogan tersebut sangat = tepat menggambarkan Amerika saat ini. Terpilihnya kembali George W Bush men= gukuhkan slogan di atas, mengingat janjinya untuk melanjutkan perang melawa= n 'terorisme' yang dialamatkan kepada Islam. Padahal, tragedi. WTC di New Y= ork 11 September 2001 masih meninggalkah banyak misteri dan tetap tidak jel= as siapa pelakunya. Sementara itu, Amerika yang menyerukan perang melawan t= erorisme; dengan bebas malah rnembuat teror, khususnya di negeri-negeri, Mu= slim seperti Afghanistan, Palestina (melalui Yahudi-lsrael), Irak dan Sudan= . Di Fallujah dan kota-kota lain di Irak, bahkan masjid-masjid di Fallujah,= terus dibombardir oleh pasukan Amerika. Di forum dunia, dengan penguasaannya terhadap media, Amerika terus membuat = kebohongan demi kebohongan. Amerika menyangka, masyarakat dunia begitu muda= h dibohongi, termasuk masyarakatnya sendiri. Hingga saat ini, kebohongan ma= sih terus terjadi! (Amanah online) Kebohongan datang dan kebohongan pun terungkap. Begitulah kesimpulan buku i= ni.=20 Judul Buku : The Real Truth The Hard Evidence Exposed=20 Penulis : Jerry D. Gray Penerbit : Sinergi (Kelompok Penerbit Gema Insani) Tebal :xviii + 118halaman Jerry D Gray : Peristiwa 11 September Sungguh Janggal=20 Jerry D Gray ingat betul kejadian yang dialaminya tanggal 11 September 2001= . Saat itu, mantan kameraman freelance CNBC Asia ini tengah asyik berselanc= ar di internet. Tiba-tiba telepon di sampingnya berdering. "Hidupkan televi= simu sekarang!" demikian bunyi suara di ujung sana.=20 Telepon itu berasal dari ibunda Jerry yang ketika itu berada di Wisconsin, = Amerika Serikat. Jerry sendiri menetap di Jakarta -- dia sudah lama tinggal= di kota ini sejak tahun 80-an. Mendengar suara gugup ibundanya, tanpa piki= r lama-lama, dia pun segera menyalakan televisi.=20 Terlihatlah suasana menegangkan usai meledaknya menara kembar World Trade C= enter (WTC) New York, akibat hantaman dua buah pesawat berbadan lebar. Keja= dian tersebut disiarkan langsung oleh sebuah stasun televisi asing dan dise= barluaskan ke seluruh penjuru dunia. Serta merta, hati Jerry berkecamuk, se= dih sekaligus marah melihat banyak orang tak berdosa menjadi korban. Terbay= ang warga di negara tempat kelahirannya itu panik bukan kepalang.=20 Itulah awal dari peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Tragedi 11 Septemb= er 2001. Sebuah kejadian yang hingga kini masih menyisakan kisah sedih. Tak= hanya bagi keluarga korban yang ditinggalkan, namun juga komunitas umat Mu= slim di seluruh dunia. Beberapa saat setelah pihak yang berwenang di AS men= gadakan penyelidikan, maka ditengarai kelompok teroris asal Timur Tengah be= rada di balik kejadian tersebut. Karena wilayah Timur Tengah identik dengan= agama Islam, serta merta perhatian dunia pun tertuju pada Islam serta para= penganutnya.=20 Media massa Barat dengan segala reportasenya menjadikan momentum itu sebaga= i sarana untuk mengupas tuntas tentang Islam. Begitu gencarnya pemberitaan = tentang peristiwa 11 September dan Islam sendiri, hingga tak jarang -- sepe= rti dikhawatirkan sebagian kalangan Muslim -- media Barat kerap menyudutkan= umat Islam.