liat aja pasti seperti dalam x-files ..semua terkubur.. dalam dalam..
----- Original Message ---- From: amin widada <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, May 4, 2009 11:04:11 AM Subject: Re: [porsenipar] Mungkinkah Antasari Dijebak? Tunggu saja pengadilan memutuskan, pak ... Kalau pun itu fitnah, jebakan, dsb., ya itulah resiko perjuangan. Gusti Allah mboten sare ... --amin Pada 4 Mei 2009 10:57, jaerony <[email protected]> menulis: > Senin, 04 Mei 2009 > Mungkinkah Antasari Dijebak? > > > (berpolitik.com): Nasib Antasari Azhar mulai dipertaruhan hari ini. > Pemeriksaan awalnya di Polda Metro Jaya bisa saja langsung mengubah > statusnya menjadi tersangka. Tapi, bisa pula tak beranjak sebagai saksi. > Yang sudah pasti, dalam dua hari ini ada beberapa perkembangan menarik yang > makin menimbulkan banyak pertanyaan. > > Pertama, Yan Apul, pengacara keluarga Nasrudin Z, membantah pernyataan > pengacara keluarga lainnya, Jeffri. Sebelumnya, Jeffri menyatakan bahwa ada > sms bernada ancaman yang berasal dari Antasari. Menurut Yan Apul, sms dengan > nada ancaman tersebut sama sekali tidak benar. Besar kemungkinan, sms > tersebut isinya berupa klarifikasi dan atau permintaan Antasari untuk > menyelesaikan kesalahpahaman di antara mereka. > > Untuk pastinya, aparat penegak hukum perlu bersikap transparan untuk > menjelaskan isi sms tersebut. Dari sisi Antasari, klarifikasi atas isi sms > tersebut sepertinya sangat penting. Sebab atas dasar sms itulah bingkai > cerita keterlibatannya menjadi lebih "nyata". Sekadar informasi, pengakuan > keterlibatan Antasari sejauh ini berasal dari mulut tersangka yang sudah > tertangkap. > > Beberapa sumber berpolitik menyebutkan, terlalu mengada-ngada jika > disebutkan Antasari mengumbar ancaman melalui handphone. Sebab, Antasari > mafhum sekali bagaimana kerja penyadapan bisa dilakukan.Merekam yang tengah > terjadi dan menelusuri yang sudah berlalu. Maklum, KPK termasuk institusi > yang diketahui memiliki perangkat canggih untuk menyadap."Jadi, terlalu > gila-gilaan jika hal itu dilakukannya," kata sebuah sumber. > > Terkait itu, kedua,berbagai pihak perlu segera meneropong Kejaksaan Agung. > Ini menjadi penting menyusul pernyataan yang dikeluarkan Kombes Iriawan, > Direskrimum Polda Metro Jaya yang membantah status Antasari sudah meningkat > sebagai tersangka. "Enggaklah masih saksi," katanya sebagaimana dikutip > sejumlah media massa. > > Padahal, pengakuan pihak kejaksaaan, pengumuman status tersangka itu adalah > berdasarkan surat polisi. Dalam surat tersebut, status Antasari disebut > sebagai "saksi/tersangka". Padahal, dalam kontruksi penyelidikan tidak > dikenal adanya dua status terhadap seseorang. Bisa jadi, ini kelemahan > polisi inilah yang dimanfaatkan oleh Kejaksaan Agung. Dus, dipertanyakan, > apa motif Kejaksaan Agung yang terkesan terburu-buru mengumumkan status > Antasari? > > Dengan dua fakta berikut itu, ketiga, maka menjadi semakin kuat pertanyaan > tentang kemungkinan adanya pihak-pihak yang ikut "nimbrung".(terkait soal > ini klik di sini). Dimana celah para penimbrung itu ikut serta? > > Pertama, peluang awalnya bermula dari percakapan Antasari dengan WW, bekas > kapolres di Jakarta. Berdasarkan pemberitaan di media massa, Antasari > disebut-sebut mengaku bisa menjadi 'obyek' pemerasan dan WW menanggapinya > sebagai 'ancaman' terhadap negara. Jikapun ada percakapan seperti ini, bisa > saja langkah WW merupakan manuver pribadinya. Bisa pula WW berbicara dengan > pihak ketiga yang kemudian menginsinuasinya untuk melakukan eksekusi dengan > berbagai iming-iming. > > Pada tingkatan ini, ada banyak pihak yang bisa dikontak untuk menyuplai > logistik. Tujuannya bisa saja dengan harapan mendapat "point" di mata > Antasari tapi bisa juga sebagai upaya untuk menjebloskan Antasari. > > Terkait itu, kedua, sumber-sumber berpolitik mengkonfirmasi adanya aksi > penyadapan terhadap Antasari. Dua sumber yang berbeda menceritakan versinya > masing-masing. Sumber yang pertama menyebut, penyadapan itu dilakukan secara > mandiri alias dengan menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak > sendiri. "Kalau punya duit, nggak susah kok, sekarang," kata seorang sumber > di kalangan intelejen. > > Sumber yang lain menyatakan, penyadapan itu menggunakan perangkat keras dan > perangkat lunak milik sebuah insititusi negara Dia tak mau menyebut instansi > mana yang dia maksud. Tapi, kedua sumber itu bersepakat tentang satu hal: > yang membiayai aksi penyadapan dan rekayasa data itu adalah seorang dikenal > dekat dengan konglomerat papan atas. "Si dia ini sudah di dalam penjara," > pungkas kedua sumber itu secara terpisah. > > Masih kabur motivasi "si dia" ini. Bisa jadi untuk balas dendam. Bisa jadi > pula lebih daripada itu. Yang sudah pasti, gara-gara kasus ini, citra KPK > memang bisa cemar. Kalau KPK tercemar, yang pertama mendapat konsekuensi > politiknya adalah SBY. Maklum, publik selama ini selalu mengaitkan bahwa > kerja KPK adalah bagian dari kinerja SBY.Nah! > -------------------------------------------------- Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===- -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- | Official Website: http://www.porsenipar.web.id | ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 ------- -------------------------------------------------- Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===- -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- | Official Website: http://www.porsenipar.web.id | ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------