=20 Hal itu pula yang kemudian membuat Jerry gundah. Berdasarkan pengamatan ser= ta observasi terhadap gambar-gambar berita maupun informasi aktual, lelaki = asal AS ini merasa bahwa banyak kejanggalan dan fakta yang disembunyikan ol= eh kalangan pemerintah serta media massa AS berkaitan peristiwa 11 Septembe= r tadi. Apalagi kemudian, umat Islam didudukkan sebagai "terdakwa" dalam ke= jadian ini.=20 Tetapi, kenapa Jerry merasa resah dengan berita menyudutkan dari media mass= a Barat terhadap Islam? Jangan lihat dia dari namanya. Jerry, atau tepatnya= Haji Jerry, telah menjadi Muslim sejak 1984. Sepulang menunaikan ibadah ha= ji, ia mengantongi nama baru, H Abdurrahman.=20 Sebagai Muslim, lelaki kelahiran Wiesbaden Jerman, 24 September 1960, ini m= erasa teriris hatinya dengan tudingan tanpa dasar mengenai keterlibatan Mus= lim dalam tragedi WTC. Hari-hari selanjutnya, waktunya seperti habis untuk = mengikuti pemberitaan 11 September melalui media cetak, televisi, maupun in= ternet. Tapi lama kelamaan, berdasarkan pengalaman sebagai jurnalis televis= i, dirinya melihat ada banyak keanehan dan kejanggalan atas kejadian terseb= ut.=20 Awal kecurigaannya adalah, bagaimana CNN dapat begitu cepat menyiapkan siar= an langsung 11 September ke seluruh dunia? Dari pengalamannya ketika memban= tu persiapan siaran sebuah stasiun televisi swasta di Jakarta, paling tidak= butuh waktu 20 menit untuk mengeset peralatan bagi keperluan siaran langsu= ng di lapangan.=20 Dikatakan, rentang waktu antara insiden penabrakan pertama dan insiden pena= brakan kedua tak lebih dari 18 menit. "Akan tetapi, CNN sudah mampu menayan= gkan langsung kejadian tabrakan kedua hanya dalam waktu kurang dari 18 meni= t dari tabrakan pertama," kata dia dalam bahasa Indonesia yang fasih. Jerry= berasumsi, situasi ini yang tidak mungkin terlaksana dalam kondisi normal.= "Kecuali jika CNN memang telah mengetahui rencana peristiwa tersebut hingg= a dapat terlebih dahulu menyiapkan segala peralatannya," imbuhnya. Sejak itulah batin dan sanubarinya terus didera gejolak. Sampai pada akhirn= ya, dia memutuskan, bahwa sebagai manusia dia tidak bisa tinggal diam serta= tidak melakukan apa-apa menyangkut kejanggalan ini. The needs of the many = outways the needs of the few, begitu prinsipnya. Maka, Jerry pun mulai meng= adakan penelitian terhadap semua gambar, pemberitaan, foto, dan video terka= it peristiwa mengenaskan itu.=20 Dari situ makin banyaklah kejanggalan serta keanehan berhasil dia temukan m= engenai fakta-fakta kejadian 11 September. Semuanya itu lantas dituangkan d= alam sebuah buku berjudul The Hard Evidence Exposed! The Real Truth 9-11. S= alah satu kesimpulan pada buku setebal 116 halaman ini adalah: sesungguhnya= ada sesuatu lebih besar di balik kejadian 11 September 2001.=20 Perkenalan Jerry dengan Islam terjadi di Arab Saudi tahun 80-an. Saat itu d= ia bertugas sebagai mekanik pesawat AU AS serta menjadi instruktur di New S= audi Mechanics. Awalnya, dia mengaku enggan masuk ke Arab Saudi karena mera= sa takut dengan orang Arab dan Islam. Tapi apapun alasannya, tugas tetap ti= dak bisa ditolak. Akan tetapi, setelah sekian lama, kekhawatirannya tidak t= erbukti. Sebaliknya, dilihatnya orang-orang Islam jauh dari kesan teroris. = "Mereka sangat cinta Tuhan, selalu shalat lima waktu, mengerjakan puasa dan= banyak lagi," kenangnya.=20 Rasa ingin tahunya terhadap agama Islam pun kian bertambah. Jerry lantas mu= lai berani bertanya tentang Islam kepada rekan-rekannya yang beragama Islam= . Hingga kemudian, seorang rekannya yang berasal dari Yaman membawakannya t= erjemahan kitab suci Alquran berbahasa Inggris. "Saya pun membaca terjemaha= n itu, dan seketika usai membaca satu ayat -- saya lupa nama ayatnya -- tak= sadar saya menangis," ungkap Jerry.=20 Usai membaca tiga empat ayat berikutnya, Jerry merasa tidak perlu waktu lam= a untuk menyimpulkan bahwa apa yang tertulis di dalam Alquran adalah benar = adanya. Namun hingga saat itu, dia mengaku belum berniat masuk Islam, hanya= sekedar ingin tahu saja. Beberapa bulan berikutnya, seorang rekannya dari = Indonesia mengajak dia kepada seorang guru agama. "Saya katakan kepada guru= itu, saya tidak mau masuk Islam, tapi guru tersebut memintanya ikut menden= garkan ceramah dan pembacaan Alquran di tempatnya."=20 Pulang dari situ, Jerry banyak termenung. Hatinya berkecamuk. Sampai di rum= ah dia langsung masuk kamar dan membaca kembali Alquran terjemahan pemberia= n rekannya terdahulu. Sejak saat itu, hidayah datang kepadanya yang menetap= kan niatnya untuk masuk Islam. Setelah masa tugasnya di Arab Saudi berakhir= , ia tidak kembali ke AS, tapi memutuskan pindah ke Indonesia. Di Jakarta, = mantan mekanik US Air Force tersebut kemudian menggeluti dunia jurnalistik = televisi.=20 Kini setelah sukses dengan bukunya, Jerry lebih giat untuk memantau berita-= berita dan informasi tentang Islam. Bukan cuma itu, kegiatannya pun kian be= rtambah dengan aktivitas dakwahnya di masjid-masjid dan majlis taklim seput= ar Jabotabek. Kepada saudara-saudara Muslimnya, ia banyak berkisah tentang = mulianya Islam dan temuan-temuannya.=20 Ia juga kerap menyampaikan pesan-pesan singkat, tapi mengena. "Pendek kata,= umat Islam harus menunjukkan wajahnya yang ramah dan cinta damai. Jangan r= eaksi berlebihan karena itulah yang tengah ditunggu-tunggu oleh kalangan me= dia Barat untuk menyudutkan kita," kata dia.=20 Jerry D.Gray Kelahiran : Wiesbaden, 24 September 1960 Karier :=20 - mekanik pesawat AU AS - instruktur selam - kameraman freelance CNBC Asia Nama istri : Ratna Komala Nama anak : Adam=20 --- yosep susanto <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > MessageIkutan...... > Ane juga ikutan minta dijelasken dong... > tanya ken napa? > ----- Original Message ----- > From: irsan bayu aji > To: [email protected] > Sent: Wednesday, September 27, 2006 8:47 AM > Subject: [pirus] Re: Puasa dan Rekonstruksi Makna Jihad > > > kalo kasus denmark ane inget...trus paus juga sempet denger di > tipi... > nah kalo kasus yang laen sih...tolong dijelaskan sejelas2nya dong.. > > ----- Original Message ----- > From: Andik Harjono > To: [email protected] > Sent: Wednesday, September 27, 2006 8:21 AM > Subject: [pirus] Re: Puasa dan Rekonstruksi Makna Jihad > > > Ass Wr Wb, > > wah, ada yg ngomongin Jihad ane jadi semangat neh :-D > mau tanya2 dikit nih , apakah disini : > 1. ada yang inget gak kasus pemuatan kartun nabi di denmark & > australia ? yg melecehkan nabi muhammad SAW > 2. ada yang inget paus benedictus XVI dalam pidatonya di > universitas jerman juga melecehkan nabi & ajaran islam ? > 3. ada yang percaya gak kalo kasus 11 september 2001 di WTC itu > rekayasa yahudi & AS ? > 4. ada yang percaya gak kalo kasus kerusuhan 14-5-1998 , ambon , > poso , timika , sambas itu kerjaan yahudi & AS juga ? > 5. tahu gak kenapa grup musik DEBU hijrah dari AS ke > Indonesia(padahal negara islam itu banyak) > > nah kalo mayoritas menjawab ADA atau mayoritas "tanya kenapa" > baru ane mau kasih bocoran dari mantan teknisi jet tempur US Air > Force yg pernah bertugas di perang teluk kemudian atas izin 4JJ1 SWT > masuk Islam di Jeddah dan berguru Islam di Madinah kemudian juga > hijrah dan menetap di Indonesia. Namanya Jerry D Green, kelahiran > Jerman Warga Negara AS. Beliau banyak menulis buku2 tentang > konspirasi Barat melenyapkan Islam, salah satunya judulnya "BAYANG > GURITA" terbitan Iqra, dan serem banget ternyata...... kebetulan > kemaren siang belia ceramah di Musholla Indosat, saya cuma mau share > aja bahwa ADA BAHAYA BESAR MENGANCAM negri ini atau Ummat Muslim > Indonesia pada khususnya... biar kita2 gak terlena getoloh........... > > Wss Wr Wb, > K4/8 > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On > Behalf Of Heru Gandamana > Sent: 27 September 2006 7:59 > To: PIRUS MAILIST > Subject: [pirus] Puasa dan Rekonstruksi Makna Jihad > > > > > > > Puasa dan Rekonstruksi Makna Jihad > > Oleh: Zacky Khairul Umam > > > Terorisme pada dasarnya merupakan pembajakan terhadap nilai > luhur keagamaan. Secara eksplisit, Bom Bali jilid II di Jimbaran dan > Kuta (3/10) dengan jelas menunjukkan ideologi kekerasan yang > dikelindankan dengan keagungan ajaran agama. Agama, oleh pengusung > ideologi terorisme, hanya legitimasi teologis dan justifikasi yang > sebenarnya sama dengan memolitisasi dan memonopoli tafsir agama > (Religious Uuthoritarianism, Abou Fadl). > > Kasus bom bunuh diri (suicide bombing) dalam Bom Bali jilid > II, sekaligus deretan pemboman lain di wilayah nusantara dengan > kentalnya sentimen agama dalam lima tahun terakhir, selalu berakar > pada konsep "jihad" di dalam Islam. Jihad kerap diartikan sebagai > perjuangan fisik yang berbuntut pada penghalalan atas penyerangan, > kekerasan, bahkan permusuhan terhadap pihak lain (the others). Muara > problematika epistemologis jihad sebagai sikap ofensif adalah sebuah > krisis keagamaan, bahkan krisis nurani kemanusiaan. > > Kalau diperhatikan secara seksama, terorisme dalam bentuk > yang ultim seperti kasus bom bunuh diri di Bali, hanyalah sisi > parsial dari ekstremisme beragama. Potensi ekstremisme beragama yang > dengan banal ditunjukkan sekelompok umat beragama melalui pemaksaan > otoritas kebenaran tunggal (kasus Ahmadiyah), penutupan tempat ibadah > (kasus penutupan gereja), dan terorisme terhadap aktivis > liberal-pluralis, dan seterusnya, amat membahayakan kehidupan umat > beragama. Meskipun prosentase kelompok ekstrim-radikal tidak besar, > namun opini publik yang menyebar akan membangun eksklusivisme secara > evolusionis. > > Kecenderungan masyarakat elite dan awam yang masih parokial > dalam beragama (dangkal pemikiran dan kesalehan) dengan sikap ekstrim > dan eksesif dalam beragama tidak bisa dipungkiri. Indikator dari > ekstremisme beragama, menurut Yusuf al-Qardhawi (1981) antara lain: > Pertama, fanatisisme dan intoleransi sebagai akibat dari prasangka > (prejudice), kekakuan (rigidity), dan kepicikan pandangan (lack of > insight). Hal itu membuahkan reperkusi terhadap orang lain, baik > dalam bentuk terorisme intelektual dengan fitnah dan tuduhan penganut > bid'ah, kafir, fasik, murtad dan sebagainya. > > Kedua, berlebih-lebihan atau melampaui batas. Yakni mengambil > garis keras (hardliners) yang eksklusif dengan gaya demonstrasi > berupa penghakiman sepihak dan bahkan ancaman kekerasan. Ketiga, > membebani orang lain tanpa mempertimbangkan situasi dan kondisi. Dan > terakhir, keras dalam memperlakukan diri sendiri dan orang lain, > sehingga misalnya, asas praduga tak bersalah tidak pernah dihiraukan. > Semua ciri yang bersifat tiranik (tughyan) dan tidak egaliter ini > jelas membahayakan hak-hak orang lain, terutama berkaitan dengan hak > asasi untuk hidup dan kebebasan beragama. > > Sikap-sikap yang ditunjukkan sebagai bagian dari klaim > identitas dan solusi agama itu, selalu saja diembel-embeli dengan > jihad dalam makna yang sesungguhnya amat parokial, rigid, dan > literal. Tindakan semacam itu adalah bagian dari anakronisme sejarah > yang akut. Dengan telanjang, penggunaan makna jihad sebagai ideologi > kekerasan (bukan pembelaan yang dibenarkan Qur'an) seringkali > dikaitkan dengan romantisme sejarah Islam masa lalu yang gemilang dan > eksotis. Sebagai sebuah upaya mengembalikan kemenangan, justru > penggempuran atas pihak lain yang dianggap sebagai representasi > modernitas yang hegemon (baca: kafir) dihalalkan. Di sisi lain, > makna-makna progresif dan dinamis dari ajaran Islam yang selalu > mengajarkan the idea of progress secara universal-kosmopolitan > dipungkiri. > > Distorsi makna jihad sebagai melulu fisik yang amat > partikular, pada urutannya bukan saja terus menodai citra agama > (Islam) sebagai pembawa rahmat bagi semesta, melainkan juga terus > menghantui umat sebagai kekuatan laten yang destruktif dan traumatik, > justru dari dalam psikologis umat sendiri. Alhasil, implikasi negatif > itu tak lain hanyalah sebuah beban psikologis-historis umat yang > malah menambah persoalan, bukan solusi itu sendiri yang cenderung > digembor-gemborkan. > > Kalau tidak disadari betul, bahaya perjuangan jihad yang > ofensif cenderung membawa arus zaman umat yang resisten terhadap > kemajuan peradaban dalam dimensi kini dan masa depan. Sebab, jihad > sebagai ideologi kekerasan akan terus menutup ego-kreatif umat (ala > Iqbal) dan ijtihad kultural dalam pemberdayaan masyarakat madani. > > Secara teologis, Tuhan selalu tidak membenarkan tindakan > kekerasan sebagai perjuangan membela agama (lii'lai kalimatillah) > yang destruktif dan tanpa sebab. Bukankah dalam Kitab Suci disebutkan > bahwa "membunuh jiwa orang lain, hakikatnya sama dengan membunuh > seluruh umat manusia." Sebuah ajaran yang humanis! Dalam kerangka > filosofis, Camus dan Popper mewanti-wanti sejak awal bahwa penggunaan > kekerasan untuk mencapai tujuan mulia, yakni ultimate goal beragama > untuk membebaskan manusia dari kesengsaraan dan penderitaan, mutlak > tidak dapat dibenarkan. > > Karena itu, jihad selalu harus direkonstruksi sebagai sebuah > ajaran yang substansial. Misalnya, pertama, membebaskan makna jihad > dari tirani kognitif-epistemologis yang sempit. Jihad harus > diletakkan sebagai sebuah pesan agama yang mengandung makna terdalam. > Hermeneutika terhadap jihad adalah pencarian akar atau episteme makna > yang ditujukan berdasarkan kemaslahatan umum (bonum commune). > > Dalam konteks itu, kata jihad dalam bahasa Arab erat sekali > relasinya dengan makna dalam ijtihad yang secara definitif diartikan > sebagai upaya bersungguh-sungguh untuk mencari solusi keagamaan dan > persoalan sekular. Upaya pemaknaan ini lebih tepat disebut sebagai > jihad dalam bidang kultural dan intelektual sebagai energi kehidupan > umat menuju kemajuan peradaban. > > Kedua, rekonstruksi jihad dalam konteks ibadah puasa. Yakni, > jihad sebagai reformasi moral-spiritual, sebagaimana penyebutan > "jihad al-akbar" oleh Nabi Muhammad. Momentum puasa adalah saat tepat > memperbarui corak keberagamaan kita. Corak yang menunjukkan teror dan > kekerasan publik (wacana maupun fisik) mesti didekonstruksi sebagai > religiusitas yang illicit. Sebaliknya, jihad mesti dibangun sebagai > militansi konstruktif ke arah toleransi nirkekerasan yang menggunakan > ekspresi halus dan toleran, serta berimplikasi positif dalam > memperlakukan yang lain. > > Bentuk-bentuk toleransi tanpa kekerasan ialah seperti yang > diteladankan Muhammad dan Yesus (ajaran damai), perjuangan Martin > Luther melawan kejahatan sebagai kewajiban agama dengan non-violent > resistance, atau ajaran ahimsa Mahatma Karamchand Gandhi. > > Tentu, yang utama ialah penghayatan terhadap pesan takwa, > sebagaimana tujuan hakiki puasa sebagai arena kembali ke kesucian > fitrah (nurani) dan penyucian diri (purgatorio, meminjam Dante > Alighieri) menuju kemenangan moral-spiritual. Kemudian, penggapaian > ibadah transendental (paradiso) direfleksikan secara horizontal ke > tengah-tengah kehidupan manusia dalam bentuk keberagamaan yang > toleran, lapang, dan tidak eksklusif (al-hanifiyyah al-samhah). > > Sejatinya, kesalehan sejati membawa pada keberagamaan yang > toleran, moderat, solider, beradab, dan tidak membelenggu. Dengan > demikian, tujuan teleologis agama adalah memanusiakan manusia melalui > pembebasan yang fitrah secara universal tanpa kecuali. Di situlah > makna jihad mesti diletakkan.[] > > > Zacky Khairul Umam, Ketua Umum KSM Eka Prasetya Universitas > Indonesia, mahasiswa Program Studi Arab Fakultas Ilmu Budaya UI > > Versi asli dapat dibaca di: > http://islamlib.com/id/page.php?page=article&id=910 > > > > > > > -------------------------------------------------------------------------- > Get your email and more, right on the new Yahoo.com > > > > ================================= > scanned by Indosat TM-IMSS System > > > > > > > ================================= > scanned by Indosat TM-IMSS System > > > > > > > > ------------------------------------------------------------------------------ > Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out. > > > > ------------------- Graha Bayu Mochamad _______________________________________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://beta.id.yahoo.com/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Album Foto : http://pirus.fotopic.net MultiplyWeb : http://www.pirusers.multiply.com Friendster : http://www.friendster.com/9379274 Administrator email : [EMAIL PROTECTED] -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

